SUKADANA, SP - Investasi PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara, mendapatkan apresiasi dari sejumlah warga. Dengan berbagai aktivitasnya, warga di Kabupaten Kayong Utara (KKU) pun menyambut positif masuknya perusahaan yang berada di bawah naungan Harita Group tersebut.
Kehadiran PT DIB membuka peluang besar bagi masyarakat lokal, baik dari sisi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dalam penyerapan tenaga kerja.
"Saya sebagai putra daerah sangat terbantu dengan adanya PT DIB. Saya bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya, dan gajinya pun layak. Ini lebih baik dibanding harus mencari kerja di Sukadana," ungkap Reza, seorang warga di Sukadana.
Reza juga menilai perusahaan telah berupaya memprioritaskan warga lokal dalam perekrutan tenaga kerja, khususnya dari wilayah-wilayah sekitar lokasi proyek smelter.
"Sebagian besar pekerja di sini memang berasal dari Kayong Utara, terutama dari pulau-pulau sekitar Penebang. Kalau pun ada pekerja dari luar, itu biasanya dari subkontraktor yang hanya bekerja sementara selama masa pembangunan," jelasnya.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kalimantan Barat (Kalbar), Daud “Cino” Yordan, menyambut positif kehadiran PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.
Dikenal dengan julukan The Senator Boxing, Daud menilai kehadiran perusahaan tersebut menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam membuka lapangan kerja dan memperkuat sektor industri di wilayah pesisir selatan Kalbar.
"Sebagai olahragawan, atlet, sekaligus senator dari Kalbar, saya turut senang sekali dan menyambut gembira dengan hadirnya PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Kabupaten Kayong Utara. Melalui perusahaan ini, pembangunan ekonomi wilayah Kayong Utara akan semakin hidup,” ujar Daud Yordan, baru-baru ini.
Menurut Daud, investasi yang dilakukan PT DIB memiliki potensi besar untuk memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Tidak hanya bagi warga setempat, tetapi juga memberi efek domino hingga ke seluruh Kalbar.
"Investasi yang dilakukan DIB tentu membuka sektor ketenagakerjaan dan peluang usaha baru. Tidak hanya masyarakat lokal di sekitar wilayah operasional, tetapi seluruh Kalbar akan merasakan dampaknya,” lanjutnya.
Daud menilai, kehadiran perusahaan smelter ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan daerah. Namun, ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga situasi tetap kondusif demi keberlanjutan investasi.
"Masyarakat Kayong Utara harus berperan aktif menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Jangan mudah terpancing emosi, karena investasi ini untuk kepentingan bersama. Kalau daerah stabil, otomatis ekonomi tumbuh, PAD meningkat, dan masyarakat juga yang akan menikmati hasilnya,” pesannya.
Sebagai anggota DPD RI, Daud menegaskan bahwa lembaganya mendukung penuh investasi yang sehat dan berkelanjutan. Ia menjelaskan, DPD berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan pusat dalam memperkuat pembangunan ekonomi nasional, termasuk di Kalbar.
"DPD RI merupakan mitra kepala daerah, pemerintah pusat, dan kementerian. Kami tentu sangat menyambut positif hadirnya perusahaan-perusahaan besar yang berinvestasi di daerah, apalagi ini juga bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Ini langkah baik mempercepat pertumbuhan ekonomi di berbagai bidang,” ungkapnya.
Menurut Daud, sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, kehadiran PT DIB diharapkan tidak hanya menggerakkan sektor industri, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi warga.
Lebih lanjut, petinju berjuluk Cino ini berharap PT Dharma Inti Bersama memberi ruang luas bagi anak-anak daerah untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan perusahaan.
"Saya berharap PT DIB memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak daerah untuk ikut terlibat. Mereka perlu dibekali pelatihan agar bisa bekerja dan berkembang di perusahaan ini,” ujarnya.
Daud juga menyoroti pentingnya program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perusahaan perlu memiliki visi jangka panjang yang berpihak pada peningkatan kualitas SDM lokal.
"Perusahaan juga harus berkontribusi terhadap peningkatan SDM di daerah. Berikan pelatihan dan kesempatan kerja agar masyarakat sekitar dapat sejahtera. Dengan begitu, manfaat investasi bisa dirasakan nyata,” katanya.
Menutup pernyataannya, Daud menegaskan pentingnya komitmen perusahaan untuk berpihak kepada rakyat dan daerah tempatnya beroperasi.
"Saya berharap PT DIB benar-benar berpihak kepada daerah dan masyarakat. Perusahaan seperti ini harus menjadi motor penggerak ekonomi dan membuka peluang di semua sektor. Kehadirannya harus membawa manfaat nyata bagi rakyat,” pungkasnya.
Program Kehidupan Nelayan
Sebelumnya, semangat baru mulai tumbuh di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial (CSR), PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), menghadirkan serangkaian program yang menyentuh kehidupan masyarakat, peningkatan teknologi penangkapan ikan, budidaya perikanan, hingga pengolahan hasil tangkapan laut.
Didin Komarudin, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, timnya bersama DIB menawarkan teknologi penangkapan baru yang telah terbukti efektif di kalangan nelayan Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.
Adapun untuk diversifikasi alat tangkap, Didin dan timnya memperkenalkan bubu lipat yang lebih praktis untuk menangkap rajungan, serta alat tangkap krendet dan gillnet.
“Awalnya penuh tantangan, karena nelayan Pelapis sudah bertahun-tahun menggunakan lampu kelong di atas permukaan air dan bubu kotak. Namun setelah tiga hari, mulai ada yang berkata ‘Kami siap, Pak’. Itu tanda nelayan Desa Pelapis terbuka pada inovasi yang kami perkenalkan. Saya optimistis teknologi ini bisa meningkatkan hasil tangkapan mereka,” ujar Didin, kemarin.
Syarif Ali Al-Haddad, nelayan dari Dusun Jaya, mulai menaruh harapan. Ia mengaku tertarik dengan pelatihan budidaya akuaponik ini.
“Sayur cukup sulit didapat di Pelapis karena harus dipasok dari luar. Kalau akuaponik ini bisa diterapkan, tentu sangat membantu. Saya berharap pembinaan ini terus berlanjut sampai warga paham dan bisa yakin bahwa apa yang mereka pelajari, apa yang disampaikan para dosen, bisa diterapkan sebagai penunjang ekonomi keluarga,” katanya.
Ibu-Ibu Desa Pelapis Semangat Mengolah Hasil Laut Para ibu rumah tangga di Desa Pelapis juga menjadi penerima manfaat program CSR DIB dan tak kalah bersemangat. Mereka mendapat pelatihan membuat berbagai olahan hasil laut, seperti bakso ikan, nugget, kerupuk, dan roti.
Mereka semangat mengolah aneka ikan yang umumnya diabaikan karena nilai ekonomis rendah dan berharap pelatihan ini menjadi jalan baru untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Yessi, ibu rumah tangga di Dusun Kelawar, mengaku gembira bisa mendapatkan ilmu baru.
“Biasanya kami hanya masak ikan dengan cara sederhana. Tadi kami coba buat bakso dan nugget dengan cara yang berbeda dan lumayan berhasil. Kami berharap nanti bisa produksi lebih banyak, asal ada yang membeli supaya usaha ini jalan terus,” ungkapnya penuh harap.
External Relation Manager DIB, Seno Ario Wibowo, menegaskan bahwa program pelatihan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
Menurutnya, selain memfasilitasi pelatihan dan memberikan bantuan peralatan untuk nelayan, DIB juga telah menambah tenaga lapangan yang setiap hari akan mendampingi warga Desa Pelapis dalam penerapan program inovasi teknologi penangkapan ikan, budidaya perikanan, dan pengolahan hasil tangkapan laut.
“Kami ingin masyarakat Desa Pelapis tumbuh bersama dengan hadirnya KIPP. Pendidikan, keterampilan, hingga peningkatan ekonomi keluarga adalah fokus kami. Harapan kami, dengan adanya program ini, masyarakat semakin sejahtera,” kata Seno.
Salurkan Beasiswa Mahasiswa
PT Dharma Inti Bersama (DIB) melalui program CSR menyalurkan beasiswa S-1 bagi 15 putra-putri daerah asal Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Dalam hal ini pemerintah daerah Kayong Utara, Kalimantan Barat menyambut baik dengan adanya pemberian beasiswa tersebut. Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari mengatakan ini merupakan suatu terobosan yang luar biasa untuk program CSR dari PT DIB.
"Biasanya kan CSR diberikan setelah perusahaan beroperasi, tapi sedang dalam masa persiapan, PT DIB sudah menunjukkan komitmennya untuk membangun SDM daerah Kepulauan Karimata, Kayong Utara," ucap Amru, saat menghadiri kegiatan yang diadakan di Hotel Orchardz Ayani itu, Jumat (19/9/2025).
Amru menekankan lagi bahwa Pemerintah Kabupaten Kayong Utara sangat mendukung dengan adanya investasi yang dilakukan PT DIB, terlebih ini merupakan proyek strategis nasional, merupakan program pemerintah terkait hilirisasi.
Ia tak menampik kehadiran PT DIB di Kayong Utara tidak luput dari saran, masukan dan koreksi dari Pemkab Kayong Utara dan masyarakat setempat.
"Perhatian kami juga terhadap keberlangsungan lingkungan, juga komitmen kami supaya kehadiran PT DIB ini bukan hanya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat KKU saja. Tapi juga memperhatikan keberlangsungan di daerah Kepulauan Kabupaten Kayong Utara," katanya.
Perwakilan Manajemen PT Dharma Inti Bersama (DIB), Rasnius Pasaribu sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemkab Kayong Utara atas kemudahan investasi yang diberikan. Rasnius berujar investasi yang dilakukan ditujukan untuk masyarakat setempat dan Pemkab Kayong Utara.
"Bentuk apresiasi juga kami berikan beasiswa kepada mahasiswa. Tentunya ini bukan yang pertama dan terakhir, tetapi tentu kami akan coba meningkatkan lagi bukan hanya mahasiswa, tapi juga mungkin untuk siswa SMA," ujar Rasnius.
