PONTIANAK, SP – Rasa lelah seketika sirna ketika melihat wajah ceria warga yang menerima bantuan. Itulah yang dirasakan tim Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) West Borneo Vespa Lovers saat kembali menggelar bakti sosial (baksos) untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Kali ini, komunitas yang bermarkas di Jalan Purnama tersebut menyasar warga pekerja kebun sayur di kawasan Sungai Selamat Dalam, Jalan 28 Oktober, Pontianak, yang tengah menghadapi kesulitan air bersih akibat kondisi kemarau.
Sebanyak 64 kepala keluarga (KK) mendapatkan bantuan air bersih layak konsumsi. Masing-masing keluarga menerima dua galon atau dua jeriken air bersih.
Uniknya, tim relawan tidak sekadar mengantarkan bantuan. Galon dan jeriken milik warga dijemput langsung dari kediaman mereka di Sungai Selamat Dalam, kemudian dibawa menuju Rumah Pelangi Gunung Benuah, Jalan Trans Kalimantan Km 70, Kabupaten Kubu Raya, untuk diisi air bersih.
Setelah penuh, seluruh galon dan jeriken tersebut kembali diangkut menuju permukiman warga untuk dibagikan. Warga pun dengan sabar menunggu kedatangan bantuan tersebut.
Hanya Andalkan Air Hujan
Salah seorang warga, Sopia, mengaku sangat gembira mendapatkan bantuan air bersih. Selama ini, dirinya bersama warga lainnya terpaksa mengandalkan air hujan yang ditampung dalam tong untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.
Kondisi semakin sulit karena sumber air di sekitar permukiman mulai mengering.
“Kami warga Sungai Selamat Dalam mengucapkan terima kasih kepada Bruder Steph yang telah memimpin timnya hingga kami mendapatkan air bersih. Bruder bisa lihat sendiri kondisi air parit dan kolam kami, kering. Kalau ada air sedikit di parit, warnanya hitam. Itupun masih kami gunakan untuk mencuci beras dan memasak,” ungkap Sopia.
Untuk kebutuhan minum, warga terpaksa membeli air kemasan secara hemat. Kondisi tersebut menjadi beban tersendiri bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.
“Untuk minum, kami harus irit membeli air karena gaji hanya Rp40 ribu per hari. Yang kasihan anak-anak kalau mau minum, terpaksa harus irit membeli air Aqua botol karena keuangan sangat terbatas,” tuturnya terbata-bata.
Sopia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para relawan yang telah membantu meringankan beban warga.
“Terima kasih banyak, Bruder, telah meringankan derita kami. Semoga Bruder dan kawan-kawan tim selalu sehat dan murah rezeki,” tambahnya.
Pemerintah Perlu Siapkan WTP
Bruder Stephanus Paiman OFMCap yang memimpin langsung kegiatan baksos tersebut mengatakan, dirinya bersyukur kembali diberi kesempatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, bantuan yang diberikan memang tidak seberapa dan belum mampu menjangkau seluruh warga yang mengalami kesulitan air bersih. Namun, kepedulian tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat.
“Kami bersyukur kembali diberi kesempatan oleh Allah bersama FRKP West Borneo Vespa Lovers untuk meringankan penderitaan warga yang membutuhkan air bersih. Memang tidak seberapa dan tidak semua warga bisa mendapatkannya, tetapi kami telah berbuat semampu kami,” ujar Bruder Stephanus.
Ia juga berharap persoalan air bersih tidak hanya ditangani melalui aksi sosial masyarakat, tetapi mendapat perhatian serius dari pemerintah melalui penyediaan sarana pengolahan air.
Menurutnya, pemerintah seharusnya mulai menyiapkan Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air yang dapat mengolah air sungai maupun sumber air lainnya menjadi air bersih dan layak digunakan, termasuk ketika kondisi sumber air mengalami penurunan kualitas pada musim kemarau.
“Pemerintah seharusnya menyiapkan alat Water Treatment Plant atau WTP yang mampu mengolah air sungai dalam berbagai kondisi menjadi air bersih. Dengan begitu, ketika masyarakat menghadapi kekeringan seperti sekarang, mereka tidak hanya bergantung pada bantuan air dari relawan,” tegasnya.
Bruder Stephanus menilai keberadaan WTP di kawasan yang rawan krisis air bersih akan menjadi solusi jangka panjang. Fasilitas tersebut dapat dikelola bersama sehingga masyarakat memiliki akses terhadap air bersih secara lebih berkelanjutan.
“Bantuan seperti yang kami lakukan ini sifatnya hanya sementara. Yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya adalah solusi jangka panjang. Kalau ada WTP yang bisa mengolah air sungai menjadi air bersih, masyarakat akan jauh lebih terbantu,” katanya.
Terima Kasih untuk Para Pendukung
Dalam kesempatan tersebut, Bruder Stephanus yang juga Penanggung Jawab Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu terlaksananya kegiatan.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yuni dan Pak Wijaya yang menjadi sponsor sekaligus meminjamkan kendaraan pikap untuk mendukung distribusi air bersih.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ordo Kapusin melalui Fraternitas Rumah Pelangi yang dikomandani Pastor Warsito OFMCap karena telah mengizinkan para relawan mengambil air dari Telaga Santo Petrus, Rumah Pelangi.
Tak kalah penting, apresiasi diberikan kepada seluruh anggota tim FRKP West Borneo Vespa Lovers yang tetap bertahan menyelesaikan kegiatan hingga dini hari.
“Teman-teman tim FRKP West Borneo Vespa Lovers baru selesai dalam kegiatan baksos ini sekitar pukul 02.50 WIB. Memang capek, tetapi rasa capek itu terbayarkan ketika melihat wajah ibu-ibu dan bapak-bapak tersenyum gembira menerima air bersih,” tuturnya.
Ia berharap semangat berbagi tersebut dapat terus dipelihara, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
“Saya pribadi dan sebagai Penanggung Jawab FRKP mengucapkan terima kasih kepada Allah yang telah menggunakan kami untuk terus menebar kebaikan, yakni sedikit meringankan beban warga di sini. Upahmu besar di surga, bro,” ucapnya sembari tersenyum. ????
Bagi para relawan, perjalanan panjang, mengangkut puluhan galon dan jeriken hingga dini hari bukanlah persoalan ketika bantuan sederhana tersebut mampu menghadirkan senyum bagi warga yang sedang berjuang mendapatkan kebutuhan paling mendasar: air bersih. (*)