PONTIANAK, SP - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat (Kalbar) bersama KPP Pratama Pontianak Barat, KPP Pratama Kubu Raya, KPP Pratama Pontianak Timur, dan KP2KP Mempawah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pontianak, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kamis (3/9/2026).
Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara”, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Pajak Bertutur yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Program tersebut menjadi salah satu upaya DJP untuk mengenalkan peran dan manfaat pajak kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menanamkan kesadaran pajak sejak dini sebagai bagian dari nilai bela negara dan kecintaan terhadap tanah air.
Lebih dari 200 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pontianak mengikuti kegiatan edukasi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan “Direktur Jenderal Pajak Menyapa” secara daring, kemudian dilanjutkan dengan edukasi perpajakan oleh Penyuluh Pajak melalui pembelajaran yang dipadukan dengan berbagai permainan.
Pemilihan Sekolah Rakyat sebagai lokasi Pajak Bertutur memiliki arti strategis karena mempertemukan agenda edukasi perpajakan dengan salah satu program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pontianak merupakan salah satu Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Kota Pontianak.
Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat desil 1 dan 2 untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.
Dalam lingkungan tersebut, pendidikan tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan, integritas, dan tanggung jawab kepada generasi muda.
Melalui Pajak Bertutur, para siswa diperkenalkan pada peran pajak dalam kehidupan masyarakat.
Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang penting untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk penyediaan layanan publik dan pendidikan.
Dengan memahami manfaat pajak sejak dini, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia ketika kelak menjadi wajib pajak.
Selain memberikan pemahaman mengenai perpajakan, kegiatan ini juga mendorong para siswa untuk terus berprestasi sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing. Keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk meraih cita-cita dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, edukasi dilakukan dengan pendekatan joyful learning, yaitu pembelajaran yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Melalui metode tersebut, materi perpajakan disampaikan secara sederhana, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
Sinergi antara Pajak Bertutur dan Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi merupakan dua hal yang berjalan beriringan.
Sekolah Rakyat memberikan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, sementara edukasi kesadaran pajak mempersiapkan mereka untuk memahami peran dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat serta calon wajib pajak di masa depan.
Melalui kegiatan ini, DJP Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk membangun kesadaran pajak sejak dini.
Pendidikan kesadaran pajak merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi penerus yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan semangat untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju. (*)