Ponticity post author Kiwi 10 Oktober 2026

Gelar Syukuran Capaian Nasional 4 Juta Ton Beras, Bulog Kalbar Masuk Lima Besar Kanwil se-Indonesia

Photo of Gelar Syukuran Capaian Nasional 4 Juta Ton Beras, Bulog Kalbar Masuk Lima Besar Kanwil se-Indonesia

PONTIANAK, SP – Keberhasilan Perum Bulog secara nasional mencatat realisasi pengadaan beras mencapai lebih dari 4 juta ton dari petani menjadi momentum syukur sekaligus penguat komitmen untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Capaian tersebut turut menjadi penyemangat bagi Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Barat (Kalbar) dalam memperkuat penyerapan hasil panen petani dan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.

Ungkapan syukur atas pencapaian tersebut dilaksanakan melalui kegiatan syukuran di Masjid An-Ni'mah Bulog Kanwil Kalbar, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini juga berlangsung serentak di 26 wilayah kerja Perum Bulog di seluruh Indonesia, dengan diisi pula penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dari panti asuhan di Kalimantan Barat.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalbar, Rasiwan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas keberhasilan Bulog secara nasional dalam memperkuat pengadaan beras dari petani sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.

“Syukuran ini dilaksanakan secara serentak oleh 26 kantor wilayah Perum Bulog di seluruh Indonesia. Kami di Kalimantan Barat melaksanakannya di Masjid Bulog Kanwil Kalbar, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim dari panti asuhan,” ujarnya.

Menurut Rasiwan, pencapaian pengadaan beras secara nasional yang melampaui target 4 juta ton merupakan hasil kerja bersama dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang pangan, khususnya dalam menyerap hasil produksi petani dan memperkuat cadangan beras pemerintah.

Keberhasilan tersebut juga menjadi pengingat bahwa peran Bulog tidak hanya berkaitan dengan pengadaan dan penyimpanan beras, tetapi juga memastikan komoditas pangan strategis itu dapat disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jadi Momentum Memperkuat Pengabdian

Rasiwan berharap keberhasilan yang dicapai Bulog secara nasional dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja, baik dalam pengadaan, pengelolaan stok maupun penyaluran beras.

Menurutnya, menjaga ketahanan pangan membutuhkan kerja berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Petani sebagai produsen, pemerintah sebagai pengambil kebijakan, serta Bulog sebagai salah satu pelaksana penugasan di bidang pangan memiliki peran yang saling berkaitan.

Karena itu, syukuran yang digelar tidak hanya menjadi ungkapan terima kasih atas capaian yang telah diraih, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab untuk terus hadir melayani masyarakat.

Di tengah upaya menjaga ketersediaan pangan, kepedulian sosial melalui santunan kepada anak-anak yatim turut memberi makna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Keberhasilan institusi, pada akhirnya, diharapkan tidak hanya tercermin dari angka pengadaan dan distribusi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dengan capaian nasional lebih dari 4 juta ton beras serta berbagai program yang berjalan di daerah, Bulog Kalbar berkomitmen melanjutkan upaya menjaga pasokan dan distribusi beras agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Kalbar Masuk Lima Besar Nasional

Di tingkat wilayah, Bulog Kalbar juga mencatat capaian dalam pelaksanaan program perberasan sepanjang 2026. Berdasarkan data yang disampaikan, realisasi penyaluran beras untuk salah satu program mencapai 5.873 ton setara beras atau 115,14 persen dari target yang ditetapkan.

Capaian tersebut menempatkan Kanwil Bulog Kalbar dalam lima besar dari 26 kantor wilayah Perum Bulog di Indonesia. Hasil ini menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi pelaksanaan program, mulai dari penyerapan hasil panen hingga pendistribusian beras kepada masyarakat.

Rasiwan menegaskan, capaian tersebut harus diikuti dengan upaya menjaga kelancaran distribusi dan memastikan beras yang dikelola Bulog dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bagi kami, pencapaian ini bukan sekadar angka, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus memastikan beras tersedia dan dapat dijangkau masyarakat. Kami akan terus memperkuat koordinasi serta menjalankan program pemerintah agar penyaluran beras dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Perkuat Distribusi dan Stabilisasi Harga

Sepanjang semester pertama 2026, Bulog Kalbar menjalankan sejumlah program penyaluran beras, baik melalui bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Berdasarkan data yang dihimpun, penyaluran bantuan pangan pada semester pertama mencapai 11.534 ton beras. Sementara itu, target penyaluran bantuan pangan yang ditetapkan untuk 2026 mencapai 16.426 ton, dengan penyelesaian distribusi ditargetkan paling lambat 30 September 2026.

Selain bantuan pangan, Bulog Kalbar menyalurkan 18.197 ton beras melalui program SPHP pada semester pertama 2026. Program ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu mengendalikan harga beras di pasaran.

Bulog Kalbar juga menyalurkan 4.471 ton beras melalui jalur komersial dan program lainnya selama periode yang sama.

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan beras tidak berhenti pada keberhasilan menyerap hasil produksi petani. Distribusi yang terukur dan tepat sasaran juga menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan pasokan serta memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Di sisi hulu, Bulog Kalbar menargetkan penyerapan gabah setara 5.100 ton beras sepanjang 2026. Target tersebut sejalan dengan upaya memperkuat peran Bulog dalam menyerap hasil panen petani lokal sekaligus mendukung pencapaian pengadaan beras nasional.

Bagi Kalimantan Barat, penyerapan hasil panen menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesinambungan antara produksi petani, ketersediaan cadangan beras, dan kebutuhan konsumsi masyarakat. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda