Kayong Utara post authorKiwi 12 Juni 2026

Pemkab Kayong Utara Perkuat Kemampuan Fiskal Daerah

Photo of Pemkab Kayong Utara Perkuat Kemampuan Fiskal Daerah Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya menyampaikan kata sambutan ketika menghadiri Pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) III Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kayong Utara di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara, Kamis (11/6).

SUKADANA, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara saat ini memprioritaskan penguatan fondasi tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah, sebagai langkah strategis untuk mendukung percepatan pembangunan di masa mendatang.

Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya menyampaikan penegasan tersebut ketika menghadiri Pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) III Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kayong Utara di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara, Kamis (11/6).

"Kemarin saya dengar cerita pak Gubernur saat rapat kerja di DPR RI, bilang ada enam kabupaten/kota yang hampir kolaps, bayar PPPK ndak mampu sampai pinjam ke Bank Kalbar. Alhamdulillah kita sehat, ndak ada utang. PPPK bergaji semua, dapat gaji ke-13 juga," ungkap Romi.

"Sekarang ini kan seolah-olah Pemerintah Kabupaten Kayong Utara ini kan ndak kerja, ini makan tidur aja. Padahal kita fokus membenahi sistem, jangan sampai “kapal” Kayong sekarang tenggelam, nah itu yang dilakukan. Nah, nanti setelah ini sehat, baru kita ekspansi," tambahnya.

Bupati Romi mengibaratkan Pemkab Kayong Utara saat ini tengah memperkuat "bahtera" Kayong Utara agar mampu berlayar dengan aman dan stabil sebelum melakukan berbagai ekspansi pembangunan.

"Yang terpenting saat ini adalah memastikan sistem pemerintahan dan keuangan daerah tetap sehat. Ketika fondasinya kuat, maka pembangunan ke depan akan lebih mudah dijalankan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara lebih luas," ujarnya.

Menurut Bupati Romi, dalam menghadapi tantangan fiskal daerah, pemerintah tidak memilih jalan pintas dengan menaikkan pajak masyarakat maupun menambah beban utang daerah. Sebaliknya, Pemkab Kayong Utara fokus melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah, serta rasionalisasi belanja yang dinilai kurang produktif.

"Kita tidak menaikkan pajak. Yang kita lakukan adalah intensifikasi dan ekstensifikasi. Masih banyak objek pajak yang belum terdata dan belum tergali secara optimal. Ini yang terus kita benahi," ujar Romi.

Bupati Romi menjelaskan, salah satu langkah intensifikasi dilakukan dengan memperbaiki pendataan objek pajak daerah, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang selama ini belum seluruhnya terakomodasi dalam basis data pemerintah.

Sementara itu, upaya ekstensifikasi dilakukan dengan menggali sumber-sumber pendapatan baru yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan. Salah satunya melalui optimalisasi retribusi tenaga kerja asing yang bekerja pada proyek strategis nasional di Kabupaten Kayong Utara.

"Dari retribusi tenaga kerja asing, saat ini sudah terealisasi sekitar Rp400 juta. Potensinya tahun ini diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar, dan tahun depan bisa mencapai Rp3,5 miliar," ungkapnya.

Selain memperkuat pendapatan daerah, Bupati Romi mengatakan Pemkab Kayong Utara juga melakukan efisiensi anggaran dengan menekan belanja yang tidak memberikan dampak langsung terhadap pelayanan masyarakat dan pembangunan.

Langkah tersebut, lanjut Bupati Romi, menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas fiskal daerah di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Pemkab Kayong Utara saat ini.

"Yang kita lakukan adalah memastikan APBD tetap sehat. Alhamdulillah sampai hari ini kondisi keuangan daerah tetap terjaga," ucapnya.(r/ble)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda