SINGKAWANG, SP - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, meminta kepada Perusahaan Daerah Air Minum Gunung Poteng (Perumda AMGP) Kota Singkawang untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanannya agar bisa menjadi lebih baik ke depan.
Penegasan tersebut disampaikan Tjhai Chui Mie di sela-sela peringatan HUT ke-7 Perumda AMGP Singkawang di Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (13/10).
"Ke depan saya harapkan tidak ada lagi masyarakat atau konsumen yang antre air bersih. Saat ini kan masih antre karena memang masih belum maksimal Water Treatment Plant (WTP) dan perpipaannya," kata Tjhai Chui Mie.
Menurut Wali Kota, di usia Perumda AMGP Singkawang yang ke-7 tahun ini, sudah seharusnya terjadi lompatan kinerja yang signifikan. BUMD air minum ini tidak boleh berpuas diri, melainkan harus terus berinovasi.
"Di usia yang ke-7 tahun ini, Perumda harus semakin baik. Itu yang saya tekankan," ujarnya.
Selain dari sisi kuantitas pelayanan agar merata, Wali Kota juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas. Ia meminta agar kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan harus benar-benar bagus, bersih, dan memenuhi standar kesehatan.
"Selain pelayanan, saya minta kualitas air juga harus bagus dan terus meningkatkan cakupan layanan yang sampai saat ini masih sekitar 30 persen," tegasnya.
Cakupan layanan yang masih berada di angka 30 persen tersebut dinilai masih jauh dari ideal. Oleh karena itu, Perumda AMGP ditantang untuk terus memperluas jaringan hingga ke wilayah-wilayah yang belum terlayani.
Menanggapi arahan Wali Kota tersebut, Direktur Perumda AMGP Singkawang, Suriandi, berjanji akan tetap berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik. Pihaknya akan terus berupaya bagaimana air bisa sampai ke pelanggan dengan lancar dan bersih sehingga sesuai dengan harapan masyarakat dan pemerintah.
"Tapi apalah daya pada kita, yang mana WTP kurang, JDU kurang, sehingga yang nyampai ke pelanggan hanya 15 liter per detik per bulan. Target kita adalah 22 bahkan 23 liter per detik, maka pendapatan kami juga akan menjadi lebih baik," ujar Suriandi menjelaskan kondisi riil di lapangan.
Ia mengungkapkan, keterbatasan Water Treatment Plant (WTP) dan Jaringan Distribusi Utama (JDU) menjadi kendala utama yang menyebabkan distribusi air belum maksimal. Dengan kapasitas yang terbatas, debit air yang diterima pelanggan pun belum sesuai target.
Meski demikian, Suriandi memastikan pihaknya tidak tinggal diam. Berbagai inovasi dan upaya taktis terus dilakukan demi kelancaran air sampai ke pelanggan, termasuk dengan sistem pemompaan di ujung jaringan dan perbaikan-perbaikan pipa secara berkala.
"Pihaknya tetap melakukan inovasi demi kelancaran air sampai ke pelanggan," pungkasnya. (rud)