Sabtu (2/1) malam di Lapangan Volly Desa Teluk Melano, warga menonton peristiwa sejarah Kerajaan Simpang era tahun 1915 dalam bentuk film semi kolosal. Judul filmya, Belangkaet.
Acara peluncuran film tersebut dihelat Sultan Muhammad Jamaluddin bekerjasama dengan Lembaga Simpang Mandiri, dan Pemerintah Desa Teluk Melano.
Selain Bupati Kayong Utara Citra Duani yang didaulat meluncurkan secara resmi film tersebu, hadir pula anggota DPRD Kayong Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, POM Kayong Utara, Pemuda Pancasila, dan tokoh masyarakat serta pemuda.
Bupati Kayong Utara, Citra Duani berharap, film ini mampu menggugah generasi muda untuk lebih menghargai para pejuang terdahulu.
"Generasi muda saat ini harus bisa menghargai pejuang-pejuang kita terdahulu. Sehingga kita bisa merasakan kemerdekaan yang telah mereka perjuangkan," jelas Citra.
Sedangkan Amru Chanwari, Panitia Peluncuran Film Semi Kolosal Belangkaet mengatakan, tidak menyangka acara yang di helat tersebut bakal melebihi perkiraan. Sebab, selain cuaca yang tidak mendukung, undangan yang disebarkan hanya 100 orang, sisanya adalah inisiatif masyarakat sendiri yang datang menonton.
"Dalam acara itu, kita tetap mematuhi protokol Covid-19 dengan menyediakan masker sebanyak 2.000 lembar, dan air cuci tangan dua pinguin. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengapresiasi film sejarah ini. Semoga bisa menjadi manfaat dan edukasi, terutama bagi generi muda," ucap Amru.
Disela-sela acara tersebut, Raja Simpang, Gusti Muhammad Hukma SE mengapresiasi semua pihak, terutama crew dan pemain film Perang Belangkaet dengan memberikan piagam penghargaan kepada masing-masing perwakilan.
“Dari film ini kita juga akan menggalang dana untuk pembangunan Keraton Simpang yang sudah lama kita dambakan bersama. Kami minta doa restu dari semua lapisan masyarakat, dan meminta kepada pemerintah agar memberikan sumbangsihnya pada pembangunan Keraton Simpang," ucap Gusti Hukma.(arf/yun)