Ia memandang penting suatu pendidikan, bagaimana anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik. Perlu disadari bahwa pendidikan yang berkualitas merupakan jalan memperoleh kehidupan.
"Untuk nanti, memang jumlah yang disalurkan saat ini hanya 15, ke depan kita coba bantu lebih banyak lagi. Untuk hal teknis kami akan bekerja sama dengan tim CSR di lapangan," katanya.
Sementara itu salah satu mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari PT DIB, Claudia merasa senang karena melalui beasiswa yang ia terima dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
"Saya melanjutkan kuliah di Universitas OSO, Prodi Biologi," tutur dara yang bercita-cita menjadi guru.
Beri Makanan Tambahan untuk Balita
Dalam upaya meningkatkan kesehatan bayi dan balita serta mencegah stunting, PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) melakukan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi dan balita di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi PT DIB dengan Puskesmas dan Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di tiga Dusun di Desa Pelapis. Sedikitnya 100 bayi dan balita menerima paket makanan tambahan berupa; susu UHT, biskuit, telur rebus dan kacang hijau.
Ketua Kader Posyandu Strawberry Dusun Jaya Desa Pelapis, Jumailian, mengungkapkan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada PT DIB atas terlaksananya program PMT. Program ini menurutnya dapat menambah asupan gizi anak-anak di Desa Pelapis.
Hal senada disampaikan oleh Ema Nurhajah, Ketua Kader Posyandu Mangga Harum Dusun Kelawar. Ia pun berharap, kegiatan ini dapat terus berjalan.
Bidan dan kader Posyandu Dusun Kelawar melakukan penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi pemenuhan gizi anak.
Bidan dan kader Posyandu Dusun Kelawar melakukan penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi pemenuhan gizi anak. Foto: Dok. DIB
“Dengan adanya pemberian makanan tambahan ini pemenuhan protein bagi anak-anak di Pelapis dapat meningkat,” ucapnya.
Tenaga kesehatan Puskesmas Desa Pelapis, Agung Prasetyo, menyambut baik program PMT yang dilakukan PT DIB. Menurutnya dengan adanya program PMT di semua dusun di Desa Pelapis terbukti meningkatkan jumlah kunjungan ibu dan anak ke Posyandu, sehingga program ini turut mendukung pencapaian program-program pemerintah lainnya seperti sosialisasi dan penyuluhan kesehatan, pemantauan kesehatan dan vaksinasi.
“Program ini menjadi daya tarik masyarakat untuk mau datang ke Posyandu, yang tadinya kunjungan hanya dihadiri belasan orang sekarang meningkat menjadi puluhan. Dengan kunjungan ibu dan anak ke Posyandu, maka berat dan tinggi anak dapat termonitor dengan baik, dan jika ada anak atau balita yang teridentifikasi kurang dalam tumbuh kembang baik tinggi maupun berat badan akan segera mendapat konsultasi dan pendampingan khusus dari ahli gizi di Puskesmas Pelapis,” jelasnya.
"Kegiatan ini adalah bentuk sinergis swasta dan pemerintah sejalan dengan program nasional Ayo ke Posyandu,” tambahnya.
Wakil Bupati Kayong Utara dan Perwakilan PT DIB berfoto bersama para mahasiswa asal Desa Pelapis penerima bantuan beasiswa. Foto: Dok. DIB
PT DIB memiliki komitmen terhadap generasi penerus Desa Pelapis, selain program PMT, perusahaan juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal Desa Pelapis yang sedang menempuh pendidikan jenjang S1 baik yang berkuliah di Kota Pontianak maupun Kabupaten Ketapang.
Pada tahap pertama ada 15 orang yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan per semester dan biaya kos tahunan hingga 8 semester (4 tahun). Dengan demikian para mahasiswa asal Desa Pelapis bisa belajar dengan tenang, tanpa terbebani pikiran biaya, dan fokus menyelesaikan studi hingga selesai dan menjadi agen perubahan Kayong Utara. Bantuan beasiswa secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, di Pontianak, pada Jumat, 19 September 2025 lalu.
External Relation Manager PT DIB, Seno Ario Wibowo, mengatakan program PMT dan beasiswa adalah wujud komitmen perusahaan dalam membangun kapasitas sumber daya manusia di Desa Pelapis.
“Kami percaya bahwa kesehatan dan gizi yang baik bagi anak dan balita adalah fondasi penting bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program kesehatan dan pendidikan, kami berharap bisa memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pelapis,” ungkapnya.
Serangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan/corporate social responsibility (CSR) telah dilakukan DIB sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara berkala perusahaan menggelar kegiatan DIB Care yang memfokuskan pada bidang kesehatan berupa penyuluhan, konsultasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan umum. Dukungan terhadap ekonomi masyarakat pesisir juga dilakukan melalui pelatihan teknologi penangkapan ikan, budidaya perikanan, dan pengolahan hasil laut. (din/ril/dok/*)