Ketapang post author Kiwi 14 September 2026

Dari IGD hingga Rawat Inap, RS Pratama Sandai Mulai Hadir untuk Masyarakat

Photo of Dari IGD hingga Rawat Inap, RS Pratama Sandai Mulai Hadir untuk Masyarakat

KETAPANG, SP - Tepuk tangan dan sambutan hangat masyarakat menyambut langkah baru pelayanan kesehatan di Sandai. Atraksi pencak silat menjadi pembuka kegiatan, menghadirkan nuansa budaya sekaligus menggambarkan semangat masyarakat menyambut hadirnya fasilitas kesehatan yang selama ini dinantikan.

Di tengah suasana itu, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP, M.Si bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang dr. Feria Kowira tiba di RS Pratama Sandai Pangeran Ratu Kusuma Anom, Kamis (14/9/2026). Keduanya disambut Direktur RS Pratama Sandai Pangeran Ratu Kusuma Anom beserta jajaran.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir. Di antaranya Brigjen TNI Romi dari Mabes TNI, Staf Ahli Bupati, kepala OPD, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Camat Sandai bersama Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh adat, Forum Komunikasi Etnis dan Budaya, para kepala desa se-Kecamatan Sandai, pimpinan perusahaan, pimpinan perbankan, hingga tenaga kesehatan.

Namun, hari itu bukan sekadar tentang seremoni. Ada sesuatu yang jauh lebih penting: pintu pelayanan kesehatan mulai dibuka.

RS Pratama Sandai Pangeran Ratu Kusuma Anom mulai melayani masyarakat melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan rawat inap.

Rumah sakit ini memang belum sepenuhnya selesai. Sejumlah unit pelayanan lainnya masih dalam proses pembangunan dan penyiapan. Rencananya, seluruh fasilitas rumah sakit akan diresmikan secara menyeluruh pada Oktober mendatang.

Tetapi pemerintah memilih untuk tidak menunggu seluruh bangunan selesai sebelum manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Namun saya tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai semuanya selesai untuk merasakan manfaat rumah sakit ini,” ujar Bupati Ketapang.

Karena itu, pelayanan IGD dan rawat inap dibuka lebih awal. Harapannya sederhana, tetapi penting: ketika masyarakat membutuhkan pertolongan medis, mereka tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bukan Sekadar Bangunan

Hadirnya rumah sakit di Sandai menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Selama ini, jarak menjadi salah satu persoalan ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan. Dengan beroperasinya RS Pratama Sandai, akses tersebut diharapkan menjadi lebih mudah, terutama bagi masyarakat Sandai dan wilayah sekitarnya.

Bahkan, rumah sakit ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Sandai. Masyarakat dari kecamatan sekitar seperti Simpang Hulu, Simpang Dua, Sungai Laur hingga Nanga Tayap juga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia.

Sebagai bentuk perhatian sekaligus hadiah bagi masyarakat, pemerintah juga menggratiskan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut hingga Desember mendatang.

Kebijakan itu diharapkan semakin mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang kini hadir lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Tak berhenti pada pelayanan kesehatan, pemerintah juga membawa pelayanan administrasi kependudukan langsung ke lokasi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil turut memberikan pelayanan kepada masyarakat. Warga dapat mengurus KTP, Kartu Keluarga dan berbagai dokumen kependudukan lainnya tanpa harus pergi jauh.

Dengan begitu, satu momentum di Sandai menghadirkan dua pelayanan sekaligus: kesehatan yang semakin dekat dan administrasi kependudukan yang semakin mudah.

Hadir di Tengah Masa Sulit

Kehadiran rumah sakit tersebut berlangsung ketika Kabupaten Ketapang masih menghadapi kondisi yang tidak mudah.

Kemarau panjang, krisis air bersih dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah.

Pemerintah Kabupaten Ketapang bahkan telah menaikkan status penanganan menjadi Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian. Sebab, persoalan yang dihadapi satu wilayah bukan hanya menjadi persoalan wilayah itu sendiri.

“Dalam kondisi seperti ini, tidak ada wilayah yang berdiri sendiri. Ketapang adalah rumah besar kita bersama,” ujar Bupati.

Semangat gotong royong dan kepedulian menjadi penting untuk melewati masa sulit tersebut. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai pihak diharapkan dapat saling menguatkan. Semangat yang sama pula yang ingin dibangun melalui kehadiran RS Pratama Sandai.

Rumah sakit itu diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah bangunan dengan fasilitas dan ruangan. Lebih dari itu, ia harus menjadi tempat masyarakat menemukan pertolongan ketika membutuhkan, memperoleh pelayanan yang baik, sekaligus merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.

“Saya ingin rumah sakit ini bukan sekadar bangunan, tetapi benar-benar hidup dan memberikan manfaat,” tegas Bupati.

Mendekatkan Pelayanan, Menghadirkan Manfaat

Pembukaan IGD dan rawat inap RS Pratama Sandai menjadi salah satu langkah dalam mewujudkan Misi ke-7 pembangunan Kabupaten Ketapang, yakni peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Sebab, pelayanan publik pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak fasilitas yang dibangun.

Yang lebih penting adalah seberapa dekat fasilitas itu dengan masyarakat, seberapa mudah dijangkau, dan seberapa nyata manfaatnya dirasakan.

Dari Sandai, harapan itu mulai dibangun.

Ketika pintu IGD mulai terbuka, ketika tempat tidur rawat inap mulai disiapkan, dan ketika tenaga kesehatan mulai melayani, sebuah pesan sederhana ikut hadir: masyarakat tidak harus selalu pergi jauh untuk mendapatkan pelayanan yang layak.

RS Pratama Sandai Pangeran Ratu Kusuma Anom kini mulai menjalankan perannya.

Belum semuanya sempurna. Masih ada fasilitas yang sedang dibangun dan pelayanan yang akan terus dilengkapi.

Namun setidaknya, langkah pertama telah dimulai.

Dan bagi masyarakat Sandai serta wilayah sekitarnya, langkah kecil itu berarti satu hal besar: akses kesehatan kini semakin dekat. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda