Bengkayang post author elgiants 02 Oktober 2026

Bupati Bengkayang & Ketua BPK RI Kalbar Terlibat? OTT Diduga Berkaitan dengan Pemeriksaan Kinerja Tahunan BPK terhadap Perumdam

Photo of Bupati Bengkayang & Ketua BPK RI Kalbar Terlibat? OTT Diduga Berkaitan dengan Pemeriksaan Kinerja Tahunan BPK terhadap Perumdam

Meski sempat bungkam, Polda Kalimantan Barat akhirnya buka suara Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) belum lama ini disebuah salah satu cafe di Jalan D.I. Panjaitan, Kota Pontianak. Meski sebelumnya sempat beredar penangkapan OTT tersebut terjadi disebuah Warung Kopi legenda di Jalan Ayani 2 Kubu Raya.

Dalam press release tersebut, Polda Kalimantan Barat membenarkan bahwa Tim Subdit 3 Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) telah berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan oknum pejabat daerah.

Dua orang yang terjaring dalam OTT ini adalah HR, oknum pejabat Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kabupaten Bengkayang, dan DN, seorang oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Barat.

Pada Selasa 29 September 2016 sekitar pukul 22.00 WIB, petugas melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka saat tengah melakukan pertemuan di area parkir salah satu cafe di Jalan D.I. Panjaitan, Kota Pontianak.

Selain menangkap dua pelaku, Tim penyidik juga telah mengamankan dan meminta keterangan dari tiga orang saksi yang berada di pusaran peristiwa tersebut, yaitu AB, MA, dan BR. Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan tindak pidana korupsi ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono menegaskan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penyidikan.

“Benar, tim Subdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kalbar telah melakukan Operasi Tangkap Tangan. Kedua oknum tersebut, yakni saudara HR dan saudari DN, saat ini status hukumnya sudah ditetapkan sebagai Tersangka dan telah dilakukan penahanan di Rutan Polda Kalbar, selanjutnya kita tunggu proses penyidikannya,” ungkap Bambang.

Sementara itu, menurut sumber terpercaya bahwa kasus tersebut berawal adanya temuan hasil Audit BPK Perwakilan Kalimantan Barat di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Bengkayang/PDAM Kabupaten Bengkayang sebesar kurang lebih Rp1,5 Miliar.

 Dari hasil temuan Audit BPK Perwakilan Kalimantan Barat tersebut diduga kuat terjadilah negosiasi, kesepakatan, hingga transaksi ratusan juta dalam peristiwa OTT antara para pihak Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Bengkayang/PDAM Kabupaten Bengkayang dengan Auditor BPK Perwakilan Kalimantan Barat.

 “ Awalnya pihak oknum BPK RI mematok harga 500 juta rupiah, namun akhirnya pejabat Pengkab Bengkayang hanya menyanggupi 400 juta rupiah. Sialnya tertangkap,” kata sumber Suara Pemred.

 Pada saat OTT, Polda Kalbar diduga kuat mengamankan Direktur, Bendahara, Humas PDAM Kabupaten Bengkayang, Asisten II Pemkab Bengkayang sebagai Pengawas di Perusahaan PDAM Kabupaten Bengkayang, Supir Asisten II, dan satu orang oknum Auditor BPK Perwakilan Kalimantan Barat.

Akibat OTT oleh polisi tersebut, masyarakat Kalbar gempar. Terutama warga dan seluruh ASN Pengkab Kabupaten Bengkayang. Menurut sumber Suara Pemred yang bisa dipercaya mengungkapkan, bahwa staf BPK RI perwakilan Kalbar yang tertangkap tangan merupakan orang suruhan.

“ Infonya akan ada pengembangan dari OTT tersebut, infokan dia disaruh atasanya di BPK RI Perwakilan Kalbar. Siapa itu kita lihat nanti, Nah yang jadi masalah siapa yang memerintahkan pejabat PDAM Bengkayang itu, kan tidak mungkin dia tidak izin dengan atasannya, hehe,” kata sumber ini yang minta namanya tidak disebutkan.

Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang saat dikonfirmasi Suara Pemred melalui pesan WA hingga kini belum juga memberikan jawaban secara resmi.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda