Ketapang post author Kiwi 14 Oktober 2026

SBM Minta Maaf, Kepala Jobber Ketapang Erham Pilih Diam

Photo of SBM Minta Maaf, Kepala Jobber Ketapang Erham Pilih Diam

‎KETAPANG, SP – Ratusan massa aksi yang menggelar demonstrasi terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Ketapang turut menuntut Kepala Terminal Fuel Jobber Ketapang dan Sales Branch Manager (SBM) Wilayah Ketapang dan Kayong Utara meminta maaf kepada masyarakat atas kondisi yang terjadi.

‎Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk kekecewaan massa terhadap persoalan kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU dan mengganggu aktivitas masyarakat.
‎
‎Namun, dalam dialog bersama massa aksi, hanya pimpinan SBM Ketapang yang menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Sementara itu, Kepala Jobber Ketapang, Erham tidak ikut menyampaikan permintaan maaf sebagaimana yang dituntut oleh demonstran.
‎
‎Sikap Kepala Jobber Ketapang juga menjadi sorotan selama dialog berlangsung. Massa aksi menilai kepala Jobber cenderung enggan memberikan jawaban secara langsung atas sejumlah pertanyaan yang disampaikan. Dalam beberapa kesempatan, jawaban justru lebih banyak diarahkan kepada pimpinan SBM Ketapang.
‎
‎Padahal, massa aksi datang untuk mendapatkan penjelasan mengenai persoalan pasokan dan distribusi BBM yang tengah menjadi keresahan masyarakat Ketapang.
‎
‎Bagi massa, keterbukaan dari setiap pihak yang berkaitan dengan rantai distribusi BBM menjadi hal penting untuk menjawab berbagai pertanyaan publik, terutama mengenai penyebab kelangkaan, ketersediaan stok, hingga mekanisme penyaluran BBM ke SPBU.
‎
‎Tidak hadirnya permintaan maaf dari Kepala Jobber Ketapang juga menjadi perhatian demonstran. Mereka sebelumnya meminta kedua pimpinan tersebut menunjukkan tanggung jawab moral kepada masyarakat yang terdampak kondisi kelangkaan BBM.

Selain itu, dalam aksi dorong motor bersama sebagai bentuk aksi protes massa, Kepala Jobber Ketapang juga menghindar dan hilang tidak ikut melakukan aksi tersebut berbeda dengan kepala SBM yang turut serta mendorong motor bersama para mahasiswa.

‎Massa menegaskan bahwa persoalan ini tidak cukup dijawab melalui dialog semata. Mereka menginginkan penjelasan yang terbuka, sikap responsif dari pihak terkait, serta langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM di Kabupaten Ketapang.
‎
‎Aksi tersebut sekaligus menjadi desakan agar manajemen Pertamina Patra Niaga mengevaluasi penanganan persoalan BBM di daerah, sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda