Ketapang post author Kiwi 10 Agustus 2026

Ikhtiar Bupati Menjaga Rumah Besar Bernama Ketapang, Doa Lintas Agama untuk Keselamatan Bersama

Photo of Ikhtiar Bupati Menjaga Rumah Besar Bernama Ketapang, Doa Lintas Agama untuk Keselamatan Bersama Doa Bersama Lintas Agama yang digelar di halaman Kantor Bupati Ketapang, Minggu (9/8/2026) malam.

KETAPANG, SP - Ketapang adalah rumah besar bagi seluruh masyarakat. Di tanah ini, masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, dan adat istiadat hidup berdampingan, saling menghargai, serta bersama-sama menjaga kehidupan yang aman, damai, dan harmonis.

Semangat kebersamaan itu kembali terlihat dalam Doa Bersama Lintas Agama yang digelar di halaman Kantor Bupati Ketapang, Minggu (9/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri para pemuka lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat.

Bagi Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP, M.Si doa bersama bukan sekadar ritual, tetapi bagian dari ikhtiar bersama untuk memohon keselamatan, perlindungan, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.

Di tengah kondisi cuaca kering yang terjadi di sejumlah wilayah Ketapang dalam beberapa pekan terakhir, doa juga dipanjatkan agar hujan segera turun, membasahi bumi, memberikan kesejukan, sekaligus menjauhkan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Alex mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat ikhtiar menghadapi potensi karhutla. Ia juga mengimbau masyarakat di 20 kecamatan untuk melaksanakan doa bersama dengan melibatkan pemuka agama dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing.

Namun, menghadapi kondisi alam, menurut dia, tidak cukup hanya dengan doa. Doa harus berjalan beriringan dengan tindakan nyata.

Masyarakat diminta menghemat penggunaan air, meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta bersama-sama menjaga lingkungan.

“Menjaga Ketapang merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah daerah,” katanya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa Ketapang bukan semata-mata milik pemerintah. Ketapang adalah rumah bersama yang harus dijaga seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuda, dunia usaha, hingga masyarakat di tingkat desa.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di wilayah dengan kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar.

Kepolisian menegaskan akan mengambil tindakan tegas dan memproses secara hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan.

Sementara itu, Ketua PCNU Ketapang Dr. KH. Abdullah Al-Faqir mengajak masyarakat, pemuka agama, dan tokoh masyarakat untuk terus memperbanyak doa, khususnya setelah melaksanakan ibadah.

Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali membaik dan masyarakat terhindar dari berbagai musibah serta bencana.

Lebih dari sekadar kegiatan doa, pertemuan lintas agama tersebut menjadi gambaran tentang wajah Ketapang yang rukun, toleran, aman, dan menjunjung kebersamaan.

Di Ketapang, perbedaan suku, agama, budaya, dan adat istiadat bukan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan menjaga.

Sebab, seluruh masyarakat berpijak di tanah yang sama, menghirup udara yang sama, mencari rezeki di bumi yang sama, serta membangun kehidupan di rumah yang sama.

Karena itu, ketika Ketapang menghadapi kekeringan dan ancaman karhutla, menjaga daerah ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan panggilan bersama.

Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. Menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan. Dan menjaga kerukunan berarti menjaga rumah besar tempat seluruh masyarakat Ketapang hidup dan bertumbuh.

Ikhtiar itu kini dilakukan bersama: pemerintah bergerak, masyarakat waspada, aparat mengawal, para pemuka agama mengajak berdoa, dan seluruh elemen masyarakat mengambil bagian.

Semoga doa yang dipanjatkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama yang membawa keberkahan. Semoga hujan segera turun, bumi Ketapang kembali sejuk, masyarakat senantiasa dilindungi, serta daerah ini dijauhkan dari karhutla dan berbagai musibah. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda