PONTIANAK, SP - Penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani dinilai tidak hanya menjadi ajang olahraga bergengsi, tetapi juga membuka peluang bagi Kota Pontianak untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak Bebby Nailufa mengatakan, kejuaraan bulu tangkis level BWF World Tour Super 100 tersebut memberikan atmosfer positif bagi perkembangan olahraga di Kota Khatulistiwa.
“Ini suatu atmosfer yang baik bagi atlet Kota Pontianak dan para mania olahraga badminton,” kata Bebby di Pontianak, kemarin.
Menurutnya, kehadiran atlet-atlet kelas internasional, baik dari Indonesia maupun berbagai negara, memberikan pengalaman berharga bagi atlet lokal. Mereka dapat menyaksikan langsung kualitas permainan sekaligus mempelajari karakter dan strategi para pemain yang tampil di level internasional.
Bebby menilai kondisi tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet Kota Pontianak dan Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan kemampuan serta mengejar prestasi.
Di sisi lain, keberhasilan Pontianak menjadi tuan rumah turnamen internasional juga memperkuat citra daerah sebagai kota yang memiliki potensi dalam penyelenggaraan event olahraga berskala nasional maupun internasional.
Dukungan fasilitas GOR Terpadu Ahmad Yani menjadi salah satu modal penting. Menurut Bebby, sarana dan prasarana olahraga yang memadai dapat meningkatkan kepercayaan penyelenggara untuk kembali membawa event-event besar ke Pontianak.
“Hal tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Pontianak untuk mengembangkan daerah sebagai sport city,” ujarnya.
Bebby melihat dampak Indonesia Masters tidak hanya dirasakan di dalam arena pertandingan.
Rangkaian kegiatan selama penyelenggaraan turnamen turut membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), insan musik, serta pelaku industri kreatif untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Ribuan penonton yang datang ke GOR Terpadu Ahmad Yani menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pertandingan. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan perputaran uang sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Sehingga itu juga dapat menambah PAD dan meningkatkan perekonomian yang ada di Kota Pontianak,” katanya.
Besarnya antusiasme masyarakat juga terlihat dari tiket pertandingan yang habis terjual.
Menurut Bebby, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pertandingan bulu tangkis internasional memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat Pontianak.
Bahkan, warga yang tidak memperoleh tiket tetap dapat menunjukkan dukungan dengan menyaksikan pertandingan dari area UMKM di sekitar lokasi.
“Pastinya, dengan tiket yang sudah ludes, pasti jadwal ini ditunggu dan banyak sekali warga yang belum dapat tiket. Saya rasa nanti di luar sana, di tempat UMKM itu semua akan nonton di luar, walaupun tidak dapat tiket, ini bentuk dukungan,” ujarnya.
Antusiasme penonton tersebut, lanjut Bebby, menjadi modal penting bagi Pontianak untuk membangun ekosistem olahraga sekaligus ekonomi kreatif yang lebih kuat.
Meski menilai GOR Terpadu Ahmad Yani sudah cukup baik dan mampu menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen internasional, Bebby mengatakan masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu ditingkatkan.
Peningkatan tersebut penting dilakukan apabila Pontianak ingin semakin sering dipercaya menjadi tuan rumah event olahraga berskala internasional.
“ Dengan adanya kegiatan serupa, agar kita bisa lebih meningkatkan lagi, harus di-upgrade gedung ini supaya bisa lebih memenuhi standar-standar internasional,” katanya.
Menurut Bebby, keberhasilan Indonesia Masters dapat menjadi modal bagi Pontianak untuk menarik lebih banyak event olahraga pada masa mendatang.
Semakin banyak kegiatan berskala nasional dan internasional digelar, semakin besar pula peluang terbentuknya efek berganda terhadap sektor pariwisata, UMKM, perdagangan, transportasi, perhotelan, kuliner dan industri kreatif.
Karena itu, penyelenggaraan event olahraga tidak semestinya hanya dilihat dari sisi pertandingan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi promosi daerah dan penggerak ekonomi.
Bebby juga berharap kondisi lingkungan dan kualitas udara akibat kabut asap karhutla tidak kembali menghambat aktivitas masyarakat maupun penyelenggaraan kegiatan olahraga.
Ia bersyukur hujan telah turun sehingga kondisi cuaca di Pontianak menjadi lebih baik.
Menurutnya, momentum positif dari Indonesia Masters harus dapat dipertahankan. Dengan dukungan pemerintah, DPRD, pelaku usaha, komunitas olahraga, masyarakat serta peningkatan kualitas fasilitas, Pontianak memiliki peluang semakin kuat menjadi kota tujuan penyelenggaraan event olahraga nasional dan internasional.
“Sport city” bukan hanya soal memiliki arena olahraga yang representatif. Lebih dari itu, dibutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan olahraga, masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Dan melalui penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Pontianak dinilai telah menunjukkan bahwa potensi tersebut mulai tumbuh.