Internasional post authorKiwi 14 Februari 2023

Bupati Sambas Hadiri BCA Malindo, Bahas Perjanjian Kerjasama Perbatasan Indonesia-Malaysia

Photo of Bupati Sambas Hadiri BCA Malindo, Bahas Perjanjian Kerjasama Perbatasan Indonesia-Malaysia

KUCHING, SP - Bupati Sambas, Satono menghadiri Border Crossing Agreement (BCA) Malaysia-Indonesia (Malindo) yang digelar selama tiga hari, mulai dari tanggal 13 hingga 16 Februari 2023.

Kegiatan yang dipusatkan di Kuching, Sarawak, Malaysia Timur membahas perjanjian kerjasama perbatasan Malindo, tentang titik ekonomi bersama di daerah perbatasan.

"Alhamdulillah hari ini saya menghadiri kegiatan BCA membahas perjanjian kerjasama Malindo yang dihadiri, Kemenlu, Kemendagri, BNPP, BPPD dan provinsi perbatasan," kata Bupati Sambas, Satono.

Ia menyampaikan, kegiatan mereview perjanjian perlintasan batas Malindo, termasuk usulan dari Indonesia untuk penentuan exit-entry point, dan pihak Malaysia masih belum menentukan secara spesifik terkait teknis.

Banyak perjanjian kerjasama yang dibahas, terutama tentang lintas batas negara, tentang titik ekonomi bersama di daerah perbatasan, serta keluar masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Pertemuan menindaklanjuti nota diplomatik dari Kedutaan Besar Malaysia Nomor AT 502/2022, bahwa Pemerintah Malaysia menyetujui usulan pelaksanaan persidangan ke-8 BCA RI-Malaysia," jelas Bupati.

Lebih jauh, Bupati Sambas Satono menjelaskan bahwa kerjasama yang baik antara Indonesia dan Malaysia ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi di Kabupaten Sambas, terutama pada tiga potensi yang menjadi unggulan Kabupaten Sambas, yaitu sektor pertanian, perikanan dan pariwisata.

“Sebenarnya hubungan antara Indonesia Malaysia terutama Sambas sudah lama terhubung, karena satu rumpun Melayu. Tentu melalui acara ini, kita harapkan membawa dampak positif terutama dari sektor ekonomi, karena seperti yang kita ketahui bersama, Kabupaten Sambas mempunyai tiga potensi yang luar biasa yang belum tergali maksimal,”kata dia.

Bupati Satono mengharapkan dengan adanya acara ini bisa memberikan manfaat serta mendorong perkembangan perbatasan terutama Aruk dan Temajuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pasca pandemi Covid-19.

“Pemerintah daerah selalu berupaya untuk mendorong pengembangan perbatasan, mudah-mudahan melalui pertemuan ini kedepan Indonesia, khususnya rakyat Sambas bisa meraih keuntungan terutama di sektor ekonomi dan pariwisata, untuk meningkatkan geliat ekonomi kerakyatan pasca Covid-19,” tutupnya.

Dalam Pertemuan kedelapan dari peninjauan tentang persetujuan perlintasan perbatasan antara pemerintah republik Indonesia dan pemerintah Malaysia ini turut dihadiri Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Kementrian Dalam Negeri RI Dr. Drs. Amran, MT, Direktur Asia Tenggara Kementrian Luar Negeri RI Mirza Nurhidayat, Koordinator Fungsi Batas Laut Kementrian Luar Negeri RI Dr. Haryo Budi Nugroho, Kepala Badan BPPD Provinsi Kalbar Drs. Alexander Rombonang, MMA, M.H, Plt. Asisten Deputi BNPP Budi Setyono, Deputy Secretary General JUSA A, Datuk Mohammad Fauzi bin Md Isa, Spesial Officer to Deputy Secretary General KP22 Muhammad Kurnain bin Muhammad Saad, Undersecretary Immigration Affairs Division JUSA C, W. Husbi bin W. Mohd, Deputy Undersecretary Immigration Affairs Division M54, Wan Mohammed Saupee bin Wan Yusoff, Principal Assistant Secretary Immigration Affairs Division M52 Mohammad Syazwan bin Saleh, Asistan Secretary Immigration Affairs Division M48 Mohd Syahar bin Azizan, serta undangan lainnya. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda