PONTIANAK, SP - Sebuah buku tidak selalu berhenti sebagai bahan bacaan. Di balik buku “Bruder Stephanus Paiman, OFM Cap: Ketua FRKP, Aplikasi Moderasi Beragama, Humanisme Lintas Budaya Wajah Gereja Katolik”, terdapat semangat untuk mengajak masyarakat ikut menjaga keberlangsungan gerakan sosial dan kemanusiaan.
Buku karya Dominico Savio dan Juniardi Sucinda tersebut hadir bukan sekadar untuk merekam perjalanan pelayanan Bruder Stephanus Paiman, OFMCap, maupun kiprah Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) selama ini.
Lebih dari itu, penjualan buku tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap biaya operasional FRKP, lembaga yang selama ini bergerak dalam aksi sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Bagi Bruder Stephanus Paiman, keberadaan buku tersebut memiliki makna yang lebih luas. Buku ini menjadi dokumentasi perjalanan bersama banyak orang yang selama ini terlibat dalam pelayanan kemanusiaan, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam gerakan tersebut.
“Buku ini bukan hanya untuk menceritakan perjalanan saya. Di dalamnya ada perjalanan banyak orang yang selama ini bersama-sama bekerja untuk kemanusiaan. Karena itu, ketika buku ini dibeli, saya berharap pembaca juga merasa menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” ujar Bruder Stephanus.
Menurutnya, FRKP selama ini tumbuh dari kepedulian, kerelawanan dan semangat kebersamaan. Namun, di balik berbagai kegiatan sosial yang dilakukan, terdapat kebutuhan operasional yang harus dipenuhi agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan.
Karena itu, dukungan melalui pembelian buku dinilai menjadi bentuk sederhana namun bermakna untuk ikut menjaga keberlangsungan kerja kemanusiaan FRKP.
“FRKP adalah gerakan kemanusiaan yang dibangun dari kepedulian dan kebersamaan. Operasional tentu membutuhkan dukungan. Kalau melalui buku ini masyarakat bisa ikut membantu, maka membeli buku juga menjadi salah satu bentuk solidaritas terhadap perjuangan kemanusiaan,” katanya.
Bruder Stephanus berharap masyarakat tidak melihat buku tersebut hanya sebagai produk yang diperjualbelikan. Setiap pembelian, menurutnya, memiliki makna karena sebagian dukungan tersebut kembali untuk menopang kegiatan FRKP.
“Mungkin nilainya terlihat sederhana, tetapi kalau banyak orang ikut ambil bagian, dukungan itu menjadi sangat berarti bagi keberlangsungan pelayanan. Jadi membeli buku ini sekaligus ikut merawat gerakan kemanusiaan,” tuturnya.
Mengabadikan Perjalanan, Menghidupkan Gerakan
Salah seorang penulis, Juniardi Sucinda, mengatakan buku tersebut lahir dari keinginan untuk mendokumentasikan perjalanan Bruder Stephanus dan FRKP dalam menjalankan aksi kemanusiaan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama, budaya dan kehidupan sosial yang beragam.
Namun, buku tersebut sejak awal tidak hanya diarahkan sebagai dokumentasi.
“Kami ingin buku ini memiliki manfaat yang lebih jauh. Bukan hanya menjadi dokumentasi tentang Bruder Stephanus dan FRKP, tetapi juga bisa ikut membantu keberlangsungan kegiatan FRKP melalui hasil penjualannya,” ujar Juniardi.
Menurutnya, kegiatan sosial dan kemanusiaan sering kali bertumpu pada semangat para relawan. Namun, agar berbagai kegiatan tersebut dapat terus berjalan, tetap diperlukan dukungan untuk kebutuhan operasional.
Karena itu, pembelian buku menjadi salah satu cara sederhana bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi.
“Masyarakat mendapatkan buku yang berisi kisah, pengalaman dan nilai-nilai kemanusiaan. Pada saat yang sama, ada kontribusi yang kembali kepada FRKP untuk mendukung kegiatan mereka. Jadi ada nilai literasi, dokumentasi sekaligus solidaritas,” katanya.
Penulis lainnya, Dominico Savio, mengatakan buku tersebut diharapkan tidak hanya mengajak pembaca mengenal sosok Bruder Stephanus, tetapi juga memahami nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini diwujudkan melalui pelayanan FRKP.
“Kami berharap orang tidak hanya membaca kisah-kisah yang ada di dalam buku, tetapi juga tergerak untuk melihat bahwa kemanusiaan membutuhkan banyak tangan. Salah satunya melalui dukungan terhadap lembaga yang memang bekerja di lapangan seperti FRKP,” ujar Dominico.
Menurutnya, buku tersebut juga menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa moderasi beragama dan humanisme lintas budaya bukan hanya konsep yang dibicarakan, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian dan keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
Dari Buku untuk Keberlanjutan Kemanusiaan
Buku “Bruder Stephanus Paiman, OFM Cap: Ketua FRKP, Aplikasi Moderasi Beragama, Humanisme Lintas Budaya Wajah Gereja Katolik” tersedia dalam dua pilihan, yakni soft cover seharga Rp175 ribu dan hard cover Rp250 ribu. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim.
Pembelian buku sekaligus menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung biaya operasional FRKP. Dengan demikian, pembaca tidak hanya memperoleh sebuah karya yang merekam perjalanan kemanusiaan, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam menjaga agar aktivitas sosial FRKP tetap dapat berlangsung.
Pemesanan buku dapat dilakukan melalui Yudi di 0813-4523-1389, Shaulim 0812-5865-7107, Bruder Stephanus Paiman, OFMCap 0812-5702-533, Juniardi Sucinda 0852-1855-1144, serta Dominico Savio +62 822-5630-1298.
Bagi FRKP, dukungan tersebut menjadi penting karena gerakan kemanusiaan tidak hanya membutuhkan niat baik, tetapi juga keberlanjutan. Relawan menjadi penggerak di lapangan, sementara dukungan masyarakat membantu memastikan berbagai kegiatan dapat terus berjalan.
Bruder Stephanus pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut mendukung melalui pembelian buku tersebut.
“Terima kasih kepada siapa pun yang membeli buku ini. Dukungan tersebut bukan hanya untuk buku atau untuk kami, tetapi juga untuk kemanusiaan. Semoga dari sebuah buku, lahir semakin banyak kepedulian dan solidaritas,” katanya.
Pada akhirnya, buku tersebut membawa pesan sederhana: membaca kisah kemanusiaan sekaligus ikut merawat gerakannya. Sebab, dari setiap buku yang dibeli, ada dukungan yang diharapkan dapat membantu FRKP terus hadir dan bergerak bersama masyarakat yang membutuhkan. (*)