SANGGAU. SP- Pengamanan menjadi perhatian utama dalam penutupan Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri XVIII Tahun 2026 yang digelar di Keraton Surya Negara Sanggau. Sekitar 3.000 masyarakat hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Polres Sanggau bersama Polsek Kapuas mengerahkan personel untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif. Pengamanan dipimpin Kasubbagbekpal Bag Ops Polres Sanggau Iptu Suparman selaku Perwira Pengendali (Padal) berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sanggau.
Selain unsur kepolisian, pengamanan juga melibatkan Satpol PP Kabupaten Sanggau, Dinas Perhubungan Kabupaten Sanggau dan organisasi masyarakat Melayu Sanggau. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, paguyuban lintas etnis serta masyarakat umum.
Iptu Suparman mengatakan, pengamanan dilaksanakan dengan mengedepankan kesiapsiagaan personel serta koordinasi antarpihak agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung sesuai rencana. Menurutnya, kehadiran petugas bukan hanya untuk menjaga situasi keamanan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Personel kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan masyarakat dapat mengikuti acara dengan aman. Pengamanan dilakukan secara terkoordinasi bersama unsur terkait, sehingga setiap perkembangan situasi di lapangan dapat segera diantisipasi,” ujar Iptu Suparman.
Padal menegaskan bahwa pengamanan juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Pengunjung diminta ikut menjaga ketertiban, menghormati rangkaian kegiatan dan segera menyampaikan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang membutuhkan penanganan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan. Festival ini merupakan kegiatan budaya yang melibatkan banyak orang, sehingga ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga seluruh masyarakat yang berada di lokasi,” katanya.
Pengamanan berlangsung selama seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan acara penutupan, pembacaan doa, laporan ketua panitia, sambutan para pejabat, pengumuman pemenang lomba dan penyerahan hadiah hingga hiburan.
Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., mengatakan pengamanan kegiatan masyarakat dengan jumlah peserta besar membutuhkan kesiapan personel dan koordinasi yang baik. Menurutnya, Polri hadir untuk memastikan kegiatan dapat berlangsung aman tanpa mengurangi kenyamanan masyarakat dalam menikmati kegiatan budaya.
“Pengamanan kami arahkan bukan hanya untuk mencegah gangguan keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin seluruh warga yang datang dapat mengikuti kegiatan dengan rasa aman, tertib dan nyaman hingga rangkaian acara selesai,” katanya.
Kompol Radian menambahkan, sinergi dengan unsur pemerintah daerah, TNI, Satpol PP, Dishub dan organisasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas kegiatan. Kolaborasi tersebut dinilai memperkuat kesiapan pengamanan di tengah tingginya antusiasme masyarakat.
“Sinergi seluruh unsur sangat penting. Ketika aparat dan masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban, kegiatan yang melibatkan ribuan orang dapat berlangsung dengan baik. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang telah ikut menjaga suasana tetap kondusif,” ujarnya.
Penutupan Festival Faradje’ Pesaka Negeri XVIII turut dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H., Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau Drs. H. Gusti Arman, M.Si., Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf. Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., Danyon TP 833/BD Mayor Inf. Riska Imran Rosadi, S.I.P., serta sejumlah unsur Forkopimda dan pejabat instansi terkait.
Dalam sambutannya, Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau Drs. H. Gusti Arman, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival. Ia menyebut seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib dan damai, termasuk berkat dukungan berbagai pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Gusti Arman juga menyampaikan terima kasih kepada organisasi Melayu dan seluruh unsur yang turut membantu menjaga keamanan selama festival berlangsung. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti nyata adanya kebersamaan dalam menjaga kegiatan budaya yang merupakan warisan masyarakat Sanggau.
Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengapresiasi panitia, pelaku seni dan budaya serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Faradje’ Pesaka Negeri XVIII. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga adat, tradisi dan nilai budaya masyarakat Kabupaten Sanggau.
Susana menjelaskan bahwa festival tahun ini sempat mengalami penundaan karena Kabupaten Sanggau menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap. Penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat sebelum kegiatan akhirnya dapat dilaksanakan dalam kondisi yang lebih memungkinkan.
Bagi kepolisian, kondisi keamanan yang terjaga selama kegiatan menjadi bagian penting agar pesan kebersamaan dan pelestarian budaya dapat berlangsung tanpa gangguan. Pengamanan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran sesuai tugas masing-masing di lapangan.
Festival Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau sendiri merupakan adat istiadat dan budaya turun-temurun yang dilaksanakan oleh Istana Surya Negara Sanggau dan telah menjadi agenda rutin tahunan kegiatan kebudayaan Pemerintah Kabupaten Sanggau.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan penutupan selesai, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif. Pengamanan terus dilakukan hingga kegiatan berakhir sebagai bentuk komitmen Polres Sanggau dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Keberhasilan pengamanan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, organisasi masyarakat dan warga dalam menjaga keamanan kegiatan publik. Semangat “Melayu Bermarwah, Sanggau Bertuah” pun dapat diwujudkan melalui kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. _(Dit)