Ponticity post author elgiants 08 Oktober 2026

Universitas OSO Kenalkan Riset Baru, Karbon Aktif Ampas Kelapa ke Pelajar Pontianak

Photo of Universitas OSO Kenalkan Riset Baru, Karbon Aktif Ampas Kelapa ke Pelajar Pontianak

Upaya meningkatkan literasi sains sekaligus menumbuhkan minat penelitian di kalangan pelajar terus dilakukan melalui Program Titik Kumpul Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi.

Program yang diselenggarakan Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia tersebut turut dilaksanakan di Pontianak oleh tim Universitas OSO.

Tim Universitas OSO mengemas kegiatan dengan tema “Peningkatan Literasi Sains Siswa melalui Diseminasi Hasil Riset Karbon Aktif Ampas Kelapa sebagai Adsorben Ion Besi (Fe) pada Air Gambut” dengan menyasar siswa SMAN 11 Pontianak dan SMAN 2 Pontianak.

Tim pelaksana diketuai Yulizar Prawiranti, dengan anggota Weni Mandasari dan Sofi Siti Shofiyah.

Melalui program tersebut, hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya diperkenalkan di lingkungan akademik, tetapi juga didiseminasikan kepada siswa sekolah menengah. Harapannya, hasil riset dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus memantik rasa ingin tahu dan munculnya ide penelitian sejak bangku sekolah.

Salah satu penelitian yang diperkenalkan kepada siswa adalah pemanfaatan ampas kelapa sebagai bahan karbon aktif untuk mengadsorpsi ion besi (Fe) pada air gambut.

Topik tersebut dipilih untuk menunjukkan bahwa penelitian tidak selalu harus berangkat dari persoalan yang rumit. Potensi bahan lokal dan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat juga dapat dikembangkan menjadi objek penelitian melalui pendekatan sains dan teknologi.

Pelaksanaan kegiatan di SMAN 11 Pontianak berlangsung pada 30 September 2026 dan mendapat dukungan dari pihak sekolah.

Kegiatan dibuka Kepala SMAN 11 Pontianak, Heny, serta dihadiri sejumlah guru yang turut mendampingi siswa.

Heny menyampaikan apresiasi karena SMAN 11 Pontianak menjadi salah satu sekolah yang terpilih mengikuti kolaborasi bersama perguruan tinggi.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang berbeda sekaligus mengenal lebih dekat dunia sains dan penelitian.

“Kami bersyukur SMAN 11 Pontianak menjadi salah satu sekolah yang terpilih untuk diajak berkolaborasi. Kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik bagi siswa untuk memperoleh wawasan dan pengalaman baru, khususnya dalam mengenal penelitian serta penerapan sains,” ujar Heny.

Dalam kegiatan tersebut, Sofi Siti Shofiyah memberikan materi bertajuk “Science: From Curiosity to Discovery”.

Melalui materi tersebut, siswa diajak memahami bahwa sains pada dasarnya berawal dari rasa ingin tahu terhadap berbagai fenomena yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa diperkenalkan dengan cara berpikir ilmiah, mulai dari melakukan observasi, menemukan masalah, menyusun pertanyaan penelitian, merumuskan hipotesis, menentukan variabel, hingga memahami pentingnya data dan bukti dalam menjawab suatu pertanyaan ilmiah.

Materi tersebut juga menekankan bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium untuk menemukan berbagai persoalan yang menarik untuk diteliti.

Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya diperkenalkan pada hasil akhir sebuah penelitian, tetapi juga diajak memahami proses berpikir yang dilakukan peneliti untuk menghasilkan sebuah temuan.

Ketua tim pelaksana, Yulizar Prawiranti, kemudian memperkenalkan penelitian karbon aktif ampas kelapa sebagai adsorben ion besi pada air gambut.

Dalam sesi tersebut, siswa dikenalkan dengan air gambut, pemanfaatan ampas kelapa, karbon aktif, proses karbonisasi dan aktivasi, konsep adsorpsi, variabel penelitian hingga parameter yang digunakan dalam pengujian.

Penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa bahan yang sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi objek penelitian.

Ampas kelapa yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah melalui proses tertentu untuk memiliki fungsi dalam penelitian.

Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya aspek keselamatan dalam melakukan penelitian.

Materi keselamatan kerja mencakup penggunaan alat pelindung diri (APD), keselamatan dalam menggunakan alat dan bahan, penanganan sampel, pengelolaan limbah hingga tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi insiden selama eksperimen.

Pemahaman tersebut dinilai penting ditanamkan sejak awal agar siswa memahami bahwa penelitian tidak hanya membutuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan melakukan eksperimen, tetapi juga harus dilaksanakan dengan prosedur yang aman dan bertanggung jawab.

