SINGKAWANG,SP - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Singkawang, sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.
Kunjungannya didampingi Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.
AHY menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
“Saya senang dalam kunjungan ke Kota Singkawang ini didampingi langsung Ibu Wali Kota. Hari ini kita berada di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat," kata AHY.
Di Provinsi Kalimantan Barat, katanya, ada tiga proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan visi Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan.
Menurut dia, program Sekolah Rakyat bertujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang baik dan berkualitas secara gratis.
“Ini gratis bagi masyarakat yang tidak mampu. Kita ingin memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak agar memiliki masa depan lebih baik,” ujarnya.
Dia menjelaskan, di Kalimantan Barat terdapat tiga lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yakni di Kota Pontianak, satu lokasi milik Pemerintah Kota Singkawang yang saat ini ditinjau, serta satu lokasi milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang juga dibangun di Singkawang.
Berdasarkan laporan dari pelaksana teknis, progres pembangunan Sekolah Rakyat di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 11 persen. Pemerintah menargetkan proyek itu dapat diselesaikan pada pertengahan 2026.
“Tadi disampaikan progres kurang lebih 11 persen. Kita harapkan bisa terus dikejar agar pada 2026 dapat dituntaskan,” ungkapnya.
AHY mengungkapkan, sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pembangunan antara lain faktor cuaca serta ketersediaan tenaga kerja, mengingat proyek tersebut bersifat padat karya.
Untuk setiap lokasi, kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar Rp240 Miliar, sehingga total anggaran untuk tiga proyek di Kalimantan Barat mencapai sekitar Rp750 Miliar.
Dari sisi fasilitas, Sekolah Rakyat dirancang sebagai kompleks pendidikan terintegrasi yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan.
Fasilitas yang akan dibangun antara lain ruang kelas, laboratorium, gedung serbaguna, serta sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan lintasan lari.
“Kalau melihat blueprint-nya, ini ideal. Dalam satu kompleks ada sentra pendidikan yang lengkap, termasuk fasilitas olahraga. Kapasitasnya bisa menampung hingga 1.200 siswa,” jelasnya.
Dia berharap, setelah rampung, Sekolah Rakyat di Singkawang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak generasi muda yang unggul dan berintegritas.
AHY juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keselamatan kerja dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Boleh kita bekerja cepat, tetapi keselamatan nomor satu dan kualitas konstruksi tidak boleh dinomorduakan. Kita ingin cepat, tapi cepat yang berkualitas,” tegasnya. (rud)