PONTIANAK, SP - Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat (Kalbar) 2026 terus dimatangkan. Menjelang pelaksanaan yang dijadwalkan berlangsung pada 14-21 November 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar kini fokus menuntaskan kesiapan peserta dari seluruh kabupaten/kota serta persiapan teknis pada masing-masing bidang.
Kota Pontianak dipercaya menjadi tuan rumah Porprov XIV Kalbar yang akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat.
Sekretaris Umum KONI Kalbar, yang juga merupakan Ketua PB Porproiv XIV Kalbar Tahun 2026, Raden Hidayatulah Kusuma Dilaga, mengatakan persiapan saat ini telah memasuki tahap pematangan. Berbagai bidang yang terlibat dalam penyelenggaraan terus bekerja sesuai tugas masing-masing untuk memastikan seluruh kebutuhan Porprov dapat diselesaikan sebelum hari pelaksanaan.
“Persiapan terus kita matangkan. Saat ini fokus kita menuntaskan peserta dari kabupaten/kota, kemudian masing-masing bidang juga terus melakukan persiapan sesuai tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Raden.
Menurutnya, penuntasan peserta menjadi salah satu tahapan penting yang saat ini mendapat perhatian KONI Kalbar. Setiap kabupaten/kota terus menyelesaikan administrasi kontingen, termasuk memastikan data atlet, pelatih, official serta cabang olahraga yang akan diikuti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Setelah tahapan peserta dituntaskan, masing-masing bidang akan melakukan finalisasi terhadap kebutuhan teknis pelaksanaan. Hal tersebut mencakup kesiapan pertandingan, venue, perangkat pertandingan, akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, keamanan hingga kebutuhan administrasi dan pelayanan kontingen.
KONI Kalbar juga terus melakukan koordinasi dengan KONI kabupaten/kota serta pengurus provinsi cabang olahraga agar seluruh tahapan berjalan dalam satu arah. Sebelumnya, KONI Kalbar telah menekankan pentingnya sinergi dan harmonisasi program pembinaan antara KONI provinsi dan kabupaten/kota untuk mendukung peningkatan prestasi atlet.
Jadi Pintu Menuju PON 2028
Ketua Umum KONI Kalbar, Daud Yordan, menegaskan Porprov XIV Kalbar memiliki arti penting yang lebih besar dari sekadar perebutan medali antarkabupaten/kota.
Menurutnya, Porprov harus menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan atlet, memetakan potensi terbaik dari setiap daerah, sekaligus menjadi salah satu tahapan pembinaan menuju ajang nasional.
“Porprov ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara atau daerah mana yang memperoleh medali terbanyak. Yang paling penting adalah bagaimana kita mendapatkan gambaran atlet-atlet terbaik Kalimantan Barat yang bisa kita bina secara berkelanjutan untuk menghadapi event yang lebih tinggi,” ujar Daud.
Ia mengatakan, hasil Porprov nantinya harus menjadi salah satu bahan KONI Kalbar dalam melakukan evaluasi dan pemetaan atlet potensial. Atlet yang menunjukkan prestasi dan konsistensi akan mendapatkan perhatian lebih dalam program pembinaan menuju level nasional.
“Dari Porprov ini kita ingin melihat potensi-potensi terbaik. Siapa atlet yang punya kemampuan, siapa yang masih perlu ditingkatkan, termasuk bagaimana kualitas pelatih dan sistem pembinaannya. Ini harus menjadi bagian dari evaluasi kita,” katanya.
Daud menegaskan, target besar pembinaan olahraga Kalbar tidak berhenti pada Porprov XIV 2026. Seluruh proses pembinaan diarahkan untuk mempersiapkan atlet menghadapi PON XXII Tahun 2028, yang penyelenggaraannya melibatkan NTT, NTB dan klaster Jakarta. Persiapan PON XXII sendiri telah memasuki tahapan penetapan cabang olahraga dan pembagian lokasi pertandingan antara NTT, NTB dan Jakarta.
“Porprov ini harus menjadi bagian dari jalan kita menuju PON 2028. Jadi setelah Porprov selesai, pekerjaan kita bukan berhenti, tetapi justru dilanjutkan dengan pembinaan atlet-atlet terbaik yang kita nilai memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Daud berharap setiap kabupaten/kota tidak hanya mengejar prestasi sesaat dalam Porprov, tetapi juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pembinaan atlet. Dengan demikian, atlet yang tampil pada Porprov dapat berkembang dan dipersiapkan untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Sebelumnya, Daud juga menyampaikan target KONI Kalbar untuk meningkatkan prestasi pada PON 2028 dibandingkan capaian sebelumnya. Strategi tersebut dilakukan melalui pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih serta pemetaan atlet potensial dari berbagai kejuaraan daerah. “Harapan kita tentu prestasi Kalimantan Barat semakin meningkat. Karena itu pembinaan harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Porprov menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut,” ujarnya.
Tiap Bidang Terus Dituntaskan
Sementara itu, Raden Hidayatulah mengatakan, selain penuntasan peserta, saat ini seluruh bidang penyelenggara terus melakukan persiapan sesuai kebutuhan masing-masing.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan venue pertandingan, perangkat pertandingan, akomodasi, transportasi, kesehatan, keamanan, konsumsi serta pelayanan terhadap kontingen dapat berjalan dengan baik.
“Sekarang masing-masing bidang sudah berjalan. Kita terus melakukan koordinasi dan evaluasi supaya apa yang menjadi kebutuhan dalam pelaksanaan nanti bisa dipastikan kesiapan dan penyelesaiannya,” katanya.
KONI Kalbar juga mengingatkan seluruh kabupaten/kota peserta agar memahami dan menaati pedoman yang telah ditetapkan. Ketentuan tersebut menjadi acuan dalam proses keikutsertaan kontingen, termasuk administrasi dan persyaratan atlet.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, KONI Kalbar optimistis seluruh persiapan dapat dituntaskan sesuai jadwal. Porprov XIV Kalbar diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan kompetisi, tetapi juga menghasilkan atlet-atlet potensial yang dapat menjadi bagian dari kekuatan Kalimantan Barat menuju PON XXII Tahun 2028.
“Yang kita bangun sekarang adalah sistem pembinaan. Porprov ini harus memberikan manfaat jangka panjang bagi olahraga Kalimantan Barat. Kita ingin atlet-atlet terbaik yang lahir dari Porprov ini terus dibina sehingga nantinya mampu membawa nama Kalbar di tingkat nasional,” pungkas Daud. (mul)