PONTIANAK, SP - Suasana duka mendadak menyelimuti kawasan sekitar Gereja Kavelari, Rumah Pelangi, Gunung Benuah, setelah seorang warga ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar mandi (WC) yang berada di sekitar lokasi tersebut.
Informasi awal mengenai peristiwa itu diterima oleh salah seorang anggota Fraternitas Rumah Pelangi. Mendapat kabar tersebut, pihak JPIC Kapusin segera mengingatkan agar warga menghubungi Ketua RT dan pihak kepolisian serta tidak menyentuh, memindahkan, atau mengubah kondisi jenazah maupun lokasi sebelum petugas kepolisian datang.
Saat tim JPIC Kapusin berada di sekitar lokasi dalam rangka kegiatan pendistribusian air bersih, sejumlah warga tampak berkumpul. Tidak lama kemudian, pihak kepolisian tiba di lokasi dan langsung melakukan pengamanan serta pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).
Garis polisi (police line) dipasang untuk menjaga lokasi selama proses pemeriksaan berlangsung.
Informasi yang diterima menyebutkan, warga yang meninggal tersebut berasal dari wilayah Tanjung Hulu. Pihak keluarga juga telah datang ke lokasi setelah mendapatkan kabar mengenai peristiwa tersebut.
Namun, mengenai identitas lengkap maupun penyebab kematian, pihak JPIC Kapusin menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang masih melakukan pemeriksaan.
Polisi Tangani TKP, JPIC Dampingi Keluarga
Di saat aparat kepolisian menjalankan tugas pemeriksaan TKP, perhatian JPIC Kapusin beralih kepada keluarga yang sedang menghadapi situasi duka dan guncangan emosional.
Direktur Rumah Pelangi, Pater Ignatius Warsito OFMCap, meminta agar keluarga almarhum didampingi dan dibantu menenangkan diri.
Bruder Stephanus Paiman OFMCap, yang turut terlibat dalam pendampingan, kemudian membantu menemui dan mendampingi keluarga, khususnya ibu dan kakak almarhum yang datang ke lokasi.
Dari percakapan dengan keluarga, diperoleh informasi bahwa keluarga tersebut berdomisili di kawasan Tanjung Hulu dan memiliki hubungan dengan komunitas umat di wilayah tersebut.
Keluarga datang ke Rumah Pelangi karena sebelumnya kondisi kesehatan ayah atau suami sedang kurang baik. Dalam situasi yang kemudian berubah menjadi kabar duka tersebut, keluarga mendapatkan pendampingan agar tetap tenang dan dapat mengikuti proses yang sedang berlangsung.
Bruder Stephanus mengingatkan keluarga agar tidak terburu-buru mengambil langkah sebelum proses pemeriksaan kepolisian selesai.
“Yang terpenting sekarang keluarga tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan. Setelah prosesnya selesai dan jenazah sudah dapat dibawa pulang, keluarga dapat segera berkoordinasi dengan Ketua Kring dan pastor paroki,” ungkap Bruder Stephanus.
Ia juga menyampaikan kesiapan membantu apabila keluarga membutuhkan dukungan dalam proses pemulangan jenazah.
“Kalau keluarga membutuhkan bantuan ambulans maupun peti jenazah sederhana, silakan menghubungi kami. Kami akan berusaha membantu sesuai kemampuan,” lanjutnya.
Apresiasi untuk Kepolisian
JPIC Kapusin menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat dan profesional pihak kepolisian dalam menangani peristiwa tersebut.
Sejak menerima informasi, warga telah diarahkan untuk tidak menyentuh atau memindahkan jenazah agar kondisi TKP tetap terjaga. Setelah polisi tiba, petugas langsung memasang garis polisi dan melakukan pemeriksaan.
Bagi JPIC Kapusin, langkah tersebut penting untuk memastikan setiap proses penanganan dilakukan berdasarkan fakta dan prosedur yang berlaku.
Bruder Stephanus mengimbau masyarakat agar tidak membuat kesimpulan sendiri mengenai penyebab kematian maupun menyebarkan informasi yang belum mendapatkan konfirmasi resmi.
“Kita serahkan proses pemeriksaan kepada pihak kepolisian. Jangan membuat kesimpulan sendiri. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah menghormati keluarga yang sedang berduka dan memberikan ruang kepada aparat untuk menjalankan tugasnya,” katanya.
Dari Bantuan Air Bersih hingga Pendampingan Duka
Peristiwa tersebut terjadi ketika tim JPIC Kapusin berada di kawasan Rumah Pelangi dalam rangka kegiatan sosial pendistribusian air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
Kegiatan kemanusiaan yang semula berfokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih itu kemudian bersinggungan dengan situasi duka yang membutuhkan kehadiran dan pendampingan.
Bagi JPIC Kapusin, pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti pada bantuan material. Ketika masyarakat mengalami musibah, pendampingan secara langsung juga menjadi bagian dari kepedulian kemanusiaan.
Kehadiran Bruder Stephanus dan pihak Rumah Pelangi di tengah keluarga diharapkan dapat memberikan sedikit kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi kehilangan.
Pengurusan Jenazah Dilakukan dengan Baik
Setelah proses pemeriksaan kepolisian selesai dan jenazah dinyatakan dapat diserahkan kepada keluarga, JPIC Kapusin melalui Bruder Stephanus Paiman OFMCap menyatakan siap membantu proses pengurusan dan pemulangan jenazah.
Keluarga juga diarahkan untuk segera berkoordinasi dengan Ketua Kring dan pastor paroki agar proses pendampingan pastoral dapat dilakukan dengan baik.
Pendampingan tersebut mencakup koordinasi yang diperlukan untuk pemulangan jenazah serta kebutuhan keluarga dalam proses selanjutnya.
JPIC Kapusin menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan dengan tetap menghormati keluarga, ketentuan yang berlaku dan proses pemeriksaan aparat kepolisian.
Pesan Kemanusiaan di Tengah Musibah
Peristiwa tersebut kembali memperlihatkan bahwa dalam situasi sulit, masyarakat membutuhkan dua hal sekaligus: penanganan profesional dari aparat dan kehadiran manusiawi dari komunitas di sekitarnya.
Polisi menjalankan tugas untuk mengamankan dan memeriksa TKP, sementara JPIC Kapusin bersama Rumah Pelangi hadir untuk mendampingi keluarga yang sedang berduka.
Bruder Stephanus mengatakan, masyarakat hendaknya tidak memperkeruh suasana dengan informasi yang belum jelas.
“Dalam kondisi seperti ini, mari kita jaga ketenangan. Hormati keluarga, hormati proses kepolisian dan mari kita bantu sebisa kita agar keluarga tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” ungkapnya.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehilangan tersebut tentu bukan perkara mudah. Karena itu, dukungan dari keluarga besar, komunitas Gereja, masyarakat dan para pelayan kemanusiaan menjadi sangat berarti.
JPIC Kapusin melalui Bruder Stephanus Paiman OFMCap memastikan pendampingan kepada keluarga dan membantu pengurusan jenazah dilakukan dengan baik, manusiawi dan penuh penghormatan.
Sementara itu, masyarakat diimbau menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang terkait hasil pemeriksaan peristiwa tersebut.
Turut berduka cita. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan serta penghiburan. (*)