Ponticity post author Kiwi 13 Oktober 2026

UNTAN Dalami Teknologi Energi Hijau di China, Perkuat Kolaborasi Energi Terbarukan

Photo of UNTAN Dalami Teknologi Energi Hijau di China, Perkuat Kolaborasi Energi Terbarukan

PONTIANAK, SP - Universitas Tanjungpura (UNTAN) terus memperluas wawasan dan kompetensi akademiknya di bidang energi terbarukan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Prof. Dr. Eng. Ir. Ferry Hadary, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., dosen Fakultas Teknik UNTAN, dalam Seminar on Green Energy for Indonesia yang berlangsung pada 10–23 Oktober 2026 di Chengdu, Provinsi Sichuan, China.

Seminar ini diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melalui Ministry of Agriculture and Rural Affairs (MARA), dengan pelaksanaan yang dikoordinasikan oleh Biogas Institute of Ministry of Agriculture and Rural Affairs (BIOMA) di Chengdu.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Indonesia dan China dalam pengembangan energi terbarukan, sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan mengenai penerapan teknologi energi hijau yang berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, seminar ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung implementasi berbagai teknologi energi hijau melalui kunjungan lapangan (site visit).

Materi yang dipelajari mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, pengolahan sampah menjadi energi, pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi hijau, hingga pengembangan teknologi penyimpanan energi dan hidrogen.

Sejumlah lokasi strategis menjadi bagian dari agenda kunjungan tersebut. Di antaranya, proyek pemanfaatan biogas di Distrik Jingyang, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Distrik Xinjin, serta pusat pengembangan teknologi hidrogen dan material fotovoltaik.

Peserta juga dijadwalkan mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Shilin di Kunming dan mempelajari pengelolaan sumber daya air melalui Proyek Konservasi Air Dujiangyan.

Bagi UNTAN, keikutsertaan ini menjadi peluang untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan kompetensi dosen dalam menghadapi perkembangan teknologi energi terbarukan.

Pengalaman serta wawasan yang diperoleh diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan perluasan kerja sama akademik di bidang energi hijau.

Selain memperkuat kapasitas sumber daya manusia, partisipasi ini juga sejalan dengan upaya mendorong transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda nasional dalam mewujudkan target Net Zero Emission (NZE), yakni mencapai keseimbangan antara emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dan yang diserap. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda