Potret post authorBob 30 November 2025

Tinjau Pemekaran Fakultas Baru di IAIN Pontianak, Kemenpan RB Arahkan Pengembangan FDKI dan FUSHA

Photo of Tinjau Pemekaran Fakultas Baru di IAIN Pontianak, Kemenpan RB Arahkan Pengembangan FDKI dan FUSHA

PONTIANAK, SP - Tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melakukan kunjungan ke IAIN Pontianak pada Kamis, 28 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI).

Tim yang berjumlah empat orang dan dipimpin oleh Ryan Dwi Firmansyah tersebut datang untuk meninjau perkembangan kelembagaan pascapemekaran Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) menjadi dua fakultas baru, yakni FDKI dan FUSHA.

Pertemuan ini dihadiri oleh segenap pejabat struktural fakultas dan para dosen, kaprodi dan sekprodi fakultas.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Kemenpan RB menanyakan perkembangan kedua fakultas baru serta menggali informasi mengenai tantangan yang mungkin muncul selama proses pemekaran.

Mereka juga menelusuri arah pengembangan kelembagaan di lingkungan IAIN Pontianak, terutama terkait penataan struktur fakultas dan program studi.

Dekan FDKI, Dr. Yusriadi, MA., menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan kesempatan untuk menyampaikan perkembangan terkini serta aspirasi fakultas secara langsung kepada pihak kementerian, yang sebelumnya umumnya disampaikan melalui Dirjen Pendis.

Sementara itu, pimpinan FUSHA menjelaskan bahwa fakultas ini sedang menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang memuat rencana pemekaran berikutnya, yaitu pembentukan Fakultas Psikologi, dan meminta arahan terkait proses kelembagaan yang perlu dipersiapkan.

Tim Kemenpan RB memberikan penjelasan mengenai pentingnya PTKIN mendorong Kementerian Agama, khususnya Dirjen Pendis, untuk menetapkan aturan yang lebih jelas terkait pembentukan lembaga dan nomenklatur pejabat serta penempatan program studi.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Kemenpan RB menegaskan bahwa peran mereka adalah sebagai fasilitator, sementara koordinasi teknis tetap berada pada jalur PTKIN dan Dirjen Pendis.

PTKIN juga diminta untuk menggerakkan forum rektor maupun forum dekan dalam mendorong penyeragaman nomenklatur, jenjang kelembagaan, hingga struktur program studi di seluruh PTKIN, sehingga ke depan diharapkan hanya ada satu bentuk kelembagaan yaitu UIN dengan nomenklatur pejabat dan program studi yang lebih seragam.

Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan pengembangan kelembagaan di IAIN Pontianak serta mendukung upaya penataan struktur pendidikan tinggi keagamaan Islam secara nasional. (*)

 

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda