PONTIANAK, SP - Universitas Islam Malang (UNISMA) Malang dan Pemerintah Kota Pontianak memperkuat sinergi kelembagaan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan MoU menjadi bagian dari rangkaian Seminar Nasional bertajuk Penguatan Moderasi Beragama dan Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak.
Kerja sama ini mempertemukan unsur perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun kolaborasi yang lebih berkelanjutan. Melalui MoU tersebut, dunia akademik diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Kolaborasi juga diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pendidikan, penelitian yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, serta kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat secara langsung.
Kerja sama tersebut memiliki keterkaitan dengan tema seminar yang mengangkat moderasi beragama dan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal. Nilai keberagaman dan kebersamaan dinilai dapat diperkuat melalui pendidikan yang dekat dengan budaya masyarakat.
Dalam seminar tersebut, Prof. H. M. Mas’ud Said dari UNISMA Malang menyoroti pentingnya penguatan sektor ekonomi dan budaya sebagai bagian dari upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis di tengah lingkungan multikultural.
Sementara Prof. Dr. H. Imam Suprayogo menekankan pentingnya penguatan kualitas manusia sebagai salah satu fondasi dalam membangun moderasi beragama.
Dari perspektif Kalimantan Barat, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, Rektor IAIN Pontianak, mengangkat sejumlah tradisi lokal yang telah hidup di tengah masyarakat. Di antaranya budaya gotong royong dan tradisi saprahan yang dinilai mencerminkan nilai kebersamaan, moderasi beragama, dan pendidikan multikultural.
Pemikiran tersebut menjadi bagian dari ruang akademik yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, pendidik, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat.
MoU UNISMA Malang dan Pemkot Pontianak diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diterjemahkan dalam berbagai program konkret yang mendukung kebutuhan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kerja sama pendidikan, pemerintah daerah dapat memperoleh dukungan keilmuan dan hasil penelitian yang relevan. Di sisi lain, perguruan tinggi memiliki ruang lebih luas untuk mengimplementasikan pengetahuan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan sumber daya manusia serta penguatan kehidupan sosial masyarakat Kota Pontianak melalui pendekatan akademik dan kearifan lokal.
Seminar nasional yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan MoU tersebut turut menegaskan pentingnya penerapan moderasi beragama dan pendidikan multikultural dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kerja sama tersebut, UNISMA Malang dan Pemkot Pontianak diharapkan dapat membangun kolaborasi berkelanjutan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah dan masyarakat.(din)