Kayong Utara post author Kiwi 15 September 2026

Demi Hak Belajar Anak Kayong Utara, KREASI Hadirkan Inovasi Ruang Kelas Aman Asap

Photo of Demi Hak Belajar Anak Kayong Utara, KREASI Hadirkan Inovasi Ruang Kelas Aman Asap

KAYONG UTARA, SP – Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus memicu terjadinya learning loss, yakni kondisi hilangnya waktu belajar efektif serta menurunnya pencapaian akademik siswa karena sekolah terpaksa diliburkan dan lingkungan tidak kondusif.

Mencegah ancaman terhadap keberlanjutan hak pendidikan tersebut, program KREASI (Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DinkesKB) Kabupaten Kayong Utara mengambil langkah mitigasi taktis dengan menggelar sosialisasi "Sekolah Lindung Asap" di SDN 08 Rangkap.

Project Manager KREASI Kayong Utara, Rizky Fernanda, S.Kom, memaparkan bahwa inovasi ruang kelas aman asap ini merupakan pilot project sekaligus replikasi dari praktik baik mitigasi bencana yang dirancang agar mudah diterapkan di lingkungan sekolah.

"Teknisnya sederhana dan bisa dikerjakan gotong royong. Ventilasi ditutup dakron sebagai filter, exhaust fan dipasang untuk membuang udara dalam yang panas, pengap, dan menjaga sirkulasi udara, lalu ditambah tanaman hias penyerap CO2 seperti lidah mertua di dalam kelas," jelas Rizky.

Sekretaris DinkesKB Kayong Utara, Poerbowo, S.AP, M.Si, turut menyoroti bahaya partikel halus asap (PM 2.5 & PM 10) bagi anak usia sekolah yang sangat rentan terkena ISPA.

"Langkah preventif adalah kunci. Selain membatasi aktivitas fisik di luar saat asap pekat, sekolah perlu membiasakan pengecekan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan edukasi pemakaian masker yang tepat," tegas Poerbowo.

Inovasi mitigasi ini mendapat respons positif. Perwakilan wali murid, Sumantri, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah preventif ini dan berharap adanya usulan subsidi masker bagi anak-anak di sekolah.

Dari pihak sekolah, guru SDN 08 Rangkap, Abdul Muis, menambahkan bahwa cuaca dan status ISPU sangat fluktuatif.

Oleh karena itu, pemantauan kualitas udara rutin setiap pagi dan sore penting dilakukan agar penggunaan kelas pelindung asap ini bisa diterapkan secara tepat guna.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model percontohan mitigasi bencana berbasis komunitas di Kayong Utara, memastikan hak pendidikan dan kesehatan anak-anak tetap terlindungi selama musim kemarau.

Sebagai langkah tindak lanjut, petugas dari Puskesmas Simpang Hilir bersama tim KREASI dan pihak sekolah akan melakukan monitoring serta pengukuran kualitas udara secara berkala di dalam ruang kelas yang telah dimodifikasi.

Evaluasi terukur ini bertujuan untuk memastikan efektivitas penggunaan filter dakron dan exhaust fan dalam menyaring polutan berbahaya, sehingga sirkulasi udara di dalam ruangan terbukti tetap berada pada level aman bagi siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah didukung Pemerintah Kabupaten, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda