PONTIANAK, SP - BEM Universitas OSO menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat dengan menyalurkan 9.000 liter air bersih gratis kepada warga Kecamatan Pontianak Selatan, Sabtu (19/9/2026).
Aksi berbagi air bersih tersebut menyasar masyarakat di kawasan Jalan Karna Sosial hingga ujung Jalan Perintis. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa Universitas OSO dengan turun langsung melihat kebutuhan masyarakat di tengah kondisi sulit mendapatkan air bersih.
Ketua BEM Universitas OSO, Irvan Surya, mengatakan mahasiswa tidak cukup hanya aktif dalam ruang akademik dan berdiskusi di lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berbicara dan berdiskusi di kampus. Ada saatnya kami turun langsung, melihat kondisi masyarakat dan melakukan sesuatu yang bisa dirasakan manfaatnya. Hari ini kami berbagi air bersih, dan mudah-mudahan bantuan sederhana ini bisa meringankan kebutuhan masyarakat,” ujar Irvan.
Ia mengatakan, aksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya BEM Universitas OSO membangun budaya kepedulian di kalangan mahasiswa dan generasi muda.
Menurut Irvan, mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk mengambil peran dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Tidak selalu melalui kegiatan besar, tetapi bisa dimulai dari melihat kebutuhan yang ada di lingkungan sekitar dan mengambil langkah nyata.
“Kami ingin mahasiswa hadir bukan hanya sebagai kelompok yang belajar di kampus, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Ketika ada persoalan di sekitar kita, mahasiswa harus memiliki kepekaan untuk ikut membantu,” katanya.
Dalam aksi tersebut, BEM Universitas OSO berkolaborasi dengan BEM SEKA Kalbar dan Matahari Kalbar. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas manfaat bantuan sekaligus memperkuat gerakan sosial anak muda.
Ketua Matahari Kalbar Hendri Gunawan mengatakan, kebutuhan air bersih menjadi alasan pihaknya ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini lahir dari kepedulian. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena itu, kami memilih untuk hadir langsung dan berbagi dengan masyarakat,” kata Hendri.
Sementara Korwil BEM SEKA Kalbar, Meksi Kerol, menilai kolaborasi organisasi mahasiswa dan pemuda dapat memperbesar manfaat kegiatan sosial.
“Kami dari BEM SEKA Kalbar melihat bahwa persoalan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Ketika organisasi mahasiswa dan pemuda bisa duduk bersama kemudian turun langsung, manfaatnya tentu akan lebih besar,” ujar Meksi.
Irvan mengatakan, BEM Universitas OSO terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai elemen kepemudaan untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia berharap aksi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Semangat kepedulian dan pengabdian mahasiswa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Semangat tersebut, kata Irvan, sejalan dengan pesan “Muda Bergerak, Muda Mengabdi” yang menjadi semangat bersama dalam aksi berbagi air bersih.
“Bagi kami, pengabdian tidak harus menunggu menjadi orang besar atau memiliki sumber daya yang besar. Selama ada kemauan untuk bergerak dan berbuat, kita sudah bisa memberikan manfaat. Ini mungkin langkah kecil, tetapi kami berharap bisa menjadi langkah yang berarti,” ucap Irvan. (din)