KETAPANG, SP - Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP, M.Si mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi kemarau ekstrem sepanjang tahun 2026. Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang menyatakan Kabupaten Ketapang saat ini berada dalam status siaga kekeringan serta siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bupati mengatakan, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September dan diperkirakan berakhir pada Oktober 2026. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan potensi terjadinya kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
"Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian bersama dalam menghadapi potensi kemarau ekstrem tahun ini. Pencegahan jauh lebih penting agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin luas," ujar Bupati.
Dalam imbauannya, Bupati Alex menyampaikan lima langkah penting yang perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat. Pertama, masyarakat diminta melakukan tata kelola penggunaan air secara bijak dan efisien guna mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.
Kedua, masyarakat diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan bencana asap serta berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, hingga aktivitas masyarakat.
Ketiga, masyarakat diminta mewaspadai berbagai sumber api, termasuk puntung rokok maupun api kecil lainnya yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan yang mulai mengering akibat musim kemarau.
Keempat, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi setiap imbauan pemerintah yang disampaikan melalui berbagai saluran informasi, baik media massa, radio, baliho maupun media informasi resmi lainnya, sehingga upaya mitigasi bencana dapat berjalan secara efektif.
Kelima, apabila terjadi kondisi darurat, kebakaran, maupun bencana yang tidak dapat ditangani secara mandiri, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang melalui layanan pengaduan WhatsApp di nomor 0852-5215-3025 agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Bupati juga menegaskan bahwa untuk menghadapi ancaman kemarau ekstrem membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Menurutnya, kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan akan menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta meminimalkan dampak kekeringan.
"Mari kita tingkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan demi keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang," tutupnya. (Teo/*)