Sambas post author Kiwi 28 Juli 2026

Dari Persaudaraan Menuju Perbatasan: Parade Skuter Borneo XXI Hidupkan Temajuk, Satukan Scooterist Nusantara untuk Negeri

Photo of Dari Persaudaraan Menuju Perbatasan: Parade Skuter Borneo XXI Hidupkan Temajuk, Satukan Scooterist Nusantara untuk Negeri

SAMBAS, SP - Di ujung paling utara Kalimantan Barat (Kalbar), tempat Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia, deru mesin Vespa kembali memecah keheningan Desa Temajuk.

Namun, kedatangan ratusan scooterist dari berbagai penjuru Nusantara bukan sekadar untuk menikmati perjalanan atau berkumpul bersama sesama pecinta skuter klasik.

Mereka datang membawa semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap negeri.

Melalui Parade Skuter Borneo (PSB) XXI Temajuk, para scooterist membuktikan bahwa sebuah komunitas tidak hanya identik dengan touring, tetapi juga mampu menjadi duta wisata, penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus menghadirkan aksi nyata bagi warga di kawasan perbatasan.

Selama beberapa hari, Desa Temajuk yang terkenal dengan pantai-pantainya yang eksotis berubah menjadi ruang perjumpaan lintas budaya.

Scooterist dari berbagai provinsi di Indonesia berkumpul, berbagi cerita, menikmati keindahan alam, sekaligus memperkenalkan pesona perbatasan Kalimantan Barat kepada para pengunjung.

Namun lebih dari itu, rangkaian kegiatan sosial menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan PSB XXI.

Pembagian bantuan sosial kepada masyarakat serta pembagian Bendera Merah Putih kepada warga perbatasan menjadi simbol bahwa semangat kebangsaan selalu hadir dalam setiap perjalanan komunitas Vespa.

sekaligus Pendiri dan Penasehat Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) West Borneo Vespa Lovers, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, mengatakan bahwa perjalanan komunitas Vespa seharusnya selalu meninggalkan manfaat bagi masyarakat yang dikunjungi.

"Bagi kami, perjalanan bukan hanya soal mencapai tujuan, tetapi bagaimana setiap persinggahan meninggalkan jejak kebaikan. Ketika scooterist datang ke Temajuk, mereka bukan hanya menikmati panorama alam, tetapi juga membawa kepedulian, berbagi dengan masyarakat, dan meneguhkan semangat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa," katanya.

Menurut Bruder Steph, komunitas Vespa memiliki kekuatan besar untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

"Komunitas Vespa adalah jaringan persaudaraan yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Ketika satu daerah menjadi tuan rumah sebuah kegiatan besar, sesungguhnya daerah itu sedang memperkenalkan dirinya kepada ribuan orang. Karena itu, setiap kegiatan harus memberikan manfaat bagi masyarakat, UMKM, pariwisata, dan generasi muda," papar Bruder Steph yang juga merupkan Ketua FRKP.

Pria yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan itu juga mengapresiasi semangat panitia muda yang berhasil menggelar kegiatan di kawasan perbatasan.

Menurutnya, keberanian memilih Temajuk sebagai lokasi kegiatan menunjukkan bahwa komunitas Vespa mampu menjadi mitra pembangunan daerah melalui promosi wisata dan pemberdayaan masyarakat.

Belajar dari Pengalaman, Bergerak Bersama

Di balik suksesnya penyelenggaraan PSB XXI Temajuk, tersimpan kisah tentang semangat belajar lintas generasi.

Ketua Panitia Pelaksana, Dabok alias Rangga, mengungkapkan bahwa jauh sebelum kegiatan berlangsung, dirinya bersama beberapa rekan sengaja datang ke Markas FRKP West Borneo Vespa Lovers di Jalan Purnama, Pontianak.

Tujuannya hanya satu, meminta arahan kepada sosok yang mereka anggap sebagai orang tua sekaligus mentor dalam dunia organisasi dan kegiatan komunitas, Bruder Stephanus Paiman OFMCap.

"Jauh hari sebelum kegiatan dilaksanakan, saya dan beberapa kawan datang ke Markas FRKP di Purnama untuk meminta masukan dan belajar langsung dari Bruder Stephanus Paiman, yang kami anggap sebagai orang tua kami. Beliau memiliki segudang pengalaman menyelenggarakan berbagai event besar," ujar Rangga Dabok.

