KETAPANG, SP - Guna membangun sumber daya manusia (SDM) olahraga, Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten Ketapang menggelar Coaching Clinic Pelatihan Khusus Wasit Standar Mini Football di Cafe Icon Ketapang untuk sesi pembelajaran teori, dan Karuna Minisoccer Ketapang untuk praktik lapangan, Sabtu (25/7).
Diikuti sebanyak 21 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang, Coaching Clinic tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari program pembinaan KSMI Kabupaten Ketapang untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan integritas para wasit sepak bola mini agar mampu memimpin pertandingan sesuai standar Mini Football. Selain memperkuat pemahaman terhadap regulasi permainan, kegiatan ini juga bertujuan mencetak perangkat pertandingan yang siap mendukung penyelenggaraan kompetisi yang sportif, berkualitas, dan berdaya saing.
Pelatihan menghadirkan Ketua Komisi Wasit dan Pelatih KSMI Provinsi Kalimantan Barat, Zainal Abidin SE sebagai instruktur utama yang memberikan pembekalan mengenai Laws of the Game Mini Football, teknik memimpin pertandingan, etika profesi wasit, komunikasi di lapangan, pengambilan keputusan, hingga manajemen pertandingan. Seluruh materi kemudian diperdalam melalui sesi praktik dan simulasi pertandingan di Karuna Minisoccer Ketapang, sehingga peserta memperoleh pengalaman yang mendekati situasi pertandingan sesungguhnya.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari jajaran Pengurus KSMI Provinsi Kalimantan Barat dengan hadirnya Ketua Komisi Teknik dan Pengembangan KSMI Provinsi Kalimantan Barat, Edo Pranata Bong, yang turut memantau jalannya pelatihan dari awal hingga akhir. Kehadiran Edo Pranata Bong menjadi bentuk dukungan nyata, sekaligus komitmen KSMI Provinsi Kalimantan Barat dalam memastikan program pembinaan wasit di daerah berjalan sesuai standar organisasi dan mampu menghasilkan perangkat pertandingan yang berkualitas.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Fahrurrazi, menyampaikan bahwa Coaching Clinic ini merupakan langkah strategis dalam membangun kualitas perwasitan sebagai salah satu pilar utama kemajuan sepak bola mini di Kabupaten Ketapang.
"Kemajuan sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain maupun penyelenggara, tetapi juga oleh kualitas perangkat pertandingan. Oleh karena itu, KSMI Kabupaten Ketapang berinisiatif menyelenggarakan Coaching Clinic ini sebagai wadah pembelajaran, peningkatan kompetensi, sekaligus penyamaan persepsi mengenai regulasi Mini Football agar lahir wasit-wasit yang profesional, berintegritas, dan mampu menjalankan tugasnya secara objektif," terangnya.
Menurut Fahrurrazi, pelatihan dirancang dengan pendekatan teori dan praktik sehingga peserta tidak hanya memahami regulasi permainan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam setiap pertandingan.
Fahrurrazi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, sehingga mampu menjadi bagian dari pembangunan ekosistem sepak bola mini yang semakin profesional di Kabupaten Ketapang.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan penghargaan kepada Zainal Abidin SE selaku instruktur utama serta Edo Pranata Bong yang telah hadir memberikan dukungan, arahan, dan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan.
Tidak lupa, Fahrurrazi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras demi suksesnya kegiatan tersebut.
"Atas nama Ketua Panitia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan semangat luar biasa sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Keberhasilan Coaching Clinic ini merupakan hasil kerja sama, kekompakan, dan rasa tanggung jawab seluruh tim yang telah bekerja dengan penuh dedikasi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan suatu kegiatan tidak pernah terlepas dari kerja keras orang-orang yang berada di balik layar.
"Saya menyadari bahwa di balik suksesnya sebuah kegiatan selalu ada tim yang bekerja tanpa mengenal lelah. Semoga seluruh dedikasi dan pengabdian rekan-rekan panitia menjadi amal kebaikan serta mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dalam setiap program pembinaan KSMI Kabupaten Ketapang di masa mendatang," harapnya.
Fahrurrazi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, jajaran Pengurus KSMI Provinsi Kalimantan Barat, pengurus KSMI Kabupaten Ketapang, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Kegiatan Coaching Clinic secara resmi dibuka oleh Sekretaris KSMI Kabupaten Ketapang, Achmad Junaidi mewakili Ketua KSMI Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Achmad Junaidi menyampaikan bahwa perkembangan sepak bola mini di Kabupaten Ketapang mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya antusiasme masyarakat, bertambahnya komunitas, serta semakin banyaknya penyelenggaraan turnamen. Namun, menurutnya, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama para wasit.
"Wasit merupakan penjaga integritas pertandingan. Seorang wasit bukan hanya memahami aturan permainan, tetapi juga harus memiliki integritas, objektivitas, kemampuan komunikasi, serta keberanian mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan adil. Karena itu, pembinaan wasit harus menjadi perhatian bersama," jelasnya.
Ia berharap Coaching Clinic ini mampu melahirkan wasit-wasit yang memiliki kompetensi sesuai standar Mini Football, dan siap bertugas pada berbagai kompetisi di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Mengakhiri sambutannya, Achmad Junaidi menyampaikan apresiasi kepada KSMI Provinsi Kalimantan Barat atas dukungan, dan pendampingan yang diberikan kepada KSMI Kabupaten Ketapang dalam pengembangan organisasi dan peningkatan kualitas SDM olahraga.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, secara resmi Coaching Clinic Pelatihan Khusus Wasit Standar Mini Football KSMI Kabupaten Ketapang Tahun 2026 ini dibuka,” ucap Junaidi.
Selama pelatihan, para peserta mengikuti berbagai materi teori, diskusi interaktif, simulasi pertandingan, praktik lapangan, serta evaluasi langsung oleh instruktur. Metode pembelajaran tersebut dirancang agar setiap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan teknis dan mental dalam memimpin pertandingan.
Melalui kegiatan ini, KSMI Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem Mini Football yang profesional, sportif, dan berkelanjutan. Pembinaan wasit diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kompetisi yang berkualitas sekaligus melahirkan perangkat pertandingan yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang pada berbagai ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
KSMI Kabupaten Ketapang juga berharap sinergi antara pengurus daerah, pengurus provinsi, komunitas, klub, pelatih, atlet, dan para wasit dapat terus diperkuat, sehingga sepak bola mini semakin berkembang sebagai olahraga yang sehat, kompetitif, dan membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Ketapang.(*)