KETAPANG, SP - PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) mendukung pengadaan lahan untuk Tempat Penampungan Sementara (TPS) seluas 1.800 meter persegi dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) seluas 50.000 meter persegi di Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Program ini merupakan bagian dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) PT WHW untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga.
Pengadaan lahan tersebut diharapkan akan menjadi fondasi bagi penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang terpusat, legal, dan berkelanjutan. Selama ini, Desa Mekar Utama belum memiliki fasilitas TPS dan TPA sehingga sebagian sampah rumah tangga masih dibuang secara tidak terkelola.
Manager CSR PT WHW, Ari Djanuar Prastyo, mengatakan bahwa program tersebut disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat melalui konsultasi dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Mekar Utama, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait. Program ini juga selaras dengan prioritas pembangunan desa dan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
"Pengadaan lahan ini bukan hanya dukungan fisik, tetapi tahap awal untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang tertib dan berkelanjutan. Kami mendorong agar tata kelola, pembiayaan operasional, dan partisipasi masyarakat dipersiapkan sejak awal sehingga fasilitas yang dikembangkan nantinya dapat memberikan manfaat jangka panjang," ujar Ari.
Untuk menjaga keberlanjutan program, lahan yang diperoleh akan dicatat sebagai aset resmi desa. Pengelolaan TPS dan TPA akan diperkuat melalui Peraturan Desa (Perdes), pembentukan unit pengelola sampah, serta skema iuran operasional yang melibatkan partisipasi masyarakat. Program ini juga membuka peluang pengembangan bank sampah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.
Ari menambahkan bahwa program tersebut diharapkan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kepala Desa Mekar Utama, Hasbuna, menyampaikan apresiasi atas dukungan PT WHW dalam pengadaan lahan untuk TPS dan TPA. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpusat, tertib, dan berkelanjutan di Desa Mekar Utama.
"Atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Mekar Utama, kami menyampaikan terima kasih kepada manajemen PT WHW. Pengadaan lahan untuk TPS dan TPA ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpusat, tertib, dan berkelanjutan," ujar Hasbuna.
Hasbuna mengungkapkan bahwa hingga saat ini Pemerintah Desa Mekar Utama belum memiliki TPS dan TPA, serta data resmi mengenai volume sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat. Namun, estimasi volume sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat dapat dilakukan berdasarkan jumlah penduduk yang ada di desa.
"Dengan asumsi setiap penduduk menghasilkan rata-rata 1 kilogram sampah per hari dan jumlah jumlah penduduk mencapai 8.791, maka potensi timbulan sampah diperkirakan sekitar 8.791 kilogram per hari atau 263.730 kilogram per bulan," jelasnya.
Lebih lanjut, Hasbuna menambahkan, secara umum komposisi sampah rumah tangga diperkirakan terdiri atas sekitar 60 persen sampah organik, 30 persen sampah anorganik, dan 10 persen sampah lainnya, seperti kertas, kain, serta limbah B3 rumah tangga, antara lain baterai bekas dan kemasan bahan pembersih.
“Belum tersedianya TPS dan TPA terpadu menyebabkan masyarakat masih mengelola sampah secara mandiri, baik dengan membakar sampah di pekarangan atau lahan kosong, menguburnya di sekitar rumah, maupun membuangnya ke area terbuka, semak-semak, selokan, hingga aliran sungai,” kata Hasbuna.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Air lindi dari tumpukan sampah berpotensi meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air bersih warga, sementara penyumbatan saluran air akibat sampah dapat memicu genangan saat musim hujan. "Pembakaran sampah secara terbuka juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia. Selain itu, tumpukan sampah dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk, dan tikus yang meningkatkan risiko penyakit, seperti demam berdarah, diare, dan penyakit kulit," katanya.
Selain berdampak terhadap kesehatan, persoalan sampah juga menurunkan kualitas lingkungan permukiman karena menimbulkan bau tidak sedap, mengurangi estetika desa, serta meningkatkan risiko kebakaran akibat pembakaran sampah yang tidak terkendali.
“Pemerintah Desa Mekar Utama memiliki visi untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dikelola sebagai bisnis sosial. Menurut Hasbuna, konsep ini diharapkan dapat mengubah TPS dan TPA dari sekadar tempat penampungan sampah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang mampu menciptakan lapangan kerja serta memberikan nilai tambah bagi masyaraka,” tegas Hasbuna.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Desa Mekar Utama menggandeng PT WHW melalui program CSR dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan sampah. Hasbuna berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi terus berkembang menjadi kemitraan jangka panjang dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
"Harapan kami, pengembangan fasilitas beserta tata kelola pengelolaan sampah ini dapat menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Selain itu, keberadaan TPS dan TPA yang dikelola dengan baik diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah liar, menekan risiko pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Mekar Utama," kata Hasbuna.(*)