Selain mendapatkan materi penelitian, siswa SMAN 11 Pontianak juga memperoleh wawasan mengenai dunia perguruan tinggi.

Weni Mandasari memperkenalkan kehidupan akademik di kampus, termasuk bagaimana mahasiswa belajar, mengembangkan pengetahuan, melakukan penelitian serta menghasilkan berbagai gagasan dan inovasi.

Melalui sesi tersebut, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Lebih jauh, siswa juga mendapatkan gambaran bahwa dunia kampus menyediakan ruang yang luas untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan penelitian yang telah mulai dibangun sejak sekolah.

Program Titik Kumpul Sains dan Teknologi kemudian dilanjutkan di SMAN 2 Pontianak dengan melibatkan dosen, guru dan siswa.

Meskipun hujan mengguyur pada hari pelaksanaan, kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme siswa mengikuti rangkaian kegiatan.

Berdasarkan susunan acara, kegiatan berlangsung pukul 13.00-15.00 WIB dengan melibatkan 30 siswa kelas X dan XI.

Kegiatan diawali registrasi dan persiapan, pembukaan, pretest serta pengisian angket minat sains untuk mengetahui pemahaman awal dan ketertarikan siswa terhadap kegiatan sains.

Peserta kemudian mendapatkan materi “Science: From Curiosity to Discovery” yang mengenalkan sains sebagai cara berpikir melalui rasa ingin tahu, observasi, pertanyaan penelitian, hipotesis, variabel serta bukti dan data.

Materi dilanjutkan dengan pengenalan “COCOFILTER: Karbon Aktif Ampas Kelapa”.

Dalam sesi tersebut, siswa kembali diperkenalkan dengan air gambut, ampas kelapa, karbon aktif ampas kelapa, proses karbonisasi dan aktivasi, adsorpsi, hasil penelitian, variabel penelitian serta parameter pengujian.

Siswa juga memperoleh materi mengenai keselamatan kerja dalam proyek COCOFILTER.

Materi mencakup penggunaan APD, keselamatan penggunaan alat dan bahan, penanganan sampel, larangan mengonsumsi air hasil filtrasi, pengelolaan limbah serta tindakan yang perlu dilakukan apabila terjadi insiden selama kegiatan eksperimen.

Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan posttest, evaluasi, sesi tanya jawab serta arahan kegiatan selanjutnya.

Dengan pola tersebut, kegiatan tidak hanya memberikan materi secara satu arah. Tim juga berupaya melihat perkembangan pemahaman siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian program.

Pihak SMAN 2 Pontianak yang diwakili Elly mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap program tersebut dapat mendorong siswa berani berinovasi dan mulai mencoba melakukan penelitian sederhana sebelum memasuki perguruan tinggi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini siswa dapat semakin berinovasi dan mulai melakukan riset-riset mini. Dengan demikian, sebelum benar-benar terjun ke dunia kampus, mereka sudah memiliki pengalaman awal dan gambaran mengenai proses penelitian,” ungkap Elly.

Program yang dilaksanakan Universitas OSO tersebut menunjukkan bahwa literasi sains dapat dibangun melalui persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan ampas kelapa dan persoalan air gambut menjadi contoh konkret bahwa ide penelitian dapat muncul dari lingkungan sekitar.

Bahan yang selama ini dipandang sederhana bahkan dapat menjadi objek penelitian ketika dikaji menggunakan pendekatan sains dan teknologi.

Melalui diseminasi hasil riset tersebut, siswa diajak melihat hubungan antara rasa ingin tahu, persoalan lingkungan, proses penelitian dan inovasi.

Pembelajaran sains pun tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong kemampuan siswa untuk bertanya, mengamati, mencoba, mengolah data dan mencari solusi.

Kegiatan di SMAN 11 dan SMAN 2 Pontianak sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah.

Interaksi langsung dengan dosen serta pengenalan hasil penelitian memberikan kesempatan kepada siswa melihat lebih dekat bagaimana pengetahuan yang dipelajari di kelas dapat dikembangkan menjadi penelitian yang berkaitan dengan persoalan nyata.

Melalui Program Titik Kumpul Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek RI, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik lahirnya generasi muda dengan literasi sains yang lebih baik.

Siswa diharapkan semakin berani bertanya, kreatif melihat potensi daerah serta mulai membangun pengalaman penelitian sejak tingkat SMA.

Bagi tim Universitas OSO, diseminasi hasil penelitian kepada siswa juga menjadi bagian penting dalam memastikan pengetahuan dan hasil riset perguruan tinggi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Dari ruang kelas sekolah, diharapkan muncul rasa ingin tahu baru, riset-riset mini serta gagasan inovatif yang dapat dikembangkan lebih jauh ketika para siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda