PONTIANAK, SP - Konsulat Malaysia di Pontianak memanfaatkan kuliner sebagai sarana gastrodiplomasi atau diplomasi perut untuk mempererat hubungan masyarakat Malaysia dan Indonesia.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Demo Masakan Malaysia yang digelar di Konsulat Malaysia, Jalan Perdana, Pontianak, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari promosi kampanye pariwisata Visit Malaysia 2026-2027. Lebih dari 50 undangan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari awak media cetak, elektronik dan daring, executive chef hotel berbintang di Pontianak, content creator hingga food vlogger di Kalimantan Barat.
Dalam demo masakan tersebut, Konsulat Malaysia memperkenalkan dua kuliner warisan khas Malaysia, yakni nasi dagang Terengganu dan roti jala kari ayam Malaysia.
Proses memasak kedua hidangan tersebut diperagakan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Persatuan Wanita Kementerian Luar Negeri Malaysia di Pontianak atau PERWAKILAN Pontianak.
Konsul Malaysia di Pontianak, Idham Zuhri bin Mohamed Yunus, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk diplomasi kuliner yang dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat Malaysia dan Indonesia.
Menurut Idham, kedekatan budaya antara Malaysia dan Pontianak membuat kuliner menjadi sarana yang relevan untuk memperkenalkan Malaysia kepada masyarakat Kalimantan Barat.
“Malaysia dan Pontianak memiliki ikatan budaya dan selera kuliner yang sangat dekat. Melalui diplomasi kuliner ini, kami berharap warga Pontianak tidak hanya berkunjung ke Malaysia untuk berwisata, tetapi juga untuk menikmati keaslian cita rasa gastronomi khas Malaysia,” ujar Idham.
Idham mengatakan makanan memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Asia Tenggara. Kuliner tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan cara masyarakat membangun hubungan sosial.
“Kalau kita lihat orang luar datang di Asia Tenggara ini, mereka amat sukai makanan kita. Kita setelah beratus-ratus tahun, tempat kita ini adalah bumi rempah dan juga rasa. Jadi itulah kekuatan kita,” katanya.
Menurutnya, tradisi berbagi makanan juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Malaysia dan Indonesia.
Kebiasaan tersebut membuat kuliner memiliki potensi besar untuk menjadi sarana memperkenalkan budaya sekaligus membangun kedekatan antarmasyarakat kedua negara.
“Memperkenalkan sesama sendiri makanan itu adalah budaya kita memang sejak sekian lama. Kita berkongsi makanan, jika ada tetamu datang kita berkongsi,” ujar Idham.
Ia mencontohkan bagaimana makanan menjadi bagian penting dalam interaksi sosial masyarakat Malaysia.
“Seperti di Malaysia, pertama kali kalau kita jumpa, apa kabar, sudah makan belum? Jadi makan itu amat penting,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, para tamu diperkenalkan dengan nasi dagang Terengganu. Hidangan tersebut dibuat menggunakan perpaduan beras ketan dan beras biasa yang dimasak bersama santan.
Nasi dagang kemudian disajikan bersama gulai ikan tongkol dengan bumbu yang kaya dan pekat. Hidangan tersebut dilengkapi acar timun segar serta telur rebus.
Kuliner kedua yang diperkenalkan adalah roti jala kari ayam. Roti jala memiliki bentuk khas dengan warna kuning keemasan dan disajikan bersama kari ayam yang kaya rempah.
Tidak hanya menyaksikan proses memasak, para tamu juga diberikan kesempatan untuk mencoba langsung pembuatan kedua hidangan tersebut.
Setelah demo memasak selesai, para undangan kemudian mengikuti sesi mencicipi nasi dagang Terengganu dan roti jala kari ayam yang telah disiapkan.
Konsulat Malaysia di Pontianak juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak di Kalimantan Barat untuk memperluas promosi kuliner Malaysia.
Idham berharap hotel, restoran, content creator, food vlogger dan media di Pontianak dapat ikut memperkenalkan kuliner khas Malaysia kepada masyarakat.
“Kita berharap kolaborasi bersama ini dengan hotel-hotel, content creator dan juga wartawan, reporters, agar dapat memperkenalkan makanan ini di tempat masing-masing,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Malaysia sekaligus mendorong masyarakat Pontianak untuk mengenal lebih dekat destinasi wisata dan budaya Malaysia.
Konsulat Malaysia juga membuka peluang kerja sama dengan pengelola hotel dan restoran di Pontianak untuk menggelar Malaysian Food Festival pada masa mendatang.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran budaya sekaligus memperkenalkan lebih banyak kuliner Malaysia kepada masyarakat Kalimantan Barat.
Demo Masakan Malaysia kemudian ditutup dengan ramah-tamah dan foto bersama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Konsulat Malaysia di Pontianak menggunakan kuliner sebagai jembatan budaya dan sarana mempererat hubungan masyarakat Malaysia dan Indonesia.(din)