BENGKAYANG,SP– Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Bengkayang, Rabu (26/11).
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE., M.M., dan diikuti unsur Forkopimda, perangkat daerah, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta organisasi pemerhati kebencanaan.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 300.2.8/9333/SJ tanggal 18 November 2025 tentang peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Bupati Darwis dalam amanatnya menegaskan bahwa Bengkayang merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem lainnya, terutama memasuki puncak musim hujan.
“Curah hujan tinggi, kondisi sungai yang mudah meluap, dan wilayah rawan longsor menuntut kesiapsiagaan ekstra dari seluruh unsur. Kita harus satu langkah lebih awal dalam menghadapi potensi bencana,” kata Bupati.
Ia mengajak masyarakat untuk terus mewaspadai perubahan cuaca dengan mengikuti informasi resmi BMKG, memahami jalur evakuasi, serta segera melapor jika menemukan potensi bahaya di lingkungan masing-masing. Keselamatan disebut sebagai prioritas utama dalam setiap penanganan bencana.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor tanpa ego sektoral antara TNI–Polri, BPBD, perangkat daerah, dan relawan dalam memperkuat respons cepat di lapangan. Seluruh sarana prasarana evakuasi, kendaraan operasional, logistik darurat, dan sistem komunikasi diminta dipastikan dalam kondisi siap pakai.
“Saya mengapresiasi peran TNI–Polri, BPBD, dan para relawan yang selama ini berada di garis depan saat bencana terjadi. Edukasi mitigasi, peringatan dini, serta prosedur evakuasi harus terus ditingkatkan secara masif,” ujarnya.
Bupati menugaskan BPBD bersama perangkat daerah terkait untuk meningkatkan patroli wilayah rawan bencana, mengoptimalkan stok logistik darurat, dan mengaktivasi posko siaga secara terkoordinasi di seluruh kecamatan. Ia menegaskan bahwa upaya mitigasi tidak boleh bersifat reaktif.
“Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru bergerak. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan risiko dan melindungi masyarakat,” katanya.
Apel ditutup dengan pemeriksaan pasukan serta pengecekan sarana dan prasarana oleh Bupati bersama unsur Forkopimda sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di wilayah Bengkayang.