BENGKAYANG,SP - Ketua Bidang I Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Krisantus melaksanakan peninjauan Mall Pelayanan Publik (MPP) dalam rangka pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), QRIS dan Sertifikasi Halal bagi pelaku Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), dilanjutkan dengan Monitoring dan Evaluasi (Monev) PKK Kabupaten Bengkayang yang dilaksanakan di Gedung Satu Atap Kantor Bupati Bengkayang, Sabtu (10/10/2026).
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari pembinaan dan monitoring evaluasi rutin TP PKK Provinsi Kalbar ke seluruh kabupaten/kota.
"Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari pembinaan dan monev rutin Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat ke seluruh kabupaten/kota, sebagai wujud komitmen kami untuk mendampingi, menguatkan, dan menyinergikan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK hingga desa dan kelurahan, sekaligus mempererat silaturahmi dengan pengurus dan kader PKK Kabupaten Bengkayang," terang Ny. Donata.
Dalam sambutannya, Ny. Donata menyampaikan apresiasi tinggi kepada TP PKK Kabupaten Bengkayang yang dinilai aktif dan inovatif.
"Izinkan saya menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten Bengkayang yang aktif dalam percepatan penurunan stunting, menggerakkan program PKK hingga ke pelosok desa, serta turut merawat kerukunan dan budaya daerah yang beragam," ungkapnya.
Donata mengenang prestasi Bengkayang yang pernah dipercaya menjadi tuan rumah Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Provinsi Kalbar ke-51 pada tahun 2023, serta meraih Juara Pertama Lomba Busana Adat Daerah pada HKG PKK ke-50 tahun 2022.
"Para kader juga aktif menjalankan edukasi gizi, pelatihan dan pembinaan kewirausahaan perempuan berbasis kearifan lokal. Semua ini membuktikan bahwa PKK Kabupaten Bengkayang telah menjadi mitra pemerintah daerah yang tangguh dan inovatif dalam membangun keluarga sejahtera," tegas Donata.
Dirinya menjelaskan bahwa selain mengawal 10 Program Pokok PKK, TP PKK Provinsi di bawah kepemimpinan Ketua TP PKK Ny. Erlina Norsan juga mengemban amanah pembinaan sejumlah organisasi strategis yang bermuara pada satu tujuan: keluarga Kalbar yang sejahtera, sehat, cerdas, dan berdaya.
"Melalui Dekranasda, kami membina perajin lokal agar naik kelas lewat penguatan data perajin, kemasan, legalitas usaha, dan pemasaran digital. Kami berharap Dekranasda Kabupaten Bengkayang terus mengangkat kekhasan produk lokalnya, seperti tikar bidai, anyaman rotan, tenun, dan batik khas Bengkayang, agar kian dikenal hingga ke pasar nasional dan negeri tetangga Sarawak," ujarnya.
Sebagai Bunda PAUD, pihaknya mendorong peningkatan kualifikasi pendidik PAUD. Melalui Forikan, menggerakkan budaya gemar makan ikan dengan memanfaatkan potensi perikanan Kalbar termasuk di wilayah pesisir dan kepulauan Bengkayang untuk mencegah stunting sejak dini.
"Sebagai Duta Imunisasi, kami menggerakkan kader hingga ke pelosok desa untuk mensosialisasikan imunisasi lengkap dan meluruskan informasi keliru tentang vaksinasi. Sebagai Bunda Literasi, kami menumbuhkan kegemaran membaca, karena ibu adalah madrasah pertama bagi keluarga," jelasnya.
Di bidang kesehatan, TP PKK mendorong transformasi Posyandu melalui konsep Posyandu 6 SPM sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, yang mengintegrasikan enam bidang pelayanan dasar: kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
"Posyandu tidak lagi hanya melayani ibu dan balita, tetapi menjadi layanan siklus hidup bagi seluruh keluarga dan garda terdepan penurunan stunting,"_ katanya.
Agenda istimewa dalam kunjungan ini adalah penyerahan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 8 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Bengkayang.
"Ini bukan sekadar seremoni serah terima, melainkan saat ketika harapan yang lama dinanti menjadi kenyataan. Rumah bukan hanya empat dinding dan sebuah atap. Rumah adalah tempat anak tumbuh dan belajar, tempat ibu merawat keluarga, dan tempat setiap anggota keluarga pulang dengan rasa aman," ungkap Ny. Donata.
Ia menjelaskan bahwa atap bocor, lantai lembap, serta ventilasi dan sanitasi yang buruk berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga, termasuk upaya mencegah stunting. Karena itu perumahan menjadi bagian dari 10 Program Pokok PKK dan dari enam layanan dasar Posyandu 6 SPM.
Bantuan ini terwujud berkat sinergi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Kalimantan Barat.
"Atas nama TP PKK Provinsi Kalbar, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak serta masyarakat yang menjaga semangat gotong royong, ruh PKK sejak awal didirikan. Kepada para penerima, Ny. Donata berpesan agar merawat rumah dengan baik. Rawatlah rumah ini sebaik-baiknya. Jadikan ia bersih, sehat, dan hangat: buka jendela agar udara dan cahaya masuk, jaga kebersihan lingkungan, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta manfaatkan pekarangan untuk menanam sayur bergizi," pintanya.
Sementara kepada kader PKK, ia berpesan untuk tetap menjadi mata dan telinga di tengah masyarakat.
"Lakukan pendataan dengan cermat dan jujur agar bantuan tepat sasaran, dampingi keluarga penerima, dan laporkan saudara-saudara kita yang masih membutuhkan uluran tangan. Kami juga mengajak dunia usaha dan dermawan untuk bergandengan tangan, agar semakin banyak keluarga Bengkayang tinggal di rumah yang layak, sehat, dan aman. Jagalah kebersamaan, kekompakan, dan keikhlasan dalam mengabdi, karena keberhasilan PKK tidak diukur dari piala dan penghargaan semata, melainkan dari sejauh mana keluarga di sekitar kita menjadi lebih sejahtera, sehat, cerdas, dan berdaya," tutupnya.(nar)