Rangga mengenang bagaimana Bruder Steph pernah menggagas kegiatan otomotif berskala besar di Pantai Pasir Panjang pada 2003 yang melibatkan hampir seluruh komunitas roda dua dan roda empat di Kalbar.

Pengalaman panjang itulah yang kemudian menjadi referensi penting bagi panitia muda dalam menyusun konsep PSB XXI Temajuk.

"Kami masih ingat, pada tahun 2003 beliau menyelenggarakan kegiatan besar di Pasir Panjang yang melibatkan seluruh komunitas roda dua bahkan roda empat di Kalimantan Barat. Alhamdulillah beliau bersedia berbagi pengalaman, memberikan banyak masukan, bahkan memperkenalkan kami kepada sejumlah pejabat di tingkat provinsi, pemerintah daerah, hingga para donatur," katanya.

Di akhir penyampaiannya, Rangga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Bruder Steph.

"Banyak terima kasih Pak Bruder. Kami hanya bisa mendoakan semoga Bapak selalu diberikan kesehatan agar terus menjadi inspirasi bagi kami semua," tutur Dabok.

Mengangkat Nama Temajuk

Bagi Pemerintah Desa Temajuk, penyelenggaraan Parade Skuter Borneo XXI bukan hanya menjadi agenda komunitas, tetapi juga momentum penting untuk memperkenalkan desa yang berada di garis terdepan Indonesia.

Kepala Desa Temajuk, Agil Firmansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan scooterist yang telah memilih Temajuk sebagai lokasi kegiatan nasional tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia PSB XXI Temajuk dan seluruh scooterist yang telah hadir di Desa Temajuk. Kehadiran saudara-saudara semua memberikan semangat baru bagi masyarakat kami," ujarnya.

Menurut Agil, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut karena memberikan dampak positif bagi perkembangan desa.

"Kami berharap event seperti ini bisa terus dilaksanakan di Temajuk. Besar harapan kami, dengan datangnya scooterist dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri, potensi wisata Temajuk akan semakin dikenal dan mampu mendorong kemajuan ekonomi masyarakat," sambung Agil.

Sebagai desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Temajuk memiliki kekayaan wisata alam berupa pantai berpasir putih, hutan tropis, serta budaya masyarakat pesisir yang masih terjaga.

Kehadiran komunitas Vespa dari berbagai daerah menjadi promosi yang efektif karena setiap peserta membawa pulang cerita dan pengalaman tentang keindahan desa di ujung utara Pulau Borneo.

Bukan Sekadar Touring

Bagi panitia, Parade Skuter Borneo XXI memang tidak pernah dirancang hanya sebagai ajang berkumpul para pecinta Vespa.

Rangkaian kegiatan sosial seperti pembagian bantuan kepada masyarakat dan pembagian Bendera Merah Putih merupakan bagian dari pesan bahwa komunitas Vespa juga memiliki tanggung jawab sosial.

"Harapan kami, melalui kegiatan seperti pembagian bantuan sosial dan pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat perbatasan, PSB XXI memberikan manfaat nyata bagi warga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi wisata Temajuk sebagai gerbang Indonesia di ujung Borneo," ujar Rangga.

Semangat itulah yang menjadikan Parade Skuter Borneo XXI lebih dari sekadar pertemuan komunitas. Di balik deru mesin Vespa yang melintasi jalan-jalan perbatasan, tersimpan pesan tentang persaudaraan, nasionalisme, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap Indonesia.

Di Temajuk, para scooterist tidak hanya meninggalkan jejak ban di jalanan desa. Mereka juga meninggalkan jejak persahabatan, semangat gotong royong, dan harapan bahwa suatu hari nanti, desa kecil di ujung Borneo itu akan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.

Karena bagi para pecinta Vespa, setiap perjalanan bukan hanya soal mencapai tujuan, melainkan tentang menghadirkan manfaat di setiap tempat yang disinggahi dan menjadikan persaudaraan sebagai bahan bakar utama dalam mengarungi ribuan kilometer jalan Nusantara. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda