Ponticity post author Kiwi 11 September 2026

FOPI Kalbar Perkuat Pelatih dan Atlet Petanque Jelang PORPROV 2026

Photo of FOPI Kalbar Perkuat Pelatih dan Atlet Petanque Jelang PORPROV 2026 FOPI Kalbar menggelar pelatihan pelatih dan Kejurprov Petanque sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan serta mematangkan atlet jelang PORPROV Kalbar 2026.

PONTIANAK, SP - Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Pengurus Provinsi Kalimantan Barat memperkuat pembinaan olahraga petanque melalui Pelatihan Pelatih Petanque Berlisensi Daerah dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Petanque Kalbar.

Kedua kegiatan tersebut digelar di Gedung Rektorat Universitas PGRI Pontianak, Kamis (9/9/2026), dan berlangsung selama empat hari hingga 12 September 2026.

Ketua Umum FOPI Kalbar, Suherdiyanto mengatakan, pelatihan pelatih tingkat daerah menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya pelatih petanque di Kalimantan Barat.

Menurutnya, pelatih memiliki peran penting dalam membentuk kualitas dan prestasi atlet. Karena itu, pemahaman pelatih tidak hanya berkaitan dengan teknik permainan, tetapi juga mencakup peraturan, kondisi fisik, penyusunan program latihan hingga evaluasi.

“Pertama, peningkatan kualitas pelatih. Pelatih adalah kunci pembentukan prestasi atlet. Karena itu, pelatih harus memiliki pemahaman tentang teknik, peraturan, fisik, program latihan, serta mampu melakukan evaluasi secara terukur,” ungkapnya.

Suherdiyanto menegaskan, FOPI Kalbar akan terus mendorong peningkatan kualitas pelatih secara bertahap, mulai dari tingkat daerah hingga jenjang yang lebih tinggi.

Ia berharap para peserta mengikuti seluruh materi dengan serius, termasuk materi praktik yang diberikan selama pelatihan.

“Saya berharap kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti materi dengan sungguh-sungguh. Dalam kegiatan ini kita tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik teknik dasar dan model latihan pétanque,” ujarnya.

Selain pelatihan pelatih, FOPI Kalbar juga menggelar Kejurprov Petanque yang diikuti perwakilan Pengcab FOPI dari sejumlah daerah di Kalimantan Barat. Kejuaraan ini menjadi ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding.

Suherdiyanto mengatakan, Kejurprov tersebut sekaligus menjadi salah satu tolok ukur kesiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalbar yang akan berlangsung November mendatang.

“Kejurprov ini harus menjadi ajang pemetaan kekuatan atlet, evaluasi pembinaan, sekaligus seleksi menuju prestasi yang lebih tinggi,” katanya.

Ia pun berpesan kepada para atlet agar menjadikan kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan.

“Berlatihlah dengan disiplin, bertandinglah dengan sportivitas, dan berjuanglah dengan penuh integritas,” pesan Suherdiyanto.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Wakil Ketua I KONI Kalbar, Syawal Bondoreso. Menurutnya, pelaksanaan pelatihan pelatih bersertifikat merupakan langkah yang tepat dalam meningkatkan profesionalisme pembinaan olahraga.

“Ya, kita mendukung. Jadi, tahapan-tahapan yang dilakukan petanque ini sudah benar, karena ada edaran Kemenpora pelatih itu harus memang bersertifikat. Nah, kalau mewakili tingkat nasional harus bersertifikat nasional. Jadi, dimulai dari tingkat daerah ini saya kira sudah benar,” ungkap Syawal.

Ia juga menilai kompetisi perlu diperbanyak karena pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pematangan atlet.

“Kompetisi harus diseringkan, karena matangnya atlet itu adalah ikut wajib berkompetisi,” tuturnya.

Syawal berharap FOPI Kalbar terus membangun kolaborasi dengan KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga di daerah untuk menciptakan pembinaan yang lebih terarah.

“Saya berharap karena sistemnya sekarang kita ini harus kolaborasi dan sinergi dengan KONI Kabupaten/Kota dan Pengprov masing-masing, kita duduk bersama, saya kira untuk meningkatkan prestasi bagi atlet itu bisa lebih menjanjikan,” tutupnya.

Pelatihan Pelatih Petanque Tingkat Daerah diikuti 26 peserta. Sementara Kejurprov Petanque Kalbar diikuti 49 peserta dengan mempertandingkan dua kategori, yakni Single Man dan Single Woman.

Melalui dua agenda tersebut, FOPI Kalbar menargetkan peningkatan kualitas pelatih sekaligus mendapatkan gambaran kekuatan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi PORPROV Kalbar 2026.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda