PONTIANAK, SP - Kontingen Kota Pontianak berhasil meraih gelar juara umum pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Kalimantan Barat ke-49 Tahun 2026 yang berlangsung tiga hari di Auditorium Terpadu Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Kamis-Sabtu (17-19/9/2026).
Kejurprov Catur Kalbar 2026 menjadi ajang penting bagi para pecatur dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat untuk menguji kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan atlet di daerah masing-masing. Kompetisi tersebut mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari senior hingga kelompok umur.
Data pertandingan Kejurprov juga mencatat kategori senior putra, senior putri, veteran, serta berbagai kelompok junior.
Keberhasilan Pontianak menjadi juara umum tidak terlepas dari konsistensi pembinaan yang dilakukan Pengurus Kota (Pengkot) Percasi Pontianak.
Sejumlah atlet muda Pontianak mampu menunjukkan performa positif dan bersaing dalam berbagai kategori yang dipertandingkan.
Ketua Pengkot Percasi Pontianak, Adi Marjani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, official, serta jajaran pengurus yang telah bekerja keras selama mengikuti Kejurprov.
“Kita bersyukur dan bangga atas hasil yang diraih kontingen Kota Pontianak. Gelar juara umum ini merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, official, dan seluruh jajaran Percasi Pontianak,” ujar Adi Marjani.
Menurut Adi, keberhasilan tersebut tidak boleh hanya dilihat dari perolehan trofi atau medali. Lebih dari itu, prestasi di Kejurprov menjadi indikator bahwa proses pembinaan atlet catur di Kota Pontianak terus berjalan.
“Bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana pembinaan ini terus berlanjut. Prestasi yang diraih di Kejurprov menjadi motivasi untuk terus membina atlet, terutama atlet-atlet muda yang nantinya diharapkan mampu membawa nama Pontianak dan Kalimantan Barat pada tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Apresiasi untuk Atlet dan Pelatih
Adi juga memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah bertanding dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas sepanjang kompetisi.
Menurutnya, pertandingan bukan hanya soal menang dan kalah. Pengalaman bertanding menghadapi pecatur dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan mental dan kemampuan para atlet.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang sudah berjuang. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Kota Pontianak. Tentunya pengalaman dari Kejurprov ini menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pelatih dalam mempersiapkan atlet, mulai dari aspek teknis, strategi permainan hingga mental bertanding.
“Kami juga berterima kasih kepada para pelatih dan official yang mendampingi atlet selama pertandingan. Pembinaan tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama antara atlet, pelatih, pengurus dan orang tua,” lanjut Adi.
Jadikan Kejurprov sebagai Evaluasi Pembinaan
Kejurprov Catur Kalbar ke-49 juga menjadi momentum bagi Percasi Pontianak untuk melakukan evaluasi terhadap program pembinaan yang selama ini berjalan.
Adi mengatakan, hasil pertandingan akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat kekuatan dan kekurangan para atlet.
“Hasil ini tentu akan kami evaluasi. Atlet yang sudah berprestasi harus terus dibina, sementara yang belum mendapatkan hasil maksimal juga harus tetap diberikan kesempatan dan pendampingan. Karena pembinaan itu proses yang panjang,” jelasnya.
Ia berharap keberhasilan Pontianak sebagai juara umum dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk semakin mencintai olahraga catur.
Menurutnya, catur tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga melatih konsentrasi, kesabaran, disiplin dan kemampuan mengambil keputusan.
Target Pembinaan Berkelanjutan
Ke depan, Pengkot Percasi Pontianak berkomitmen melanjutkan pembinaan secara berkelanjutan dengan memberikan ruang lebih banyak bagi atlet muda untuk mengikuti kompetisi.
“Target kita bukan hanya juara umum hari ini. Yang lebih penting bagaimana kita menciptakan atlet-atlet yang bisa berprestasi secara berkelanjutan. Kita ingin ada regenerasi sehingga prestasi catur Pontianak tetap terjaga,” tegas Adi.
Kemenangan Pontianak di Kejurprov Catur Kalbar 2026 pun menjadi penutup manis dari perjuangan para atlet selama kompetisi.
Gelar juara umum sekaligus menjadi modal penting bagi Percasi Pontianak untuk terus memperkuat pembinaan dan mempersiapkan pecatur-pecatur potensial menghadapi berbagai agenda pertandingan di masa mendatang.
Sementara itu, Kejurprov Catur Kalbar 2026 berlangsung di Aula/Auditorium Terpadu Polnep dan diikuti pecatur dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Kejuaraan tersebut menjadi salah satu agenda penting Percasi Kalbar dalam menghidupkan kembali kompetisi sekaligus memetakan potensi atlet daerah. (*)