PONTIANAK, SP- Ikatan Beladiri Campuran Amatir (IBCA) Mix Martial Arts (MMA) Kalimantan Barat (Kalbar) sukses menarik perhatian masyarakat Pontianak dengan mengadakan Exhibition Night, di salah satu cafe di Pontianak, Jumat (19/6).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi olahraga tarung di Kalbar, guna menciptakan atlet yang berprestasi.
Exhibition Night IBCA MMA Kalbar turut dihadiri sejumlah tamu undangan, diantaranya: perwakilan Polda Kalbar, Danlanud Supadio, Pangdam XII Tanjungpura dan Walikota Pontianak.
Ketua IBCA MMA Kalbar, Rajak, mengatakan tujuan Exhibition Night ini digelar sebagai pengenalan ke masyarakat Kalbar, bahwa MMA sudah ada.
"Sebab cabang olahraga IBCA MMA ini baru tiga tahunan ada di KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia)," terang Rajak.
Ia juga menambahkan IBCA MMA ini bisa untuk semua jenis bela diri, karena termasuk kategori tarung bebas seperti, Karate, Silat, dan Taekwondo.
"Oleh sebab itu, kami mengundang para petarung untuk ikut seleksi dalam rangka mempersiapkan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) dan Pon (Pekan Olahraga Nasional), " ajaknya.
Rajak berharap dimasa ia menakhodai IBCA MMA Kalbar sampai tahun 2030 nanti, ia dapat menciptakan atlit baru yang bisa mengharumkan nama Kalimantan Barat ke kancah nasional bahkan internasional.
Di tempat yang sama, Sugeng Hariadi, dalam kesempatan ini mewakili Gubernur Kalbar, Ria Norsan yang berhalangan hadir, secara resmi membuka Exhibition Night IBCA MMA Kalbar.
Dalam kata sambutannya, ia mengucapkan kegiatan ini sebagai sarana untuk sosialisasi memperkenalkan olahraga IBCA MMA di kalangan masyarakat luas, sehingga ke depannya akan menjadi olahraga favorit banyak digemari warga.
"Saya harap para atlet-atlet muda khususnya di olahraga beladiri ini serius, sehingga nanti akan berkembang dan membawa nama baik untuk Kalimantan Barat di tingkat nasional maupun Indonesia ke tingkat internasional," harap Sugeng.
Pegelaran Exhibition Night IBCA MMA Kalbar menampilkan tujuh pertandingan di kelas yang berbeda, kelas usia dini 8-9, 10-11, dan 11-12 tahun, serta kelas dewasa berat 57, 60, dan 65 kilogram.
Dalam setiap petarungan, para petarung saling jual beli pukulan, tendangan, dan kuncian, membuat para penonton heboh menyoraki petarung yang didukungnya.
Demi menjaga keselamatan petarung, sebelum pertandingan dimulai, para petarung harus cek kesehatan, mata, hidung, gigi, telinga serta seluruh badan sebelum masuk ring. Begitu juga setelah bertanding ke dua petarung diperiksa kembali memastikan dalam keadaan baik. (lut)