Bengkayang post authorKiwi 30 November 2025

Pemkab Bengkayang Gelar Tanam Perdana Program Cetak Sawah Rakyat di Desa Sahan

Photo of Pemkab Bengkayang Gelar Tanam Perdana Program Cetak Sawah Rakyat di Desa Sahan

Bengkayang,SP – Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian menggelar tanam perdana padi pada lokasi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kamis lalu.

Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi program perluasan sawah produktif sebagai bagian dari Gema Membangun Desa Mendukung Swasembada Pangan.

Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Dr. A. Yan mengatakan, perluasan sawah melalui CSR merupakan strategi penting memperkuat ketahanan pangan di tengah tekanan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan kondisi geopolitik dunia.

“Ketahanan dan swasembada pangan adalah prioritas pemerintah. Bengkayang memiliki peran strategis sebagai daerah penghasil beras dan sentra jagung, sehingga percepatan pembangunan sektor pertanian menjadi penting,” ujarnya.

Ia menyebut sedikitnya enam tujuan utama swasembada pangan, yakni menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi ketergantungan impor, memperkuat ekonomi nasional, menaikkan taraf hidup petani, serta menjaga stabilitas nasional.

Pada 2025, Kabupaten Bengkayang memperoleh alokasi 100 hektare cetak sawah serta enam unit Brigade Pangan. Berdasarkan laporan DKPP per 23 November 2025, progres pelaksanaan CSR mencapai 57,40 persen, meliputi land clearing 56,9 hektare dan land leveling 0,5 hektare.

Program ini tidak hanya membuka lahan baru, tetapi juga memberikan dukungan penuh kepada kelompok tani berupa alat dan mesin pertanian, benih padi unggul, pupuk, pestisida, serta pelatihan dan pendampingan teknis.

Yan menambahkan, percepatan tanam di berbagai jenis lahan baik irigasi, rawa, maupun lahan kering perlu terus didorong. Ia menekankan pentingnya peran penyuluh dan dukungan TNI, khususnya Kodim 1209/Bengkayang, agar target luas tambah tanam (LTT) tercapai.

Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Akhmad Musyafak, mengatakan program CSR menjadi pilar penting dalam memperluas basis produksi pangan nasional.

“Kegiatan di Desa Sahan sangat strategis. Selain menambah sawah produktif, CSR membuka peluang peningkatan pendapatan petani serta memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat,” katanya.

Ia memastikan Kementerian Pertanian memberikan pendampingan penuh melalui penyediaan benih unggul, penerapan teknologi mekanisasi, penguatan kegiatan pascapanen, dan bimbingan teknis di lapangan.

Musyafak sekaligus meresmikan pelaksanaan tanam perdana CSR di Desa Sahan.

 

Wujudkan Swasembada Pangan

Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) mulai bergulir di Provinsi Kalimantan Barat dengan pelaksanaan gerakan tanam perdana di Kabupaten Bengkayang, sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

“CSR yang sudah kita mulai di Bengkayang, tepatnya di Kelompok Tani Pejaor, merupakan bagian dari Gerakan Membangun Desa Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mendukung swasembada pangan,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Florentinus Anum, di Pontianak.

Ia menjelaskan bahwa hadirnya program CSR dimaksudkan untuk meningkatkan produksi pangan nasional melalui penciptaan lahan pertanian baru yang produktif. Transformasi lahan-lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal menjadi area persawahan berkelanjutan juga didukung oleh pembangunan infrastruktur pertanian dan penerapan teknologi modern.

“Tujuan besar program ini adalah meningkatkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Menurut Anum, pelaksanaan CSR tentu menghadapi tantangan, terutama dalam penyiapan lahan baru dan ketersediaan sarana pendukung. Namun ia optimistis hambatan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi lintas sektor dan semangat gotong-royong masyarakat.

“Mari kita bekerja sama memastikan upaya swasembada pangan ini berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani yang menjadi ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. Pemerintah, katanya, akan terus memberikan dukungan dan pendampingan agar petani dapat meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam rangka mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat dalam bidang pangan,” ujarnya.

Provinsi Kalbar menargetkan luas tanam Januari–Desember 2025 mencapai 615.059 hektare. Adapun capaian luas tanam periode Januari–Oktober 2025 tercatat 327.847 hektare, sedangkan capaian musim tanam Oktober 2024–September 2025 mencapai 416.262 hektare. Menteri Pertanian mensyaratkan luas tanam pada musim Oktober 2024–September 2025 harus meningkat 20 persen dari musim sebelumnya.

Untuk menambah luas tanam, pemerintah pusat dan daerah mengalokasikan bantuan bagi Kabupaten Bengkayang. Dari APBD, dialokasikan 300 hektare untuk pengembangan padi. Sementara itu melalui APBN disalurkan bantuan benih terdiri atas padi inbrida lahan OPLA 2024 seluas 500 hektare, OPLA 2025 seluas 1.231 hektare, padi lahan kering 2.174 hektare, padi inbrida aspirasi 2.423 hektare, serta padi pada lahan cetak sawah rakyat seluas 100 hektare.

Selain itu, bantuan jagung melalui APBD dialokasikan 150 hektare dan jagung aspirasi melalui APBN seluas 2.423 hektare.

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda