SINGKAWANG, SP - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, terus dilakukan secara intensif. Senin (14/9).
Tim gabungan kembali melaksanakan pemadaman dan pendinginan dengan memanfaatkan X-Fire untuk menjangkau sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap maupun memiliki potensi munculnya kembali api.
Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan mengatakan, Karhutla di kawasan tersebut telah memasuki hari ke-25. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terdampak masih diperkirakan sekitar 36,5 hektare dan belum mengalami penambahan.
"Area yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditumbuhi kebun sawit, karet, nanas dan rambutan, serta ilalang dan semak belukar yang mengering sehingga membutuhkan penanganan secara berkelanjutan," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Singkawang Utara bersama Koramil 1202-03/Singkawang, MPA Kelurahan Sungai Rasau, MPA Setapuk Kecil, MPA Sungai Bulan serta staf Kecamatan Singkawang Utara bahu-membahu melakukan pemadaman, pendinginan, penyisiran dan pemantauan. Kondisi lahan gambut serta minimnya sumber air menjadi tantangan tersendiri, sehingga setiap titik yang masih mengeluarkan asap terus dipantau agar tidak kembali membesar.
"Untuk mendukung ketersediaan air, sebelumnya juga telah dilakukan normalisasi parit di sepanjang Jalan Senen serta penggalian penampungan air di dalam parit menggunakan excavator milik Pemerintah Kota Singkawang," ujarnya.
Penampungan berukuran sekitar 5 x 6 meter dengan kedalaman 3 meter tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan sumber air sekaligus mempermudah mobilitas tim dalam melakukan pemadaman di sekitar lokasi Karhutla.
Dia menegaskan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Meskipun api utama untuk sementara berhasil dipadamkan, beberapa titik api kecil dan kepulan asap masih ditemukan, sehingga proses pendinginan dan penyisiran tidak boleh dihentikan sampai kondisi benar-benar aman.
Polres Singkawang mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
"Kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi juga memastikan masyarakat tetap aman serta mencegah Karhutla kembali meluas. Dengan sinergi dan kepedulian bersama, Singkawang diharapkan tetap aman dan bebas asap," ungkapnya. (rud)