KETAPANG SP– Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Sepak Bola Mini Usia (U) -18 Kabupaten Ketapang tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarklub, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pemetaan dan penjaringan pemain muda untuk dipersiapkan menghadapi Kejurprov Sepak Bola Mini November 2026 di Pontianak.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten Ketapang, Fachrur Rizal, dalam evaluasi pelaksanaan kompetisi yang telah mempertemukan 15 tim peserta dari sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang.
Menurut Fachrur, pelaksanaan Kejurkab memberikan gambaran awal mengenai potensi pemain U-18 yang dapat diproyeksikan untuk masuk dalam tahapan seleksi tim Kabupaten Ketapang.
“Kejurkab ini menjadi momentum penting bagi kami untuk melihat langsung potensi pemain muda Ketapang. Dari kompetisi ini, kami mendapatkan gambaran mengenai kemampuan, karakter bermain, serta potensi pemain yang nantinya dapat dipertimbangkan untuk mengikuti proses seleksi menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov)," ujar Fachrur.
Ia menilai kompetisi juga menjadi sarana evaluasi terhadap aspek teknis maupun mental pemain. Performa selama pertandingan, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, daya juang, serta sikap fair play menjadi sejumlah indikator yang perlu diperhatikan dalam proses pembentukan tim.
Fachrur menegaskan bahwa keberhasilan menjadi juara Kejurkab bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan pemain yang akan masuk dalam proyeksi tim Kejurprov. Menurutnya, proses seleksi harus dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kemampuan individu dan kebutuhan tim.
“Pemain terbaik tidak semata-mata dilihat dari klub mana yang menjadi juara. Kami akan melihat performa individu, konsistensi, posisi bermain, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, mental bertanding, dan kebutuhan komposisi tim secara keseluruhan,” jelasnya.
Karena itu, para pemain yang menunjukkan potensi selama Kejurkab diharapkan tetap menjaga kondisi fisik dan mental serta meningkatkan kemampuan masing-masing sambil menunggu tahapan seleksi berikutnya.
Menghadapi Kejurprov November mendatang, Fachrur menilai persiapan harus dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Setelah proses penjaringan, pemain terpilih nantinya perlu menjalani program latihan yang mencakup fisik, teknik, taktik, mental, dan kekompakan tim.
“Waktu menuju Kejurprov tidak panjang. Karena itu, setelah proses penjaringan selesai, pemain yang terpilih harus segera dipersiapkan secara serius. Targetnya bukan sekadar berangkat ke Pontianak, tetapi membawa nama Kabupaten Ketapang dengan tim yang siap bertanding dan mampu memberikan hasil terbaik,” tegasnya.
Fachrur juga mengajak klub-klub peserta Kejurkab untuk terus melanjutkan pembinaan terhadap pemain U-18. Menurutnya, keberadaan klub menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan pemain muda di Kabupaten Ketapang.
Ia berharap Kejurkab U-18 dapat menjadi fondasi awal pembentukan sistem pembinaan sepak bola mini usia muda yang berkelanjutan, sehingga ke depan Kabupaten Ketapang tidak kekurangan talenta potensial untuk dipersiapkan menghadapi berbagai kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.
“Kejurkab boleh selesai, tetapi proses pembinaan tidak boleh berhenti. Pemain, klub, pelatih, dan KSMI harus terus bergerak. Kejurprov November menjadi target terdekat, tetapi yang kita bangun sebenarnya adalah masa depan sepak bola mini Kabupaten Ketapang,” pungkas Fachrur. (*)