Potret post authorBob 15 April 2026

Angkat Budaya Dayak dan Persatuan Etnis, DAD Kota Pontianak Siap Gelar Naik Dango ke-3 Tahun 2026

Photo of Angkat Budaya Dayak dan Persatuan Etnis, DAD Kota Pontianak Siap Gelar Naik Dango ke-3 Tahun 2026 KESIAPAN PANITIA – Pengurus DAD Kota Pontianak mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan menyukseskan Ritual Adat Naik Dango ke-3 Kota Pontianak yang akan digelar pada 17-25 April 2026 di Rumah Radankg Pontianak. Ist

Ketua Panitia Naik Dango ke 3 DAD Kota Pontianak, Vandrektus Derek

“Naik Dango bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum mempererat persatuan masyarakat. Naik Dango ke-3 ini menjadi wadah untuk melestarikan adat dan budaya Dayak sekaligus memperkuat kebersamaan antar etnis di Kota Pontianak. Kami ingin kegiatan ini dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya Dayak, tetapi semua yang ada di Pontianak,”

 

PONTIANAK, SP - Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak kembali menggelar perhelatan budaya tahunan bertajuk Naik Dango ke-3 yang akan berlangsung selama sepekan, mulai 17 hingga 25 April 2026.

Kegiatan ini dipusatkan di Rumah Radakng dan sejumlah lokasi lainnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Rangkaian acara Naik Dango tahun ini menghadirkan beragam kegiatan adat, keagamaan, seni budaya, hingga perlombaan tradisional yang melibatkan masyarakat dari berbagai kecamatan.

Kegiatan diawali pada Jumat (17/4/2026) dengan adat Ngampar Bide dan misa syukur, dilanjutkan dengan ritual adat lainnya, seminar, hingga pertunjukan seni budaya lintas etnis.

Puncak acara akan berlangsung pada Selasa (21/4/2026) melalui seremoni pembukaan resmi yang diisi dengan berbagai sambutan dari tokoh adat dan pemerintah daerah.

Selain itu, masyarakat juga akan disuguhkan tarian panompo dari enam Dewan Adat Dayak kecamatan, pertunjukan jongan, serta penampilan artis Dayak.

Ketua Panitia, Vandrektus Derek, mengatakan bahwa Naik Dango bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum mempererat persatuan masyarakat.

“Naik Dango ke-3 ini menjadi wadah untuk melestarikan adat dan budaya Dayak sekaligus memperkuat kebersamaan antar etnis di Kota Pontianak.

Kami ingin kegiatan ini dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya Dayak, tetapi semua yang ada di Pontianak,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, berbagai lomba tradisional seperti meraut pabayo, pangkak gasing, menumbuk padi, hingga memasak pansoh dan tumpik akan digelar. Selain itu, pengunjung juga akan dihibur dengan pertunjukan musik dan penampilan artis Dayak setiap malamnya.

Pada hari terakhir, yaitu Sabtu (25/4/2026), acara akan ditutup dengan seremoni penutupan yang dirangkai dengan penampilan seni, lelang mandau, pembagian hadiah, hingga hiburan penutup.

Sekretaris panitia, Tarjan Sofian, menambahkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan kegiatan ini secara maksimal agar berjalan lancar dan meriah.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak Kota Pontianak, Yohanes Nenes, berharap Naik Dango dapat terus menjadi agenda budaya unggulan daerah.

Dengan rangkaian acara yang padat dan beragam, Naik Dango ke-3 diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat luas serta menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda di Pontianak.

Dukungan juga disampaikan langsung oleh DAD Provinsi Kalbar yang memastikan bagwa Naik Dango ke-3 menjadi kegiatan budaya terbaik dan diharapkan berlangsung lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menjadi ruang pelestarian adat serta budaya Dayak di Ibu Kota Provinsi Kalbar.

Ketua Umum DAD Provinsi Kalbar, Cornelius Kimha, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Gawai Naik Dango Kota Pontianak telah berjalan selama tiga tahun dan terus mengalami perkembangan positif. Pada tahun 2026 ini, panitia menargetkan penyelenggaraan yang lebih meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Naik Dango DAD Kota Pontianak yang ketiga ini mengangkat tema Ngampar Uma, Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman.

Tema ini mencerminkan semangat masyarakat Dayak dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya di tengah dinamika modernisasi,” ujar Cornelius Kimha.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan upacara adat. Selanjutnya, akan digelar arak-arakan budaya yang melibatkan berbagai etnis yang ada di Kota Pontianak sebagai wujud kebersamaan dan keberagaman.

Puncak acara ditandai dengan pembukaan resmi Gawai, yang kemudian diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Dayak. “Beragam kegiatan seni dan budaya yang berkaitan dengan adat istiadat Dayak akan ditampilkan selama pelaksanaan Gawai, hingga penutupan pada 26 April 2026,” jelasnya.

Cornelius juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat adat Dayak di Kota Pontianak dan sekitarnya, untuk hadir dan berpartisipasi dalam memeriahkan Gawai Naik Dango 3 tersebut.

“Mari kita ramaikan bersama kegiatan ini sebagai upaya mengembangkan serta melestarikan seni dan budaya Dayak di Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda