Ponticity post author Kiwi 11 September 2026

Karang Taruna Pontianak Ajak Anak Muda Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Photo of Karang Taruna Pontianak Ajak Anak Muda Kelola Sampah Mulai dari Rumah Karang Taruna Kota Pontianak melibatkan generasi muda dalam bimtek pengelolaan sampah berkelanjutan dan mendorong pemilahan sampah mulai dari rumah.

PONTIANAK, SP - Karang Taruna Kota Pontianak bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Forum Komunikasi Hijau (FKJ) menginisiasi langkah nyata untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan sampah berkelanjutan yang digelar di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Edelweis, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan ini melibatkan anak-anak muda sebagai peserta. Mereka mendapatkan pengetahuan mengenai cara mengelola sampah rumah tangga secara lebih tepat, sekaligus diperkenalkan dengan peralatan yang dapat mendukung praktik pengelolaan sampah.

Ketua Karang Taruna Kota Pontianak, Muhammad Irfan Oktodiar, mengatakan keterlibatan anak muda diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas. Tidak hanya diterapkan oleh peserta, pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dibagikan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Pesertanya anak-anak muda semua. Kami di bimtek tentang sampah rumah tangga bisa dikelola lebih tepat dan sudah disediakan alat-alatnya. Ini kolaborasi yang baik yang bisa berdampak hasilnya untuk anak-anak muda, bisa memberikan contoh untuk lingkungannya dan masyarakat luas,” ujar Irfan.

Menurutnya, peserta tidak hanya diberikan materi secara teori. Mereka juga akan diajak mempraktikkan langsung ilmu yang diperoleh selama bimtek sehingga lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain praktik, peralatan pendukung juga akan dibagikan kepada peserta. Dengan begitu, diharapkan pengetahuan yang didapat tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat terus diterapkan di rumah maupun lingkungan sekitar.

Irfan mengatakan, pengelolaan sampah sebenarnya dapat dimulai dari hal sederhana, yakni membiasakan masyarakat memilah sampah dari rumah. Sampah yang dihasilkan setiap hari perlu dipisahkan berdasarkan jenisnya agar lebih mudah dikelola.

Salah satunya sampah organik yang selama ini sering langsung dibuang. Padahal, sampah jenis tersebut masih dapat dimanfaatkan dan dikelola kembali untuk kebutuhan rumah tangga, termasuk mendukung kebutuhan tanaman.

“Harapan kita dengan kegiatan ini bisa membantu dari yang paling kecil dulu, yakni tingkat rumah tangga. Kita bisa memilah sampah, misalnya sampah organik itu tidak kita buang saja tetapi bisa kita kelola di rumah, misalnya untuk tanaman,” katanya.

Menurut Irfan, kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi langkah awal yang penting dalam membangun pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Perubahan tersebut memang dimulai dari hal kecil, tetapi dapat memberikan dampak apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan lebih banyak masyarakat.

Karena itu, anak muda diharapkan dapat menjadi contoh di lingkungan masing-masing. Mereka tidak hanya memahami bagaimana sampah dikelola, tetapi juga mampu mengajak keluarga dan masyarakat sekitar untuk melakukan hal serupa.

Irfan berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang terus berkembang antara Karang Taruna, generasi muda dan berbagai pihak dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini kolaborasi yang baik yang bisa berdampak hasilnya untuk anak-anak muda, bisa memberikan contoh untuk lingkungannya dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda