Ponticity post author Kiwi 12 September 2026

Hadapi Karhutla di Kalbar, Danlanud Supadio Dampingi Panglima TNI Tinjau Kekuatan Chinook Jepang

Photo of Hadapi Karhutla di Kalbar, Danlanud Supadio Dampingi Panglima TNI Tinjau Kekuatan Chinook Jepang

PONTIANAK, SP - Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio terus memperkuat dukungan terhadap upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan langsung Danlanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., yang mendampingi Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto saat meninjau kapal perang Jepang JS Kunisaki (LST-4003) di Dermaga Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan unsur dan peralatan bantuan yang dibawa Jepang dalam rangka kerjasama mendukung operasi penanganan karhutla di Kalimantan.

Kehadiran Danlanud Supadio bersama Panglima TNI sekaligus menegaskan kesiapsiagaan unsur TNI AU di Kalimantan Barat dalam mendukung operasi udara dan sinergi lintas negara menghadapi ancaman karhutla.

JS Kunisaki membawa tiga helikopter CH-47 Chinook yang akan digunakan untuk mendukung operasi water bombing.

Selain alutsista udara tersebut, bantuan Jepang melibatkan sekitar 338 personel, terdiri atas kru kapal, tim pemadam kebakaran, dan tim koordinator yang akan bersinergi dengan unsur penanggulangan karhutla di wilayah terdampak.

Bagi Lanud Supadio, dukungan tersebut menjadi bagian penting dari penguatan operasi penanganan karhutla yang selama ini dilaksanakan melalui sinergi berbagai unsur, khususnya dalam menghadapi kondisi medan yang sulit dijangkau dari darat.

Kemampuan helikopter angkut berat seperti Chinook diharapkan dapat memberikan daya dukung tambahan dalam pengerahan air untuk memadamkan titik-titik kebakaran dari udara.

Danlanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., menegaskan bahwa Lanud Supadio siap mendukung setiap upaya terpadu dalam penanganan karhutla, termasuk melalui penguatan koordinasi dan dukungan operasi udara.

Kerja sama Indonesia dan Jepang dalam penanganan karhutla tersebut menjadi wujud nyata hubungan bilateral dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan pemadaman, mempercepat pengendalian kebakaran, serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari Karhutla. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda