PONTIANAK, SP – Semangat membangun kebersamaan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan menjadi landasan lahirnya Borneo Harapan Nusantara (BHN).
Organisasi tersebut resmi dideklarasikan dan dikukuhkan di Novotel Pontianak Convention Centre, Jalan Budi Karya, Kota Pontianak, Rabu (9/9/2026).
Deklarasi Borneo Harapan Nusantara mengusung semangat “Satu Hati, Satu Jiwa, Satu Tujuan”, sebagai pijakan bersama untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang adil, sejahtera, bermartabat, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan deklarasi dihadiri jajaran pengurus dan sejumlah elemen masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan, ditandai dengan penyampaian komitmen bersama untuk menjadikan BHN sebagai wadah kolaborasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kalimantan Barat dan wilayah Nusantara.
Ketua Umum Borneo Harapan Nusantara, Dr. Drs. Alexius Akim, MM, mengatakan kehadiran BHN tidak sekadar menjadi organisasi baru, tetapi diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan berbagai potensi, kepedulian dan gagasan yang dimiliki masyarakat.
“Borneo Harapan Nusantara lahir dari semangat kebersamaan. Kita ingin menyatukan hati, pikiran dan langkah untuk memberikan sesuatu yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Alexius Akim.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat harus dapat membangun sinergi agar berbagai persoalan sosial maupun lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Banyak persoalan di tengah masyarakat yang membutuhkan kolaborasi. Karena itu, BHN ingin menjadi bagian dari gerakan bersama yang menghadirkan solusi dan manfaat,” katanya.
Ia menegaskan, BHN akan mendorong berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian sosial, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan serta penguatan kolaborasi antarlembaga dan kelompok masyarakat.
Semangat tersebut, lanjut Alexius, menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Kalimantan dan Indonesia yang lebih baik.
“Harapan kita sederhana, tetapi harus diwujudkan dengan kerja nyata. Masyarakat harus semakin sejahtera, lingkungan harus semakin terjaga dan setiap potensi yang ada harus bisa dikolaborasikan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Dorong Gerakan Kolaboratif
Sekretaris Jenderal Borneo Harapan Nusantara, Marius Marcellus TJ, SH., MM, menambahkan bahwa deklarasi merupakan titik awal bagi organisasi untuk menjalankan berbagai program yang telah disiapkan.
Ia mengatakan, BHN terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki visi dan kepedulian yang sama dalam membangun masyarakat serta menjaga lingkungan.
“Deklarasi ini bukan akhir, tetapi justru awal dari perjalanan Borneo Harapan Nusantara. Setelah ini yang paling penting adalah bagaimana semangat yang kita deklarasikan dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Marius.
Ia menjelaskan, keberadaan BHN diharapkan dapat memperkuat jejaring masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
“Kita ingin membangun jaringan yang kuat, saling mendukung dan saling menguatkan. Dengan semangat satu hati, satu jiwa dan satu tujuan, kita optimistis berbagai kegiatan positif dapat kita jalankan bersama,” ujarnya.
Menurut Marius, kepedulian sosial dan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, program BHN ke depan diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan.
Dari Deklarasi Menuju Aksi Nyata
Deklarasi Borneo Harapan Nusantara juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam mengambil peran di tengah masyarakat.
BHN menempatkan kepedulian sosial, pelestarian lingkungan dan kolaborasi berkelanjutan sebagai bagian dari arah gerakan organisasi. Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi energi baru untuk mendorong berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif.
Alexius menegaskan, ukuran keberhasilan organisasi nantinya bukan hanya dilihat dari struktur dan banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Kita ingin BHN hadir dengan karya. Jangan sampai deklarasi hanya menjadi seremoni. Setelah ini harus ada langkah nyata, program nyata dan manfaat nyata,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pengurus dan pihak yang terlibat untuk menjaga semangat kebersamaan serta menjadikan perbedaan latar belakang sebagai kekuatan dalam membangun kolaborasi.
“Kita memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi tujuan kita bisa sama. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, justru harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” tuturnya.
Dengan dideklarasikannya Borneo Harapan Nusantara, para pengurus berkomitmen menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah yang terus bergerak membangun harapan baru bagi masyarakat dan lingkungan Nusantara.
Semangat “Satu Hati, Satu Jiwa, Satu Tujuan” pun diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi nilai yang diterapkan dalam setiap langkah dan pengabdian BHN ke depan. (*)