PONTIANAK, SP – Pengurus Wilayah Matahari Pagi Indonesia (MPI) Provinsi Kalimantan Barat resmi dilantik di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (10/10/2026).
Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan di bawah kepemimpinan Ageng Novly Satriadi untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas gerakan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Prosesi pelantikan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Majelis Pertimbangan MPI Wilayah Kalimantan Barat Daud Yordan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat H. Kamaludin, M.Pd., serta sejumlah anggota DPRD Kalbar, pengurus MPI, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Pelantikan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Setelah resmi dikukuhkan, jajaran pengurus dihadapkan pada tanggung jawab untuk membangun organisasi yang solid, memperluas jaringan hingga kabupaten dan kota, serta menerjemahkan semangat Matahari Pagi Indonesia ke dalam program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap MPI Kalbar mampu menjaga kekompakan dan menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menjalankan roda organisasi.
Menurut Ria Norsan, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan mufakat agar tidak menghambat pelaksanaan program maupun merusak hubungan antarpengurus.
“Apabila ada perselisihan, yang besar dikecilkan dan yang kecil diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan apabila kita mau bermusyawarah,” pesan Ria Norsan.
Ia menegaskan, kekompakan tidak hanya diperlukan untuk menjaga keutuhan organisasi, tetapi juga menjadi modal dalam menjalankan berbagai program yang telah direncanakan. Pengurus yang mampu menjaga kebersamaan diharapkan lebih mudah menyatukan gagasan dan menggerakkan anggota untuk mencapai tujuan bersama.
Selain itu, Gubernur mengajak MPI Kalbar bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai bentuk kepedulian yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Ria Norsan juga menyinggung filosofi Matahari Pagi Indonesia yang melambangkan energi, harapan, dan kebermanfaatan. Ia berharap filosofi tersebut benar-benar tercermin dalam aktivitas organisasi, sehingga keberadaan MPI tidak hanya terlihat melalui struktur kepengurusan, tetapi juga dari kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
Harus Bergerak dan Memberi Manfaat
Sejalan dengan pesan Gubernur, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan pentingnya menjaga semangat awal pembentukan Matahari Pagi Indonesia.
Dalam arahannya, Dahnil menjelaskan bahwa nama Matahari Pagi berangkat dari kebiasaan para pendiri yang kerap mengadakan pertemuan pada pagi hari, bahkan setelah waktu Subuh. Dari kebiasaan tersebut, matahari pagi kemudian menjadi simbol energi, semangat, dan harapan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
MPI, menurut Dahnil, dibangun dengan orientasi pengabdian kepada bangsa. Karena itu, setiap pengurus dan anggota diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan aktif membangun hubungan dengan masyarakat dan mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang membawa kebaikan.
Semangat tersebut juga sejalan dengan prinsip fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan. Setiap anggota diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, maupun bentuk pengabdian lainnya.
Dahnil turut mendorong pengurus MPI Kalbar memperkuat silaturahmi, membangun organisasi yang terarah, dan menyelaraskan program daerah dengan agenda organisasi di tingkat pusat.
Pesan yang ditekankan dalam arahannya terangkum dalam semangat untuk terus bergerak, memberi manfaat, dan memperbanyak silaturahmi. Dengan semangat tersebut, MPI diharapkan menjadi organisasi yang terbuka terhadap kolaborasi dan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Siapkan Konsolidasi dan Program Sosial
Setelah resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Wilayah MPI Kalimantan Barat, Ageng Novly Satriadi menyatakan akan melanjutkan konsolidasi internal sebagai langkah awal menjalankan organisasi. Penataan kepengurusan dan penguatan koordinasi menjadi bagian dari agenda yang disiapkan agar MPI Kalbar dapat bergerak lebih terarah.
Ageng juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan sosial sebagai bagian dari kehadiran organisasi di tengah masyarakat. Sebelum pelantikan, anggota MPI Kalbar telah terlibat dalam sejumlah kegiatan kepedulian, di antaranya membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan serta membagikan air kepada warga Pontianak saat musim kemarau.
Kegiatan tersebut menjadi modal awal untuk memperkuat gerakan sosial MPI di Kalimantan Barat. Menurut Ageng, kepedulian kepada masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana, selama dilakukan dengan semangat kebersamaan dan menjawab kebutuhan warga.
Ke depan, MPI Kalbar akan melakukan penataan struktur kepengurusan, memperkuat koordinasi antaranggota, serta mempersiapkan pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan organisasi sekaligus memudahkan pelaksanaan program di berbagai wilayah.
Saat ini, terdapat 54 anggota atau unsur kepengurusan yang telah terdata di tingkat wilayah. Selain memperkuat koordinasi, MPI Kalbar juga berencana menyiapkan sekretariat tersendiri untuk mendukung aktivitas organisasi dan pelaksanaan program kerja.
Ageng turut menyampaikan bahwa MPI terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, organisasi diharapkan dapat membangun kolaborasi yang lebih luas dan menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Menjadi Awal Pembuktian
Pelantikan Pengurus Wilayah MPI Kalimantan Barat menjadi awal dari perjalanan organisasi untuk membangun peran yang lebih nyata dalam kehidupan sosial masyarakat. Pesan Gubernur Ria Norsan mengenai kekompakan dan sinergi pembangunan, serta arahan Dahnil Anzar tentang semangat kebermanfaatan, menjadi bekal bagi pengurus dalam menjalankan amanah.
Sementara itu, konsolidasi dan rencana program sosial yang disiapkan Ageng Novly Satriadi akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah gerak MPI Kalbar ke depan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen tersebut diwujudkan melalui program yang terencana, berkelanjutan, dan terbuka terhadap kerja sama dengan pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat.
Dengan semangat Matahari Pagi Indonesia, MPI Kalbar diharapkan mampu menjadikan organisasi sebagai ruang kolaborasi dan pengabdian, sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kalimantan Barat. (tim)