SANGGAU, SP - Deru mesin Vespa mengiringi perjalanan menuju Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. Namun, perjalanan yang dilakukan Tim FRKP West Borneo Vespa Lovers kali ini bukan sekadar touring untuk menikmati perjalanan dan kebersamaan.
Di balik perjalanan tersebut, ada pesan sosial yang ingin disampaikan: mengajak generasi muda hidup sehat, menjauhi narkoba, serta membangun kepedulian terhadap sesama.
Tim FRKP West Borneo Vespa Lovers turut menemani perjalanan menuju Kuala Dua dalam rangkaian kegiatan Touring OMK Paroki Kuala Dua yang mengusung pesan “Gas dengan Iman, Jauh dari Narkoba.”
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat Orang Muda Katolik (OMK) untuk membangun kebersamaan sekaligus mengkampanyekan gaya hidup positif di kalangan generasi muda.
Dengan Vespa sebagai sarana perjalanan, pesan yang dibawa justru jauh lebih besar dari sekadar aktivitas komunitas otomotif. Touring menjadi media untuk membangun persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, sekaligus menyampaikan pesan bahwa anak muda dapat mengisi waktu dan energi mereka dengan kegiatan yang positif.
Tim FRKP West Borneo Vespa Lovers, yang berada dalam jejaring Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), mengambil bagian dengan menemani perjalanan tersebut hingga ke Desa Kuala Dua.
Vespa Jadi Kendaraan, Kepedulian Jadi Tujuan
Perjalanan menuju Kuala Dua memperlihatkan bagaimana komunitas otomotif dapat mengambil peran dalam kegiatan sosial.
Bagi para anggota West Borneo Vespa Lovers, touring bukan semata-mata tentang kendaraan, rute perjalanan, atau berkumpul bersama sesama penghobi Vespa. Ada ruang yang lebih luas untuk menjadikan komunitas sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan.
Kehadiran mereka bersama OMK Kuala Dua membawa pesan bahwa komunitas anak muda memiliki energi besar yang dapat diarahkan untuk kegiatan positif.
Vespa menjadi kendaraan yang digunakan untuk bergerak. Tetapi tujuan yang hendak dicapai adalah membangun kebersamaan dan kepedulian.
Semangat itu terasa semakin kuat karena kegiatan mengangkat kampanye “Gas dengan Iman, Jauh dari Narkoba.”
Pesan tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Anak muda membutuhkan lingkungan pergaulan yang sehat, komunitas yang positif, serta kegiatan yang mampu menyalurkan energi dan kreativitas mereka.
Dari Jalan Raya Menuju Pesan Kemanusiaan
Perjalanan Tim FRKP West Borneo Vespa Lovers menuju Kuala Dua juga menjadi gambaran bahwa pesan sosial tidak selalu harus disampaikan melalui ruang formal.
Pesan tentang bahaya narkoba dapat disampaikan di jalan, melalui komunitas, kegiatan kepemudaan, olahraga, kegiatan keagamaan, maupun aktivitas sosial lainnya.
Yang terpenting adalah bagaimana pesan tersebut sampai kepada generasi muda dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka.
Dalam konteks inilah keterlibatan komunitas Vespa menjadi menarik.
Komunitas yang selama ini identik dengan aktivitas otomotif dan touring menunjukkan bahwa kecintaan terhadap kendaraan dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian sosial.
Mereka tidak hanya berkendara bersama, tetapi juga hadir menemani sebuah gerakan yang membawa pesan tentang kehidupan yang sehat dan masa depan generasi muda.
FRKP dan Pengalaman di Lapangan
Keterlibatan FRKP dalam kegiatan tersebut juga memiliki kaitan erat dengan pengalaman mereka dalam kerja-kerja kemanusiaan.
Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak selama ini bersentuhan dengan berbagai persoalan sosial di masyarakat. Pengalaman tersebut membuat persoalan narkoba tidak dilihat hanya sebagai isu yang jauh dari kehidupan sehari-hari.
Ada realitas yang dihadapi masyarakat dan keluarga ketika seseorang terjerat narkoba.
