Bengkayang post authorKiwi 28 November 2025

Apel Besar HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 Digelar di Perbatasan, Bengkayang Serukan Pemerataan Mutu Pendidikan

Photo of Apel Besar HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 Digelar di Perbatasan, Bengkayang Serukan Pemerataan Mutu Pendidikan

Bengkayang,SP – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar Apel Besar Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Lapangan Sepak Bola Dusun Pa’up, Desa Siding, Kecamatan Siding, Kamis (27/11).

Pelaksanaan di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia itu menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dan para pendidik dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan hingga daerah 3T.

Ribuan guru dari 17 kecamatan memenuhi lapangan upacara dengan mengenakan Batik Kusuma Bangsa. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bengkayang, Bunda Guru Bengkayang Anita Darwis, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Bengkayang, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Neneng, Sekretaris Umum PGRI Kalbar, jajaran OPD, serta tokoh masyarakat dan pendidikan.

Upacara diawali pembacaan sejarah singkat PGRI oleh Ketua PK PGRI Bengkayang, disusul pembacaan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI oleh Sekretaris Umum PGRI Kalbar. Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI oleh Bupati Bengkayang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono mengatakan, penyelenggaraan apel besar di perbatasan merupakan bentuk penyampaian pesan bahwa para guru di wilayah 3T terus bekerja cerdas dan melayani dengan hati, meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana.

“Ini adalah komitmen kami untuk mengurai dan mengurangi disparitas pendidikan di daerah perbatasan. Dedikasi guru tidak pernah berhenti untuk melahirkan murid dan SDM yang unggul, berakhlak, dan berbudaya dalam kerangka pendidikan bermutu bagi semua,” ujarnya.

Heru menegaskan, para pendidik di perbatasan tidak mencari sanjungan. Namun, mereka berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih agar anak-anak di batas negeri dapat mengejar kemajuan pendidikan yang terus bergerak cepat.

“Dari beranda batas negeri, kami menyampaikan pesan solidaritas. Anak-anak di perbatasan juga harus maju, adaptif, dan transformatif. Dukungan dan empati dari pemerintah pusat sangat diperlukan agar mereka mendapatkan kesempatan yang sama,” katanya.

Heru menambahkan bahwa pengabdian guru di perbatasan menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis tidak menyurutkan komitmen mereka mendidik generasi bangsa. “Guru hebat, Indonesia kuat. Guru bermutu, Indonesia maju. Semangat itu kami bawa dari perbatasan untuk Indonesia,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 di Siding disebut mempertegas bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya wacana, tetapi dilakukan nyata dengan kehadiran pemerintah dan organisasi profesi langsung di wilayah terluar Kabupaten Bengkayang.

Dalam amanat Mendikdasmen, yang dibacakan Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, ditekankan bahwa kekuatan bangsa ditentukan oleh kualitas pendidik. Guru didorong memperkuat profesionalisme, adaptasi teknologi, dan keteladanan dalam membangun karakter peserta didik.

Tema nasional peringatan tahun ini, “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas,” disebut selaras dengan upaya pemerintah daerah yang tengah mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan terutama di wilayah terluar.

Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membimbing, menginspirasi, dan membentuk karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam amanat tersebut, Mendikdasmen menegaskan pentingnya keteladanan guru, penguasaan teknologi pembelajaran, serta komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi menghadapi perkembangan dunia pendidikan.

Dengan semangat HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025, seluruh pendidik di Kabupaten Bengkayang diharapkan terus menjaga integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam menjalankan tugas.

"Semoga rangkaian kegiatan ini menjadi energi baru bagi seluruh guru untuk terus berkarya, berinovasi, dan memajukan pendidikan demi mewujudkan SDN Mantap Bengkayang Gemilang," ujar Bupati.

Ketua Umum PB PGRI dibacakan oleh Sekretaris Umum Pengurus Provinsi PGRI Kalimantan Barat, Suherdiyanto, S.Pd., M.Pd. Dengan tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas,” PGRI menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan kesejahteraan guru, serta penguatan organisasi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Pentingnya meningkatkan kesejahteraan guru, memperkuat peran organisasi, serta mendorong guru untuk adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi digital," ujarnya.

Setelah upacara, pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada sejumlah pengurus cabang PGRI yang menunjukkan kinerja terbaik sepanjang 2025. Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue HUT ke-80 PGRI dan ramah tamah sebagai bentuk penguatan solidaritas antarpendidik.(nar)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda