Ketapang post author Kiwi 09 September 2026

Bupati Apresiasi Kedatangan dan Dukungan Menteri Kehutanan

Photo of Bupati Apresiasi Kedatangan dan Dukungan Menteri Kehutanan

KETAPANG, SP – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Ph.D., turun ke Tanah Kayong Ketapang, Selasa (8/9/2026), untuk melihat langsung penanganan Karhutla sekaligus memberikan dukungan kepada para petugas yang berjibaku di lapangan.

Kehadiran Menteri Kehutanan menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan Karhutla yang telah berlangsung lebih dari dua bulan di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.

Dalam kunjungannya, Raja Juli Antoni berdialog dengan petugas, melihat kondisi penanganan di lapangan, serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pemadaman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang, TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengendalian Karhutla.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Ketapang, jajaran TNI-Polri, serta tentu saja Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api. Kita melihat hari ini teman-teman berjibaku di lapangan,” ujar Raja Juli.

Menurutnya, kondisi Karhutla di Ketapang mulai menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya terlihat dari penurunan jumlah titik panas atau hotspot secara signifikan.

Ia menyebut, jumlah hotspot yang sebelumnya mencapai 85 titik turun menjadi 13 titik.

“Ketapang masih yang paling tinggi, hari ini 13 titik api (hotspot), tetapi luar biasa penurunannya dibandingkan kemarin yang mencapai 85 titik,” katanya.

Raja Juli mengatakan, penanganan Karhutla di Ketapang tidak mudah, terutama karena sebagian wilayah terdampak berada di kawasan lahan gambut. Api yang telah dipadamkan dapat kembali muncul dan merembet ke lokasi lain apabila kondisi lahan masih kering.

“Teman-teman lihat sendiri, tidak mudah melakukan pemadaman. Karena di lahan gambut, teman-teman mengalami kesulitan. Api bisa muncul kembali dan merembet ke lokasi lain. Ini membuktikan bahwa memadamkan api di lahan gambut bukan pekerjaan yang mudah,” jelasnya.

Selain mengapresiasi petugas di lapangan, Menteri Kehutanan kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Imbauan tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, baik petani biasa maupun korporasi, untuk tidak membakar lahan dan tidak memanfaatkan momentum El Nino ini untuk melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Jangan cederai masyarakat dengan cara membakar lahan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP, M.Si menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan langsung pemerintah pusat dalam penanganan Karhutla di wilayahnya.

“Saya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih yang tulus atas kehadiran Bapak Menteri Kehutanan beserta jajaran yang telah hadir langsung di tengah kami,” ujar Bupati.

Menurutnya, selama lebih dari dua bulan Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat terus bekerja sama untuk menahan laju kebakaran.

“Selama lebih dari dua bulan, Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat telah berjuang bahu-membahu menahan laju kebakaran yang terus berkembang. Kolaborasi yang terbangun selama ini menjadi kekuatan utama kami di lapangan,” katanya.

Bupati mengatakan, penanganan Karhutla di Ketapang masih menghadapi berbagai tantangan. Selain karakteristik lahan gambut yang dalam, keterbatasan sumber air dan sebaran titik kebakaran di wilayah pedalaman dengan akses sulit juga menjadi kendala tersendiri bagi tim pemadam.

Karena itu, Pemkab Ketapang berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus diperkuat, terutama melalui operasi water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Kami memandang dukungan water bombing sangat penting, terutama di kawasan bertanah mineral yang sulit dijangkau. Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca juga sangat membantu dalam mempercepat pemulihan situasi di tengah kondisi cuaca yang masih kering,” ujarnya.

Kunjungan Menteri Kehutanan menjadi suntikan semangat bagi para petugas yang selama ini bekerja di garis depan pengendalian Karhutla.

Penanganan kebakaran di Ketapang pun membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan, serta masyarakat.

Dengan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap titik api terus berkurang, hujan segera turun, kualitas udara membaik, dan kondisi masyarakat kembali normal.

Bagi Ketapang, perjuangan belum selesai. Sisa-sisa api harus terus dikendalikan, sementara kesadaran seluruh pihak untuk menjaga lahan dan hutan menjadi kunci agar bencana serupa tidak kembali meluas. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda