LANDAK, SP - Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ditunjukkan komunitas FRKP West Borneo Vespa Lovers dengan menggelar pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Saka 4, Desa Andeng, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan FRKP West Borneo Vespa Lovers di Kabupaten Landak dalam momentum peringatan Kemerdekaan RI tahun 2026. Sebelum menuju Saka 4, rombongan terlebih dahulu mengikuti TMP ke-8 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh komunitas Vespa Kabupaten Landak.
Ikuti TMP ke-8 Tahun 2026
Keikutsertaan dalam TMP ke-8 Tahun 2026 menjadi salah satu agenda penting FRKP West Borneo Vespa Lovers selama berada di Landak. Kegiatan tersebut diikuti sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan serta mereka yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.
Bagi FRKP West Borneo Vespa Lovers, kegiatan komunitas tidak hanya berkaitan dengan kecintaan terhadap Vespa, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepedulian sosial, persaudaraan dan semangat kebangsaan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan juga melaksanakan bakti sosial dengan mengunjungi saudara Jiki yang sedang sakit di Desa Riam Angan, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak.
Dari kegiatan TMP ke-8, bakti sosial, hingga pengibaran Merah Putih di puncak Saka 4, seluruh rangkaian perjalanan menjadi satu pengalaman yang sarat dengan nilai kemanusiaan, persaudaraan dan nasionalisme.
Menembus Medan Sulit Menuju Saka 4
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Landak, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Andeng, Kecamatan Sengah Temila, untuk melaksanakan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Saka 4.
Semangat perjuangan tampak ketika tim harus melewati jalan yang cukup sulit, licin dan berbatuan. Hujan bahkan menyambut rombongan saat perjalanan menuju puncak.
Tantangan semakin berat ketika malam tiba. Tim yang berkemah di puncak Saka 4 harus menghadapi hujan deras disertai gemuruh petir dan guntur.
Kondisi tersebut sempat membuat sejumlah peserta khawatir dan mengajak untuk turun. Namun, semangat perjuangan para pahlawan menjadi motivasi bagi anggota tim untuk tetap bertahan hingga pagi.
“Seumur-umurku, ini pertama kali kualami hujan petir di atas puncak gunung. Di atas puncak Saka 4 tak ada pohon besar. Ini yang membuat beberapa kawan takut karena kalau terjadi sesuatu tidak ada tempat berlindung,” ungkap salah seorang peserta.
Saat hujan dan petir semakin kuat, seluruh peserta memilih mematikan telepon seluler dan berdoa menurut keyakinan masing-masing.
Akibat hujan badai tersebut, hampir seluruh perlengkapan peserta basah. Tas, sepatu dan pakaian pun tak luput dari guyuran hujan.
Kondisi itu juga membuat Inspektur Upacara, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, harus mengenakan celana pendek dan kaos saat pelaksanaan upacara karena pakaian yang dipersiapkan sebelumnya ikut basah.
Merah Putih Tetap Berkibar
Meski harus melewati malam penuh tantangan, pagi hari seluruh peserta tetap melaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dengan sederhana namun penuh kekhidmatan.
Upacara dipimpin Bruder Stephanus Paiman OFMCap sebagai Inspektur Upacara. Komandan Upacara dipercayakan kepada Brikerdek, dirigen lagu Indonesia Raya Sis Nurjemah, sedangkan pembacaan teks Proklamasi dilakukan Bro Jhon Tepar.
Pengibaran Merah Putih di puncak Saka 4 tersebut menjadi puncak dari rangkaian perjalanan FRKP West Borneo Vespa Lovers di Kabupaten Landak.
Menariknya, upacara tersebut juga diikuti sebuah keluarga asal Pontianak yang sedang berlibur di Saka 4 menggunakan kendaraan double gardan. Mereka turut bergabung dan mengikuti upacara bersama rombongan.
Warga Sambut Hangat Kedatangan Tim
Kehadiran FRKP West Borneo Vespa Lovers mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Andeng.
Sudirman, atau yang akrab disapa Pak Tingting, warga Desa Andeng yang menerima kedatangan rombongan di kediamannya, mengaku senang dan bahagia karena komunitas tersebut bersedia datang dan bermalam di desanya.
“Senang, bahagia bahwa tim Vespa FRKP bersedia datang dan bermalam di desa kami. Semoga lain waktu dapat datang kembali,” ungkapnya gembira.
Bruder Stephanus Paiman OFMCap, yang merupakan salah seorang penasihat FRKP West Borneo Vespa Lovers, mengungkapkan kegembiraannya karena dapat melaksanakan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Saka 4.
Menurutnya, rangkaian kegiatan yang dimulai dari keikutsertaan dalam TMP ke-8 Tahun 2026, bakti sosial, hingga pengibaran Merah Putih merupakan perjalanan yang memiliki makna tersendiri.
Semua Peserta Bahagia
Salah seorang peserta FRKP West Borneo Vespa Lovers, Bambang Sudijantoro, mengatakan bahwa keberhasilan seluruh kegiatan tidak hanya diukur dari terlaksananya setiap agenda, tetapi juga dari kebahagiaan para peserta.
“Yang penting semua peserta bahagia. Sukses semua giat diikuti dan semua peserta bahagia,” serunya gembira.
Sementara itu, salah seorang tokoh kemanusiaan Kalimantan Barat yang ikut dalam perjalanan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Puji Tuhan, giat kami FRKP West Borneo Vespa Lovers dapat dilaksanakan dengan baik dalam penyertaan Tuhan. Giat TMP ke-8 Tahun 2026 di Riam Angan yang diselenggarakan oleh Tim Vespa Kabupaten Landak dapat kami ikuti, bakti sosial kunjungan saudara Jiki juga terlaksana, serta pengibaran Bendera Merah Putih terlaksana dengan baik dan sederhana. Tim juga pulang ke Pontianak penuh keceriaan,” ungkapnya.
Perjalanan menuju Saka 4 dan bertahan menghadapi hujan badai menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi seluruh peserta.
Dari TMP ke-8 Tahun 2026, kepedulian sosial melalui bakti sosial, hingga pengibaran Merah Putih di puncak Saka 4, FRKP West Borneo Vespa Lovers menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Vespa dapat berjalan beriringan dengan semangat persaudaraan, kepedulian terhadap sesama dan nasionalisme.
Di tengah keterbatasan dan ganasnya cuaca, Merah Putih akhirnya tetap berkibar.
Sebuah perjalanan sederhana, tetapi menyimpan pesan besar: semangat kemerdekaan tidak selalu lahir dari tempat yang mudah. Kadang, ia justru tumbuh dari perjuangan, hujan, lumpur, dinginnya malam dan keberanian untuk tetap bertahan. Merdeka! (*)