Bengkayang,SP – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Institut Shanti Bhuana (ISB) menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan International Collaboration bersama SOA (Sahabat Orang Tua dan Anak), Psychological and Educational Support Center yang berbasis pada Support, Overcome, Achieve.
Kegiatan intensif yang dikemas dalam bentuk workshop ini berlangsung sukses selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 November 2025. Kolaborasi ini menghadirkan narasumber ahli, yaitu Ibu Hanlie Muliani, M.Psi., Psikolog selaku Founder SOA, bersama Ibu Liem Andreanny Halim sebagai Co-Founder SOA.
Melalui rangkaian kegiatan yang komprehensif, Program studi PGSD ISB sebagai inisiator acara, merancang kegiatan ini untuk memberikan manfaat holistik kepada seluruh ekosistem pendidikan. Pada hari pertama, tanggal 17 November kegiatan dilakukan kepada seluruh mahasiswa PGSD, yang dibekali keterampilan penting melalui workshop “Effective Communication Skills for Handling Difficult Students”. Sebagai calon guru, mahasiswa-mahasiswi PGSD diharapkan mampu memahami anak yang memiliki kesulitan atau gangguan dalam belajar dengan komunikasi yang efektif untuk membangun hubungan yang positif antar guru dan siswanya.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan pada tanggal 18 November. Acara kedua ini, diawali pada pagi hari yang dikhususkan untuk Guru dan Kepala Sekolah. Fokusnya adalah pada peningkatan profesionalisme tenaga pendidik di Kabupaten Bengkayang dengan materi “Identification of Children with Learning Disorders (Dyslexia, Dyscalculia, Developmental Language Disorder, Dysgraphia, Dyspraxia)”. Secara spesial, sesi ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Rektor ISB, Rm. Marianus Dinata Alnija, S.S., M.Hum, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Bapak Heru Pujiono, SKM, MKM, yang menunjukkan adanya dukungan penuh institusi dan pemerintah daerah.
Siang harinya, kegiatan dilanjutkan khusus untuk Dosen dan Tendik yang ada di Institut Shanti Bhuana. Dosen dan tenaga kependidikan ISB mengikuti sesi sharing “Understanding Mental Health Issues in Adolescents” pada pukul 14.20, sebagai langkah proaktif dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan melibatkan orang tua siswa SD Labschool ISB melalui workshop “Positive Parenting: Guiding Children with Love and Role Modeling”, menekankan peran orang tua sebagai teladan utama yang dilaksanakan pada tanggal 19 November 2025.
Kegiatan ini bertujuan utama untuk menjembatani gap antara teori pendidikan dan kebutuhan praktik di lapangan, khususnya dalam aspek psikologis anak.
Sebagai peningkatan kompetensi khusus, bagi guru dan mahasiswa PGSD, workshop ini memberikan keahlian praktis dalam mengidentifikasi gejala kesulitan belajar (seperti disleksia dan diskalkulia) dan keterampilan komunikasi efektif untuk menangani siswa yang sulit belajar. Selain itu, kegiatan ini mendukung iklim akademik sehat, melalui sesi kesehatan mental untuk dosen dan tendik yang dapat membantu menciptakan lingkungan kampus yang suportif dan sensitif terhadap isu remaja.
Hingga edukasi positive parenting, yang memperkuat peran orang tua sebagai mitra sekolah dalam menciptakan perkembangan anak yang seimbang secara akademis dan emosional.
"Program Studi PGSD memiliki peran sentral dalam mencetak guru-guru masa depan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka terhadap dimensi psikologis dan kebutuhan khusus siswa. Kolaborasi dengan SOA ini adalah wujud nyata upaya kami dalam mencapai visi tersebut" jelas Kepala Program Studi PGSD, Bapak Siprianus Jewarut, S.S., M.Pd.
Kesuksesan kolaborasi ini, menandai langkah maju prodi PGSD, Institut Shanti Bhuana dalam memperluas jejaring internasional dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu sumber daya manusia di Kabupaten Bengkayang.
Penulis: Felisitas Viktoria Melati.