Karena itu, kampanye pencegahan menjadi sangat penting, khususnya kepada generasi muda.
Pesan yang dibawa dalam kegiatan OMK Kuala Dua bukan sekadar “jangan menggunakan narkoba”, tetapi bagaimana anak muda memiliki pilihan yang lebih baik dalam menjalani kehidupan.
Olahraga, komunitas, kegiatan keagamaan, kreativitas dan aktivitas sosial dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk tumbuh sekaligus membangun karakter.
Bruder Stephanus Bawa Pengalaman Nyata FRKP
Semangat tersebut kemudian diperkuat dalam Seminar JPIC Kapusin Pontianak yang digelar di Paroki Gembala Yang Baik Kuala Dua.
Dalam seminar tersebut, Bruder Stephanus Paiman, OFMCap, Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), menjadi salah satu pembicara.
Bruder Stephanus dijadwalkan membawakan materi pada sesi ketiga dengan mengangkat persoalan narkoba. Pengalaman FRKP dalam mendampingi berbagai kasus kemanusiaan akan menjadi bagian penting dari materi tersebut.
Pengalaman nyata di lapangan diharapkan membuka mata peserta bahwa persoalan narkoba bukan hanya soal angka, penindakan atau berita di media.
Di baliknya terdapat manusia, keluarga dan lingkungan sosial yang ikut terdampak.
Karena itu, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Kehadiran OMK dalam kegiatan ini menjadi sangat strategis karena kaum muda bukan hanya menjadi sasaran pesan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan pencegahan.
“Gas dengan Iman, Jauh dari Narkoba”
Pesan yang terpampang dalam kegiatan Touring OMK Paroki Kuala Dua menjadi sangat kuat: “Gas dengan Iman, Jauh dari Narkoba.”
Ditambah dengan pesan “Vespa Sehat, Hidup Kudus”, kegiatan tersebut mencoba menggabungkan semangat komunitas, iman dan gaya hidup sehat.
Visual perjalanan dengan Vespa juga memperlihatkan simbol kebersamaan. Mereka bergerak bersama dalam satu perjalanan, saling menemani dan menjaga.
Semangat itu pula yang diharapkan tumbuh dalam kehidupan sosial: tidak membiarkan seseorang menghadapi persoalan sendirian.
Terlebih ketika berhadapan dengan ancaman narkoba.
Anak muda membutuhkan teman yang mengingatkan, keluarga yang mendampingi, komunitas yang menerima, serta lingkungan yang memberikan ruang untuk berkembang.
Ketika Komunitas Bergerak, Pesan Lebih Mudah Sampai
Keterlibatan Tim FRKP West Borneo Vespa Lovers dalam perjalanan menuju Kuala Dua memberikan warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Mereka menunjukkan bahwa gerakan sosial dapat tumbuh dari komunitas mana pun.
Komunitas otomotif tidak harus berhenti pada kegiatan touring. Komunitas dapat menjadi kendaraan untuk membawa pesan-pesan kemanusiaan ke tengah masyarakat.
Begitu pula OMK tidak hanya berkegiatan dalam lingkungan gereja, tetapi dapat membangun jejaring dengan komunitas lain dan mengambil bagian dalam persoalan sosial di sekitarnya.
Kolaborasi seperti inilah yang membuat sebuah gerakan menjadi lebih kuat.
Dari jalan raya, komunitas Vespa membawa semangat persaudaraan. Dari kegiatan OMK, muncul pesan tentang iman dan kehidupan sehat. Sementara dari pengalaman FRKP, hadir perspektif kemanusiaan mengenai bahaya narkoba.
Ketiganya bertemu di Kuala Dua. Bukan sekadar touring. Bukan sekadar seminar. Tetapi sebuah perjalanan bersama untuk menyampaikan pesan bahwa generasi muda memiliki pilihan: mengisi masa depan dengan hal-hal positif, membangun komunitas yang sehat, dan berani mengatakan tidak kepada narkoba.
Dan dari perjalanan itu, Vespa bukan hanya melaju di jalan. Ia membawa pesan kepedulian hingga ke tengah masyarakat. (*)