PONTIANAK, SP - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Kalimantan Barat 2026 sukses diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) ini menjadi momentum kebangkitan kembali kompetisi catur tingkat provinsi setelah sekitar tujuh tahun tidak terselenggara.
Kejurprov Catur Kalbar ke-49 tersebut resmi dibuka pada Kamis, 17 September 2026, dan langsung dilanjutkan dengan pertandingan babak pertama dan kedua. Ajang ini diikuti para pecatur dari berbagai daerah di Kalimantan Barat untuk memperebutkan posisi terbaik sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan atlet catur daerah.
Ketua Pengprov Percasi Kalimantan Barat periode 2026-2030, Rolando Mangatas Nainggolan, mengatakan penyelenggaraan Kejurprov merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi sekaligus.
Namun, hal tersebut tetap harus dilakukan demi menghidupkan kembali kompetisi serta menjalankan program organisasi sesuai ket tindak lanjut program pembinaan Percasi.
“Kita sudah tujuh tahun tidak melaksanakan Kejurprov. Setelah kemarin dilakukan Musprov dan saya terpilih sebagai ketua, tentu menjadi kewajiban bagi saya pada tahun 2026 ini untuk melaksanakan Kejurprov yang sudah tujuh tahun tidak terselenggara,” ujar Rolando.
Menurutnya, penyelenggaraan Kejurprov memang membutuhkan persiapan dan sumber daya yang tidak sedikit. Namun, hal tersebut tetap harus dilakukan demi menghidupkan kembali kompetisi serta menjalankan program organisasi sesuai ketentuan Pengurus Besar (PB) Percasi.
“Walaupun sebetulnya cukup berat melaksanakan kegiatan ini, terutama karena kita masih baru, tetapi tetap harus kita kerjakan. Ini bagian dari program organisasi dan pembinaan atlet,” katanya.
Rolando menegaskan, Kejurprov tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang pertandingan, tetapi juga menjadi sarana untuk memetakan potensi atlet catur Kalimantan Barat.
Dari kompetisi tersebut, Percasi akan melihat atlet-atapi agenda olahraga yang lebih besar ke depan. Target prestasi tersebut, menurut Rolando, tidak bisa dicapai secara instan, melainkan membutuhkan proses pemblet yang berpotensi untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
“Harapannya setelah ini kita terus lanjutkan pembinaan. Kita akan melihat posisi dan potensi atlet-atlet yang dapat kita andalkan untuk mengejar prestasi dan medali emas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Percasi Kalbar telah menyiapkan strategi pembinaan untuk menghadapi agenda olahraga yang lebih besar ke depan. Target prestasi tersebut, menurut Rolando, tidak bisa dicapai secara instan, melainkan membutuhkan proses pembinaan yang berkesinambungan.
“Untuk target ke depan, kita sudah mempunyai grand strategy. Jadi setelah Kejurprov ini, pembinaan akan terus kita lanjutkan untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik Kalimantan Barat,” jelasnya.
Pelaksanaan Kejurprov Catur Kalbar 2026 sekaligus menandai dimulainya kembali kompetisi catur provinsi secara lebih terarah. Selain mengejar prestasi, kegiatan ini diharapkan memperkuat pembinaan atlet dari kabupaten dan kota serta memperluas regenerasi pecatur di Kalimantan Barat.
Dengan terselenggaranya Kejurprov tersebut, Pengprov Percasi Kalbar juga menegaskan komitmennya untuk membangun olahraga catur melalui semangat fair play, sportivitas, prestasi, dan pembinaan berkelanjutan.
“Satu langkah, jutaan peluang” menjadi semangat Kejurprov Catur Kalbar 2026 dalam membuka kembali ruang kompetisi sekaligus mencari bibit-bibit pecatur potensial untuk membawa nama Kalimantan Barat pada ajang yang lebih tinggi. (*)