Ponticity post author Kiwi 03 Agustus 2026

Bebby Nailufa Kembali Pimpin Golkar Pontianak, Siapkan Strategi Rebut Pemilih Muda

Photo of Bebby Nailufa Kembali Pimpin Golkar Pontianak, Siapkan Strategi Rebut Pemilih Muda Bebby Nailufa kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Pontianak periode 2025–2030.

PONTIANAK, SP – Bebby Nailufa kembali mendapat kepercayaan memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Pontianak periode 2025–2030. Kepastian itu diperoleh melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Pontianak pada Minggu (2/8/2026) dengan mekanisme aklamasi.

Musda tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Ichfany, serta dihadiri jajaran pengurus dan kader Partai Golkar dan partai lainnya.

Terpilihnya kembali Bebby bukan tanpa alasan. Selama memimpin DPD Golkar Kota Pontianak pada periode sebelumnya, partai berlambang pohon beringin itu mencatat lonjakan signifikan pada Pemilu Legislatif 2024.

Dibawah kepemimpinan Bebby, Golkar berhasil menggandakan perolehan kursi DPRD Kota Pontianak dari tiga kursi pada Pemilu 2019 menjadi enam kursi pada Pemilu 2024. Raihan tersebut juga mengantarkan Golkar menempati unsur pimpinan DPRD Kota Pontianak.

Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Ichfany, menilai capaian tersebut merupakan prestasi besar yang layak diapresiasi. Menurutnya, peningkatan hingga 200 persen menjadi bukti kepemimpinan yang efektif sekaligus modal penting menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Ia optimistis di bawah kepemimpinan Bebby Nailufa pada periode kedua, Golkar Pontianak memiliki peluang besar menambah kursi DPRD melalui berbagai strategi yang lebih inovatif.

“Prestasi DPD Golkar Kota Pontianak harus kita akui. Ini sebuah loncatan yang luar biasa karena raihan (kursinya) naik sampai 200 persen,” ujarnya.

Namun demikian, Ichfany mengingatkan bahwa gelaran Musda tidak hanya menjadi agenda memilih ketua, melainkan juga momentum menyusun strategi politik yang lebih matang demi meningkatkan kekuatan Partai Golkar di Kota Pontianak.

Ia berharap kepengurusan baru mampu merumuskan langkah-langkah strategis agar Golkar tidak hanya mempertahankan capaian saat ini, tetapi juga menambah jumlah kursi legislatif pada pemilu mendatang.

Menurut Ichfany, tantangan politik ke depan juga berubah seiring meningkatnya dominasi pemilih muda.

Sebagai partai politik tertua yang tetap eksis hingga saat ini, Golkar harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam menarik simpati generasi milenial dan Generasi Z.

“Golkar sebagai partai politik paling senior harus menjadi partai yang paling siap mendulang suara generasi milenial dan Gen Z. Saya yakin Bu Bebby Nailufa sudah membuktikan bahwa representasi anak muda mampu meningkatkan kursi secara signifikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kota Pontianak Bebby Nailufa menegaskan arah perjuangan Golkar ke depan akan difokuskan pada penguatan basis pemilih muda yang kini mendominasi struktur demografi pemilih di Indonesia.

Menurutnya, bonus demografi menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh jajaran Partai Golkar.

“Kalau kita melihat pemilih ke depan, mayoritas adalah anak-anak muda. Karena itu perintah Ketua Umum Pak Bahlil adalah seluruh organisasi Partai Golkar, agar organisasi sayap dan organisasi pendiri partai harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Bebby menjelaskan, berbagai organisasi sayap dan Hasta Karya Partai Golkar akan menjadi mesin politik utama dalam memperluas basis dukungan masyarakat.

Organisasi seperti Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Al Hidayah, Himpunan Wanita Karya (HWK), SOKSI, MKGR, Kosgoro, hingga organisasi lainnya akan terus diperkuat agar mampu menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Menurutnya, organisasi-organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah kader senior, tetapi juga harus membuka ruang yang luas bagi kader-kader muda untuk tampil dan berkontribusi.

“MKGR dan Kosgoro tidak hanya didominasi senior, tetapi junior mendominasi. Mereka harus diberi ruang untuk berkembang,” tegasnya.

Bebby menambahkan, saat ini sekitar 50 persen pemilih merupakan kalangan muda. Kondisi tersebut menuntut Golkar melakukan penyesuaian strategi komunikasi politik agar lebih dekat dengan karakter generasi muda.

“Golkar memang partai dewasa, tetapi harus terus berimprovisasi mengikuti gaya politik sekarang dengan karakter pemilih muda. Karena itu evaluasi harus terus dilakukan,” katanya.

Ia juga menilai representasi anak muda di internal Partai Golkar Kota Pontianak sudah mulai terlihat, termasuk melalui kehadiran legislator muda di DPRD Kota Pontianak.

Menurut Bebby, anak muda harus dirangkul melalui pendekatan yang sesuai dengan minat, hobi, kreativitas, serta ruang aktualisasi mereka.

“Anak-anak muda harus diberdayakan melalui program-program positif dan ide-ide mereka harus diberikan ruang. Jangan sampai potensi besar itu tidak dimanfaatkan, karena bisa bergeser ke hal-hal yang kurang baik,” pungkasnya.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda