KETAPANG, SP - Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia Raja Juli Antoni MA PhD di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Selasa (8/9) malam.
Dalam kegiatan tersebut, Menhut Raja Juli Antoni didampingi langsung Bupati Ketapang Alexander Wilyo SSTP MSi, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pihak terkait.
Sebelum rakor, Menhut bersama Bupati Ketapang dan jajaran Forkopimda meninjau langsung lokasi kebakaran untuk melihat kondisi serta upaya penanganan karhutla di lapangan.
Usai rakor, Menhut mengatakan jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Ketapang terus mengalami penurunan berkat sinergi seluruh pihak dalam melakukan penanganan kebakaran.
“Dari data yang ada per malam tadi, hotspot di Ketapang terus turun. Berkat kerja sama Bupati, TNI, Polri, KPH, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan seluruh pihak lainnya, sekarang tinggal 13 hotspot,” ujarnya.
Meski demikian, Menhut mengingatkan agar penurunan jumlah hotspot tidak membuat seluruh pihak mengendurkan upaya penanganan.
“Jangan sampai penurunan angka hotspot ini membuat kita menganggap pekerjaan sudah selesai. Kita harus terus memadamkan sisa hotspot tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut Menhutmenyebut, penanganan kebakaran di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri dibandingkan kebakaran di kawasan tanah mineral.
Dalam kesempatan itu, Menhut juga menyampaikan perhatian khusus Presiden Republik Indonesia terhadap penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang.Menurutnya, Presiden telah menyalurkan Bantuan Presiden sebesar Rp20 miliar kepada Pemkab Ketapang untuk mendukung upaya mitigasi dan penanganan karhutla.
“Alhamdulillah, pak Presiden punya perhatian khusus untuk Ketapang. Bantuan Presiden sebesar Rp20 miliar sudah ditransfer ke Pemerintah Kabupaten Ketapang,” ungkapnya.(rls)